Wednesday, November 30, 2011

Tuhan, Gue (Belom) Pengen Punya Pacar :)

Hi guys! Senangnya bisa nulis lagiii~
Kali ini gw akan cerita tentang topik yang bikin orang-orang melek en tak berhenti-henti membicarakannya: CINTA! :) hihihihihi...

Kalian bisa baca di post gw sebelumnya di sini
tentang bagaimana gue dari awal kuliah tidak memiliki intention apapun buat nyari pacar,
en kemudian tidak disangka-sangka setelah bekerja dalam beberapa proyek bareng, kemudian yaaaa jadi makin kenal en ada sesuatu dari orang ini yang BEDA dari orang lain yang bikin gw tertarik :)

Setelah beberapa bulan PDKT, akhirnya sehari setelah tanggal gw ulang tahun itu,
dia ngajak gw makan di luar, ngasih kado, and said those magical words! Yang kepengen banget didenger sama cewek-cewek dari gebetannya, hihihihi...
Dan sama seperti kebanyakan cewek-cewek ituuuu, gue juga seneng banget dengernyaa! Pengen lompat-lompat en teriak rasanya, saking senengnya, haha...

Cuman tetep aja, mo jatuh cinta en seseneng apapun, gw tetep katakan sama diri sendiri:
"Come on Man, coba lu pikir-pikir dulu dhee... Kira-kira lw udah merasa siap jalanin hubungan ini belom? Masih banyak komitmen yang perlu lw tuntasin dulu loh: target mo dapet beasiswa dari kampus, komitmen pelayanan, dan masih banyak lagi..."
Selain ituuuuu... Alasan paling kuat yang bikin gw akhirnya mengatakan "Tidak" adalah karena perbedaan denominasi gereja kita...
Pacaran itu fokusnya buat apa? Menuju pernikahan kan?
Nah, gw tu merindukan punya keluarga yang bisa pergi ke satu gereja bareng-bareng... Jadii, karena kita memang (masih) beda alirannya, jadi gw postponed bisa pacaran dgn dia :(

Sudah hampir 5 bulan berlalu semenjak moment indah tersebut,
Gw baca banyak buku-buku tentang relationship (seperti: "When God Writes Your Love Story" karya Eric & Leslie Ludy, "Tuhan Masih menulis kisah Cinta" karya Grace Suryani dan Stephen Halim, "Boy Meets Girl" karya Joshua Harris --> These are recommended books for you, all the bachelors and bachelorettes out there ;), dan tentang mempersiapkan diri sebelum menjajaki masa-masa pacaran ("I Kissed Dating Goodbye" karya Joshua Harris, dan "Lady in Waiting" by Jackie Kendall and Debby Jones) dan gw mempelajari satu hal:

GUE BELOM SIAP UNTUK PACARAN!!

Yes, I wrote in huge letters to emphasize it, hahaha....
Gw melihat bahwa banyaaakkk sekali hal-hal yang secara pribadi belom matang untuk bisa menjalin sebuah hubungan dengan orang lain...
Gw mikir gini:
Jaga kesehatan sendiri aja belom bisaaa, gimana mo jagain orang lain?
Ngurus diri sendiri aja blom beneeeerr: masih suka lupa naroh barang, suka males makan, males belajar, lupa bawa barang, gimana ntar mo ngurusin orang laiinn??
Ga pacaran aja mood masih ababil, gimana kalo nanti udah menaruh hati di tangan orang lain??
Hahaha... Iyaa, mungkin lucu bacanya, tapi beneran guys,
coba dhe kalian perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering kalian lakukan sehingga menyusahkan diri sendiri dan bertanyalah hal ini:
"Apakah gue siap untuk pacaran? Not the 'romantic I-Love-You' part, 
tetapi bagaimana kita juga harus bisa bertanggung jawab terhadap pasangan kita!"

Buat kisah-kisah gimana caranya gw bisa akhirnya "khilaf" dan menyadari kalau belom saatnya seorang Delicia Mandy pacaran, mungkin nanti akan gw post di lain waktu,
tapi gw nangkep sesuatu dari gimana pedih rasanya menahan untuk tidak berkomitmen dulu dengan seseorang yang gw idam-idamkan ini:

Tuhan bisa memakai banyak hal agar kita bisa menjalani hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Gw saat ini baru bisa bersyukur kalau gw dan dia memiliki denominasi gereja yang berbeda.
Ada 90% kemungkinan gw udah berpacaran sama dia kalau kita ada di aliran gereja yang sama.
Oleh karena denominasi gereja kita berbeda, gw mem-postponed status kita tersebut, dan akhirnya sekarang gw bisa dengan penuh sukacita berkata bahwa: "Jomblo itu ANUGERAH!"

Karena masih single, gw bisa mem-fokuskan diri gw ke banyaaak sekali hal: 
prestasi di kampus, hubungan dengan sahabat-sahabat gw yang lain, hubungan dengan keluarga, hubungan dengan teman-teman sepelayanan.
Karena masih single, gw bisa men-support temen-temen gw yang lain yang masih single untuk bener-bener meraih "puncak keemasan" dari masa-masa jomblo mereka.
And MOST IMPORTANTLY!
Karena masih single, gw bisa memperbaiki hubungan gw dengan Tuhan.
Jujur saja gw belom sepenuhnya bergantung sama Tuhan dalam segala aspek hidup gw: terutama dalam hal berpacaran! Sooo... Sebelom bisa membangun komitmen sama orang lain,
gw sendiri musti memperbaiki fokus hidup gue sama Tuhan... :)


...To be continued here... 
My Love story isn't over yet ;)

No comments:

Post a Comment