Wednesday, November 2, 2011

In all things: LOVE!

Hi guys! Wuaahh, di malam hari di tengah-tengah jadwal yang padet masih mau nyempetin nulis blog, soalnya minggu2 terakhir dapet banyaakkkk banget berkat rohani dari Tuhan, baik lewat buku-buku, saat teduh pribadi, kesaksian orang, pengalaman bersama temen2, de el el... Hahaha... En masalah satu ini kayaknya "gatel" banget pengen gw bahas, jadi rela mengurangi jam tidur bwt nulis dhe :p

Hari ini di pelajaran Teologi, kita lagi ngebahas tentang Allah tritunggal, bagaimana Allah merupakan tiga pribadi yang berbeda, tetapi tetap satu kesatuan yang utuh...
Di bagian akhir, dosen gw membuat refleksi bagaimana kita bisa mengaplikasikan pelajaran hari ini buat kehidupan kita sehari-hari...
Beliau berkata bahwa Allah kita terdiri dari tiga pribadi yang berbeda, tetapi menjadi satu, oleh karena itu sudah menjadi ciri kehidupan orang percaya juga untuk hidup harmonis dengan sesama kita (terutama dengan orang2 yang satu iman dengan kita).
Perbedaan-perbedaan yang ada di antara kita (ras, suku, kebangsaan, latar belakang, bahkan denominasi gereja!) seharusnya tidak menghambat kita untuk bersatu, karena kasih Tuhan yang mempersatukan kita.

Terus ada mahasiswa yang bertanya,
"Saya ingin memberi komentar tentang gereja karismatik, saya melihat bahwa mereka menonjolkan praise and worship, dan mengesampingkan Firman Tuhan... Ibadah mereka seakan-akan hanya untuk memuaskan emosi saja, tidak berfokus pada Tuhan... Bagaimana seharusnya saya menanggapi akan hal-hal seperti itu?"

Gw dengernya langsung *deg!* Wew, berani banget dy ngungkapinnya di kelas Teologi, di tengah-tengah orang-orang Kristen dengan berbagai latar belakang gereja, yang sapa tahu di antara mereka ada orang yang beribadah di gereja karismatik, gimana mereka ga marah en emosi denger pernyataan seperti itu coba :s
Tapi dosen gw mengungkapkan satu statement yang sangat gw suka:

In essential, UNITY
In non-essential, LIBERTY
In all things: LOVE

Statement di atas berarti:
1. Untuk hal-hal yang esensial -seperti: doktrin Allah tritunggal, Allah sebagai juruslamat, iman yang menyelamatkan- itu kita harus memiliki pemahaman yang SATU, tidak berbeda-beda. Karena inilah dasar untuk menyembah Tuhan dengan benar: yaitu memahami pemahaman yang BENAR tentang diri-Nya.. Kalau doktrin dasar kita udah salah n mudah diombang-ambingkan, otomatis perilaku (bahkan ibadah kita pun!) bisa ga berkenan di hadapan DIA...

2. Untuk hal-hal yang non-esensial -seperti: bagaimana cara kita bersaat teduh, puji-pujian apa yang kita pakai, perlu tepuk tangan atau tidak, alat musik apa yang kita pakai untuk menyembah DIA- itu kita seharusnya bersifat LIBERAL. Kenapa begitu?
Karena Allah kita itu Allah yang kaya akan warna, Ia tidak terbatas pada cara-cara atau ketentuan-ketentuan tertentu, Ia tidak terbatas pada musik-musik atau tata cara tertentu, sebab: "segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)

Gw pengen sharing sedikit tentang bagaimana gw overcome "pengkotak-kotakkan" yang often gw buat untuk membanding-bandingkan tata cara ibadah gw dengan tata cara ibadah gereja lain. Gw tahun kemarin pengen nyoba-nyoba denger lagu rohani dari band luar negeri, so gw beli CD Israel Houghton yang "Love God.Love People", tanpa punya bayangan bagaimana tipe musik mereka, yang gw denger adalah orang-orang pada bilang, "Bagus men, coba dengerin dhe..." hahaha :P

Gw awalnya agak sedikit tidak "terbiasa" dengan gaya musik mereka, yang SANGAT AMAT KONTEMPORER... Track-track awal yang gw denger gaya musiknya itu sangat mirip dengan gaya2 musik-nya artis kontemporer seperti Chris Brown en Ne-Yo...
Gw mikir: GILE! Emang boleh yaaa orang bkin lagu rohani memakai tipe musik seperti ini?
Trus gw cermati lagi kata-katanya, so far oke sih, g ada kata-kata yang menyimpang dari ajaran alkitab, malahan membuka mata terhadap realita-realita "kebobrokan" mental masyarakat jaman sekarang dan krisis imannya...
Terus gw mikir lagi, selama ini gw ngeliat orang-orang berkulit hitam nyanyi-nyanyi lagu rohani gayanya yaaa kayak gitu semua: ekspresif, eksplorasi alat musik yang luas, dan tempo yang enerjik.

Terus gw mikir lagi... Iya juga ya... Orang-orang di daerah terpencil bernyanyi dengan music style seperti itu karena memang jenis musik itu yang mereka ketahui! Orang-orang di Afrika mana kenal sama yang namanya Handel, Bach, en orang-orang klasik lainnya yang gemar membuat komposisi lagu buat gereja. Mereka mana tahu aturan-aturan harmonisasi, tonalitas, de el el gitu2. Mereka punya mulut, mereka punya sense of music yang tinggi, en above all: mereka punya KERINDUAN YANG BESAR BUAT MEMUJI TUHAN! Oleh karena itu mereka menggunakan pengetahuan yang terbatas itu dengan bantuan roh kudus (off course!) untuk menghasilkan musik-musik yang luar biasa!

Mereka memuji Tuhan dengan alat musik itu (gendang, rebana, de el el) karena memang alat musik itu yang berkembang di daerah mereka en mudah mereka miliki. Kalau kita bilang: memuji Tuhan alat musiknya musti terbatas piano en organ aja, ga boleh ada alat pukul seperti drum, rebana, dll (karena secara tradisi dulu, alat musik pukul biasanya digunakan untuk memanggil arwah/roh jahat)!
Gw mikir: BEH! Orang di Afrika nyari air aja susah, apalagi nyari PIANO!!
Tapi apakah keterbatasan itu membuat mereka berhenti untuk memuji Tuhan? NO! Mereka memanfaatkan kultur musik yang berkembang saat itu untuk membuat lagu dan memuji Tuhan.

Segala sesuatu itu baik diciptakan Tuhan, tetapi karena dosa maka manusia memakainya untuk hal-hal yang ga bener... Makanya pas menyembah Tuhan, pake prinsip ini:
"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran..." (Yohanes 4:23)
Ini berarti: ROH kita: seluruh jiwa raga kita, termasuk hati nurani dan motivasi kita sendiri itu harus bener! Apakah kita bermain musik en memakai lagu ini buat memuji Tuhan, atau sekedar menyenangkan diri sendiri?
Sedangkan menyembah dengan KEBENARAN berarti: orang itu sudah dibenarkan, orang itu sudah percaya kepada Yesus, orang yang sudah terlepas dari kenajisan, orang yang sudah ditebus oleh darah Yesus, berdasarkan kematian dan kebangkitan Yesus. Firman Allah ajarkan bahwa YESUS MATI untuk menghapuskan segala dosa manusia, untuk mengampuni dosa manusia ; tetapi YESUS BANGKIT untuk membenarkan manusia. Sesudah dosa kita diampuni, kita dibenarkan !!


Gw sendiri berasal dari gereja yang mainstream di Indonesia, dan dibesarkan dengan beribadah menggunakan lagu-lagu klasik en hymn. Tetapi gw juga tetap merasa Tuhan bisa menyentuh en menegur gw lewat lagu-lagu kontemporer...
Gw bisa nangis karena terkagum karena lagu "Kuberbahagia.... Yakin Teguh! Yesus abadi, kepunyaanku!" karangan Fanny J. Crosby, en juga bisa merfleksikan kehidupan pelayanan gw dari lagu "Tiada Seperti-Mu" karya Sidney Mohede.
Jadi jangan sampai ada di antara kita yang nge-judge atau berpikiran: gereja aliran gw paling bener, soalnya pake organ en piano doang, atau gereja dia yang paling oke, soalnya dengan band yang keras bisa menjamah banyak orang. Kerjakan apa yang menjadi bagian kita dengan maksimal, selebihnya biar Tuhan yang menjadi HAKIM atas segalanya.
Karena sebenarnya ibadah sejati kita ga cuman sekedar musik aja. Musik itu cuman sebagian kecil dari penyembahan kita kepada Tuhan. Ibadah sejati kita itu tampak dalam kehidupan kita sehari-hari, bagaimana kehidupan kita mencerminkan buah-buah roh (Galatia 5:22) dan menjadi berkat bagi banyak orang...

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
-Roma 12:1-

3. Melihat begitu banyak perbedaan di antara kita, apakah yang dapat menyatukan kita?
Alkitab mengatakan:
"Kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan."
(Kolose 3:14)
Karena kasih berbicara lebih kencang daripada kata-kata, karena kasih merupakan bahasa universal yang bisa dimengerti oleh orang kaya, orang miskin, orang dari GBI, orang dari GKI, orang dari GRII, bahkan orang-orang yang belum mengenal Kristus!

Ingatlah bahwa pada waktu penghakiman nanti, Allah GA AKAN bertanya: "Dari denominasi apakah kamu?"
Tetapi Ia akan bertanya, "Apakah kamu memberi Aku makan ketika Aku lapar, memberi Aku tumpangan ketika Aku seorang asing, memberi Aku pakaian ketika Aku telanjang, melawat Aku ketika Aku sakit, dan mengunjungi Aku ketika Aku dalam penjara?" (Matius 25 : 31-46)

"Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."
(Galatia 6:10)

No comments:

Post a Comment