Showing posts with label Dear Diary. Show all posts
Showing posts with label Dear Diary. Show all posts

Tuesday, January 3, 2012

Ini Resolusiku, Apa Resolusimu? :)

Hi guuyyss!
Selamat Natal Tahun baruuu!
Baru bikin postingan ini di tanggal 2 karena kemarin sibuukk sekali di gereja, hihihihi :)
Di post kali ini gw mau nulisin resolusi dan komitmen2 gw di tahun 2012 ini, semoga bisa menginspirasi kalian smua buat bikin resolusi kalian sendiri ;)

1. Olahraga!
Bukan karena gw mo kurus loh ya, hahaha... *Tapi kalo bisa kurus yaa syukur :p*
Ini karena di tahun 2011 kemarin, papi sama mami sering banget punya penyakit yang kambuh...
Papi punya penyakit asam lambung. Jadiii, kalo telat makan, langsung dhe sesak nafas karena asam lambung naik dan menekan paru-paru, sehingga sesak nafas.
Pernah suatu saat pas keesokan harinya mau Bible Camp di Puncak, malamnya papi sesak nafas abis makan malam. Terus kita bawa ke Rumah Sakit. Gejalanya bener-bener kayak orang sakit jantung, jadi kita semua ketar-ketir dheee~
Papi mami udah berumur sekarang, jadi bener-bener musti jaga makanan dan olahraga.
Weellll, gw sekarang masih di bawah umur 20 tahun, jadi kalo ga males-males olahraga dan gerak tubuh, imagine bakal kayak apa ntar gw pas 50 tahun ke atas...
Gw ga mau jadi orang yang membebani pasangan hidup gw ataupun anak-anak gw nanti di masa depan karena gw males olahraga!
Gw targetin tahun ini gw musti olahraga minimal 3x dalam seminggu, minimal 15 menit :)

"Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita."
(1 Tesalonika 5:23)

2. Makan Junk Food maksimal sekali seminggu
Gw tadinya pengennya 2x seminggu (maklum, anak kos-an, makanan yaaa seadanya ajaa: yang cepet dan gampang diraih), tapi setelah baca artikel kalau makan junk food 2x seminggu bisa memperbesar kemungkinan diabetes, akhirnya jadi sekali seminggu aja dheee, hahaha...
Ini juga tujuannya sama: menjaga kesehatan.
Terutama menjaga kesehatan terhadap penyakit paling mematikan sedunia: KANKER!
Ituu tuu yang namanya KFC, Burger King, Hoka-Hoka Bento, itu semua pemicu kanker kalo ga ada batasannya...
Opa dan oma dari mami papi, serta salah satu tante gw meninggal karena kanker semua.
Dan ada beberapa gw melihat prosesnya, mereka semua sangaatt menderita. Dan kita sebagai keluarga juga agak menderita, karena banyaknya ongkos yang dikeluarkan buat check-up, kemoterapi, biaya rumah sakit, obat-obatan, dan lain-lain.

Makanya sekalii lagii: Gw ga pengen pasangan hidup, mami papi, atau anak-anak gw jadi terbeban karena dari masa muda gw ga menjaga pola makan gw dengan bener :(

"Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah."
(1 Korintus 10:31)

3. Baca Alkitab selama setahun!
Komitmen yang ketiga ini gw lakukan karena di tahun 2011 kemarin gw bener-bener merasakan betapa kalau gw jalanin hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, hidup gw itu teratur, makin bertumbuh, dan meminimalisir mengambil keputusan-keputusan yang salah.
Walapun emang sulit dan bayar harga, tetapi tunduk kepada kehendak Tuhan daripada nafsu pribadi itu membuahkan hasil yang sangat indah :))

Trus tahun kemarin mungkin bisa dibilang masa-masa produktif gw baca buku Kristen, hahaha...
Di dalam buku-buku itu kadang-kadang suka ada semacam Pendalaman Alkitab, yang membuat gw dapat melihat suatu ayat dan berpikir dengan pola pikir yang totally different!
Jadiii gw rindu buat mendalami alkitab secara pribadi yang merasakan apa yang Tuhan itu tuliskan berdampak buat kehidupan gw sehari-hari...

Sooo... Selain Saat Teduh setiap hari, gw menambahkan (kurang lebih) 15 menit lagi buat baca Firman Tuhan setiap harinya :)

"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, 
dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN,
dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam."
(Mazmur 1:1-2)

4. Catat Kotbah tiap hari Minggu
Komitmen ini gw buat karena makin banyak kotbah tiap Minggu yang baik dan berguna, baik buat diri gw sendiri, maupun buat menasihati dan sharing sama temen-temen gw, sehingga gw merasa BUTUH banget mencatat kotbah tiap Minggu, jadi ga gampang lupa, en kalau butuh bisa baca-baca lagi dan diingatkan terus menerus kalau perlu :)

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."
(Mazmur 109:115)

Ituuu diaaaa resolusi utama yang gw buat pas menapaki tahun 2012 yang baru iniii :)
Ada siii beberapa resolusi tambahan dari mami dan temen-temen gw, seperti: musti bikin aransemen atau lagu baru tiap liburan, atau musti sarapan tiap pagi, atau dilarang menggigit kuku lagi, hahahaha...
Tapi ini 4 yang gw buat secara pribadi dan gw mengusahakannya dengan sungguh-sungguh, hwhwhw...
Semoga resolusi ini terus gw jalani dengan motivasi yang benar dan semangat yang tak akan padam.




Ini resolusiku, apa resolusimu? ;)

Friday, December 30, 2011

No Time to Hang-Out, MUST......Practice!!!

Hallooo lagii!
Kali ini gw mo ngebagiin renungan yang gw dapet hari ini yang paassss banget dengan pengalaman gw akhir-akhir ini, hwhwhw...
Hope it will be a bless! :)

Jumat, 30 Desember 2011

Judul: Kasih Penguin Kaisar
Baca: 1 Yohanes 3:11-18

Penguin kaisar bertelur satu butir setiap musim kawin. Si jantan bertugas mengerami telur itu dengan menjepitnya di antara kaki dan lipatan lemak di sekitar perutnya selama kira-kira 64 hari. Ia berada dalam kumpulan besar penguin jantan yang berdempetan saling menghangatkan di tengah musim dingin Antartika. 


Sementara itu, si betina kembali ke laut untuk mencari makan. Ia akan kembali ke sarang menjelang anaknya menetas. Apabila ia terlambat, si jantan dapat memberi makan anaknya dengan cadangan yang diambil dari saluran pencernaannya sampai selama sepuluh hari. Itu akan membuatnya kehilangan setengah bobot tubuhnya. Begitu si betina muncul, giliran si jantan pergi ke laut. Selanjutnya mereka bergantian mencari makan untuk membesarkan si kecil.




Kehidupan unggas kutub tersebut menggambarkan bahwa kasih itu bukan konsep atau kata-kata manis belaka. Kasih adalah kata kerja. Kasih sejati diungkapkan melalui tindakan yang mengutamakan kesejahteraan orang lain, bahkan apabila perlu dengan mengorbankan kepentingan pribadi. Sebagaimana Kristus menyerahkan nyawa-Nya untuk kita, kita pun diperintahkan untuk menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.



Gw akhir-akhir ini mengalami masa-masa pergantian orientasi (prioritas).
Gw kuliah di jurusan musik dimana melihat anak-anak latihan selama 5-10 jam sehari itu biasa banget.
Well, tadinya gw masuk di semester satu, dengan tampang polos dan sikap yang lugu, gw yaaa latihan sekadarnya aja: satu jam itu normalnya, dua jam kalo sanggup, hahaha...
Tapi sekaraanngggg, semakin bertambah sulitnya lagu-lagu yang gw mainin, serta gw pindah ke dosen yang lebih strict (baik dalam teknik, perform, serta NILAI! haha), sehingga otomatiisss gw punya sifat polos en lugu (en sedikit males) di awal-awal semester itu perlu dirubah, supaya nilai gw ga jeblok, performa gw tetep mantep, en ga di- blacklist sama dosen gue :p

Naahh... Sekarannngg (yang bahkan lagi liburan pun! liburan!), gw latihan minimal 4 jam sehari,
kalo bisa 6-7 jam yaa dijabanin juga...
Trus suatu hari ada temen SMA gw yang ngirim sms...
Biasalaahh.. Kek nanya "apa kabar" bla-bla-bla gitu... Ga terlalu deket siii sama dia, deketnya pas SMP, dan itu juga yaa gitu-gitu ajaa, ga sampe pergi bareng ato makan bareng gitu, palingan cmn temen cengengesan doang, hahaha... Gw siii awalnya seneng denger kabarnya...
Tapi lama-lama koq ngobrolnya terus-terusan, dan otomatis menggangu jadwal latihan gw...
(Yeah, gw punya jadwal latihan... Freak abis emang, wkwkwkwk) :p
Jadiii yaa HPnya gw silent, sehingga balesnya mulai lama en jarang-jarang, sampe akhirnya malam tiba, dan gw ngantuk, jadi gw sudahi saja percakapannya.


Dan dia mengucapkan satu kalimat yang membuat gw tersentak...
"Makasii yaa udah nemenin gw ngobrol..."




"Nemenin gw ngobrol..."




Oh gosh, kata-kata itu terngiang-ngiang terus di kepala gw.
Gw menyadari bahwa betapa keberadaan dan balesan sms gw itu berarti banget buat dia.
Yaaa buat gw mungkin biasa aja (en mungkin sedikit menggangu latihan gw) sii sms-an sama dia,
tapi buat dia ternyata hal yang gw lakuin itu sangat berharga.
Balesan sms gw membuat dia merasa dikasihi.
Pengorbanan waktu latihan gw membuat dia merasa ada orang yang perhatian sama dia...


Gw dari sini belajar...
Menjadi sukses, mencapai IP yang baik, dikenal dosen, menjadi performer yang baik, mencapai prestasi-prestasi, itu semuanya baik, tapi bukan yang terpenting...
Apa yang terpenting?


Ini yang terpenting:
Sebagaimana Kristus menyerahkan nyawa-Nya untuk kita, kita pun diperintahkan untuk menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.


Kita terkadang cuman hafal ayat emas di alkitab doang: 
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal."
(Yohanes 3:16)
Tapi lupa sama tuntutan yang diberikan Tuhan dalam perikop yang "alamat"nya mirip dengan itu, yaitu dalam 1 Yohanes 3:16:
"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun WAJIB menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

YES! Kita punya kewajiban di dunia ini!
Bukan soal mempertahankan IP, sukses dalam pekerjaan, dapet suami idaman, atau dapat pacar yang unyu-unyu... Standar Tuhan lebih jauh daripada itu.
Kewajiban kita adalah menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.

"Menyerahkan nyawa" ini berarti menyerahkan sesuatu yang esensi dari kehidupan kita.
"Nyawa" berarti: seluruh waktu, tenaga, uang, kemampuan, talenta, semua aspek kehidupan kita, kita wajib berikan untuk saudara-saudara kita.

Bukan berarti sukses, dapet suami idaman, punya pekerjaan tetap itu sesuatu yang tabu loh yaaa... Tapi maksudnya adalah ketika kita mengejar semua itu, jangan sampai mengesampingkan kewajiban yang Tuhan kasih buat kita lakukan.

Renungan hari ini menyadarkan gw banget,
yaitu bagaimana akhir-akhir ini gw sangat caught up dengan pekerjaan en jadwal latihan gw jadi gw lupa meluangkan waktu (atau setidaknya kasih perhatian!) buat teman-teman sekitar gw yang membutuhkannya.
Ga usah nyawa dheee, dari waktu yang disisihkan dari jadwal latihan aja gw males bagiii!
Apalagi nyawaaaa!! :s


Actions speak louder than words (Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata). Kasih tidak cukup hanya dinyatakan dengan perkataan, tetapi mesti diwujudkan dalam perbuatan. 
Sejauh mana tindakan kita mengungkapkan kasih kita bagi saudara-saudara kita? 
Apakah kita secara bermurah hati menyerahkan nyawa kita—waktu, tenaga, talenta, uang—bagi saudara-saudara yang memerlukan perhatian kita?


A simple "hello" di pesan BBM pagi hari buat seorang kawan yang sedang berduka pasti akan mencerahkan harinya.
A simple smile buat pak satpam, pak cleaning service, tukang parkir, atau homeless person di jalanan bakal membuat mereka memiliki semangat hidup lagi.
A simple helping hand buat seorang teman yang sedang berbeban berat bakal membuahkan impact yang sangat besar buat jiwanya...


Sudahkan kalian melakukan ungkapan kasih untuk seseorang hari ini? :)

Monday, December 26, 2011

Mengapa Perlu Bersukacita?

Hi guys! Akhirnya nulis lagiiii :D
Dari kemaren banyak banget posting-an di "delay" gara2 stengah2 bikinnya,
blom jadi, udah bikin yang lain, wekekek :p
Tunggu yaaa, I'll finish them soon! :)

Hari Sabtu, 3 Desember kemarin, gw sekeluarga besar dari papi pergi ke Panti Asuhan Prapatan buat merayakan ulang tahun sepupu gw, Shanon, yang ke-8. Ayahnya mau ngajarin dia supaya pas hari ultahnya ga boleh nuntut buat "dapet, dapet, dapet" hadiah terus, tapi musti belajar berbagi jugaa :)

Gw sii yaa, klo mo jujur, secara pribadi waktu itu males perginya... Gw sii sukaaa banget main sama anak-anak, apalagi anak-anak panti asuhan, yang demen banget dipeluk, tapi hari Senen setelah weekend itu gw UAS!! UAS cuyyy!! Dan gw pengen mempertahankan IP gw supaya ga turun, jadi musti belajaarrr!
Terdengar egois skaliii yaa? Tapi emang itu yang gw pikirkan, jadi gw agak sedikit ogah-ogahan sii bangunnya. Bersyukur, mami dan papi memaksa dengan sekuat tenaga agar gw mo bangun, sarapan, dan mandi, spy bisa pergi cepet-cepet ksana, hahaha :P

Sampai di sana, kita latihan lagu pujian penyembahannya, trus kakak David (perwakilan dari Panti Asuhan itu) yang jadi WL (Worship Leader) buat pas kebaktiannya minta gw ngiringin juga, jadi langsung nyocokin nada dasar 10 menit sblom kebaktiannya, wkwkwk..
Trus kakak David memimpin dengan antusias sekali. Ia dapat mengajak anak-anaknya dengan baik dan ia melakukannya juga dengan penuh sukacita, ditambah juga dengan talenta leadership yang sangat baik, sehingga dapat menguasai suasana saat kebaktian itu supaya tetap santai, tapi khusyuk...

Gw dari depan -sambil mengiringi puji-pujian- bisa melihat wajah-wajah anak-anak di Panti Asuhan itu yang penuh semangat memuji Tuhan, sangat merasakan dan meresapi tiap lagu yang dinyanyikan, seakan-akan mereka mengalami hadirat Tuhan saat mereka menyanyikannya...
Mereka penuh dengan sukacita melaksanakan kebaktian syukur itu, walaupun klo dilihat-lihat, mungkin mereka tidak memiliki kesempatan untuk bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga en ga bisa merayakan ulang tahunnya secara besar-besaran.

Pada saat menuju saat-saat sebelum bubar, ada beberapa anak-anak yang menunjukkan bakatnya dalam bernyanyi. Ada yang bernyanyi solo, ada yang bernyanyi kwartet juga...
Dan gw terkejut karena....ada beberapa di antara mereka yang suaranya sangat KEREN BANGET!
Mereka punya talenta di bidang itu, dan mereka ga malu-malu buat nyanyi untuk Tuhan :)

Di momen itu, gw belajar satu hal:
Mengapa sih kita perlu bersukacita?
Dalam buah-buah roh sendiri juga tertulis, salah satunya adalah: SUKACITA (Galatia 5:22-23)!
Mengapa hal itu begitu penting?

Simple.
Karena kadar sukacita kita menunjukkan hidup kita bergantung sama SIAPA (atau sama APA)...
Gw inget isi Renungan Harian tanggal 14 November kemarin...
Bacaannya terambil dari Lukas 7:11-17.
Ada seorang janda yang ditinggal oleh anaknya. Ia sudah membesarkannya sendirian, setelah suaminya meninggal, tetapi sekarang anaknya -harapan dan tempat ia menggantungkan hidupnya- meninggal.
Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya, "Jangan menangis!" (ayat 13) dan membangkitkan kembali anak-Nya (ayat 14).
Yesus tidak hanya membangkitkan si anak muda, tetapi juga menghidupkan kembali harapan si janda...
Sumber: http://renunganharian.net/index.php/2011/11-november/76-menggantungkan-harapan

Anak-anak Panti Asuhan Prapatan tidak punya orang tua, 
tidak punya Blackberry Torch, 
tidak punya Samsung Galaxy Tab, 
tidak punya iPad ataupun Macbook 13 inch,
tetapi mereka tetap BERSUKACITA...
Kenapa? 
Karena mereka tidak menggantungkan hidup mereka dalam orang lain, Blackberry, Samsung Galaxy Tab, iPad, ataupun Macbook...
Mereka bersukacita karena memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan...

Bagaimana dengan kita?
Di mana kita menggantungkan harapan kita?
Kepada orang tua-kah? Kepada gadget-kah? Atau kepada Sang Pencipta? :)

Oleh karena itu, Sukacita menjadi tolak ukur seberapa kita berserah sama Tuhan.
Ketika anggota keluarga kita sudah tiada, gadget itu hilang, dan harta kita habis, apakah kita masih bisa bersukacita, karena kita menggantungkan harapan pada Dia, yang Maha Kuasa? Atau sukacita kita hilang bersama dengan benda-benda yang fana tersebut? ;)

"Bersukacitalah dalam Tuhan!
Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!"
(Filipi 4:4)


Wednesday, December 14, 2011

Teologi 1 = Sesuatu Banget

Hi guys!! Akhirnya bisa nulis lagiii~
Bukan karena hectic UAS kali inii, tp hectic latihan bwt Natal Pemuda en Remaja, hwhwhw...

Pas FRRS (batal tambah untuk ngambil mata kuliah semester kemarin), gw sii ga milih-milih dosen, yang penting jadwalnya ga bentrok aja, en gw dapet dosen Teologi I yang bisa dibilang ngasih bahan en tugas-tugas yang sangat berat en menyita banyak waktu gw :(

1. Daily Devotional Reflection
Artinya setiap hari kita diharuskan renungan harian, tulis ringkasannya, dan tulis refleksi...
Awalnya sii gw mengernyitkan dahi, astagaaa... Tiap hari aja gw pulang kampus udah sore hari, musti mandi, makan, plus latihan major piano, en bikin tugas en latihan yang lain, masih harus bikin ringkasan renungan juga malemnya?
Dan waktu coba bikin tugasnya, itu memakan waktu 30-45 menit bikinnya setiap hari....
Whew...that's something :s

2. Ringkas Buku
Yes, ringkas buku!
And not an ordinary book yang easy-reading, kek "I Kissed Dating Goodbye" ato "Lady in Waiting", tapi buku doktrin tentang Allah: "Knowing God" karangan J.I. Packer X____X
Bukunya tebel: 370 halaman, gede, en berat juga isinya, perlu konsentrasi penuh bacanya, soalnya klo pikiran melayang kmana-mana pas baca, otomatis ga ngerti, en ga bisa ngeringkas :s

3. Bahan UTS yang BUANYAK
Gw awalnya (pas UTS) agak ngiri sii ngeliat sebagian besar temen-temen gw kok bahannya dikit banget yaaa buat UTS, cuman dikasih 2 pertanyaan dan kemarin udah dicontohin pula jawabannya..
Ga heran mereka kok santai banget pelajarinnya, en ga musti berkutat dengan catetan...
Lah gue? Dikasih 11 soal, en dari situ cuman keluar 5...
Mending gitu yaa pertanyaannya: Sebutkan incomunicable attributes Allah!
Yah jawabannya gampang kan, cuman 4 biji...
Lah iniiii~ pertanyaannya: 
Sebutkan wahyu umum dan wahyu khusus serta keterbatasan dan dampaknya!
Sebutkan definisi penyelidikan alkitab, beserta dengan prinsip-prinsip serta metode-metode yang harus diperhatikan!
Dalam hati gue cuman: eeeeerrrrrrrr -_______-"


Gw awalnya agak males sii ngerjainnya... Ya amppuunnnn, gw major semester ini udah ganti dosen major yang lebih pinter sehingga waktu latihan gw harus diperbanyak, tapiiiii...ini malah dapet banyak tugas yang ngurangin waktu latihan en bikin tugas yang lain... Otomatis waktu gw untuk tidur juga berkurang :(

Tapi setelah UTS, gw ngeliat temen-temen gw dengan dosen yang ngasih 2 pertanyaan itu, ternyat mereka banyaakkkk sekali yang dapet nilai jeblok: bervariasi antara 20 sampe 60... (wlopun ada juga yang dpt 80 dan 90, tp dikit banget)....
Dari situ gw mulai merasa bersyukur banget dapet dosen teologi yang bijak sekali ngasih nilai...
Okelah, susah belajarnya, tetapi sangat worth it dengan nilai yang diberikan...

Gw jadi inget pendeta gw waktu berkotbah, dy ngasih perumpamaan:
Air putih mana yang terasa nikmat? Untuk kita yang lagi ga haus, atau untuk pelari maraton yang abis menyelesaikan pertandingannya?
Jawabannya obvious banget kaann?
Sesuatu yang kelihatannya biasa aja itu bakal terasa nikmat en sangat dihargai kalo kita meraihnya dengan perjuangan...
Gw bangga banget waktu gw dapet nilai UTS gw ternyata di atas 90...
Rasanya pengen lompat-lompat ngitarin UPH en teriak-teriak kesenengan...
Hard work pays off! Gw udah tidur sekitar 4 jam aja buat belajar UTS Teologi itu, en dapet hasil yang memuaskan banget!

Sejak saat itu mata gw terbuka ketika mengikuti pengajarannya, mencoba untuk bersyukur untuk dosen Teologia yang Tuhan kasih buat gw yang memang sengaja BERAT en butuh perjuangan ekstra ngadepinnya...
Setelah UTS, dia mulai ngajar tentang atribut-atribut Allah: Omnipresence (Maha Hadir), Omnipotence (Maha Kuasa), Kasih, Kecemburuan Allah, Allah yang Marah, dan lain-lain...
Yang bikin gw mengagumi dosen ini adalah betapa dia ga cuman pinter, tapi kelihatan kalo dia punya hubungan dengan Allah yang sangat, sangat baik...
Kelihatan loh:
Dosen ato pendeta mana yang punya hubungan dengan Sang Pencipta-nya dengan sangat baik,
mana yang menganggap Tuhan sebagai subjek, bukan OBJEK penelitiannya...
Hal itu keliatan dari caranya berkotbah/memberi pengajaran:
apakah dia berdebar-debar (passionate) ketika menceritakan tentang Allah-nya yang hidup;
apakah dia mengajar dengan sikap rendah hati, atau malah memperlihatkan kehebatannya mengenal banyak doktrin;
apakah dia benar-benar menghidupinya dalam pengalaman hidupnya sehari-hari: mengambil banyak contoh dari kisah-kisah hidupnya, sharing dengan teman-temannya, atau bahkan kotbah/statement dari orang lain, ga cuman dipandang sebagi pengetahuan belaka;
apakah pengajarannya berpusat pada kemuliaan Allah, atau memuliakan diri sendiri? :)

Gw secara pribadi kagum sekali dengan beliau... Sering banget dalam kelasnya gw sampe berkaca-kaca karena banyak kisah-kisahnya yang menyentuh hati dan menyadarkan gw kalau "Allah itu baik!"
Gw coba sharing-kan beberapa kisah dari dia yang gw inget terus sampe sekarang:
1. Waktu itu kita sedang belajar tentang God's Providence (Providensia Allah). Ada 3 cara Allah menjaga dan memelihara ciptaan-Nya, salah satunya adalah concurrence (God is in control of EVERYTHING). Ini berarti Tuhan berkuasa atas affairs of Nation, kejadian-kejadian yang terlihat "random" ato "kebetulan", inanimate creations (awan, hujan, petir, dll...), hingga setiap jengkal kehidupan kita!
Amsal 20:24 mengatakan kalau "Langkah orang ditentukan oleh Tuhan...."
Dia cerita bagaimana banyak orang ketika butuh sejumlah uang, terus tiba-tiba adaaa aja orang yang dikenal (maupun tidak dikenal) yang memberikan sejumlah uang yang persis dibutuhkan!
Gw inget pendeta gw pernah butuh duit buat operasi penyakitnya, dia ga tau mo dapet uang dari mana lagi, kemudian pas dia lagi makan di sebuah restoran, dia ketemu salah satu jemaatnya, mereka ngobrol-ngobrol, trus pisah...
Keesokan harinya, orang itu sms dan bilang kalo dia baru aja dapet berkat trus mau ngebagiinnya ke pendeta itu... Luar biasa! Pendeta gw itu akhirnya dapet cukup uang buat melaksanakan operasinya...
Trus dosen gw cerita, kalo emang temen kampusnya dia pernah lagi jalan-jalan, trus tiba-tiba muncul keinginan dalam hatinya buat ngasih duit berjumlah sekian-sekian ke kotak pos nomor sekian-sekian (secara detailnya!)... Gw denger itu langsung merinding...
Bener banget ternyata kalau Tuhan itu bekerja untuk mencukupkan kebutuhan setiap orang-orang yang dikasihi-Nya. Dan Dia juga bisa melakukannya lewat orang-orang secara random yang bisa mendengar suara-Nya dan melakukannya :)

"Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu 
semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. 
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!"
Mazmur 139:16-17



2. Kemudian kita ngebahas tentang Penderitaan dan segala pertanyaan-pertanyaan yang sering dikatakan orang: "Kalau Tuhan Maha Baik, kenapa Dia tega melihat gw menderita?"
"Kalau Dia Maha Kuasa, kenapa Dia ga sanggup mengobati penyakit gw?"
15 tahun lalu, ada jemaat di gerejanya yang kehilangan putri sulungnya karena penyakit demam berdarah... Waktu itu dia sangat terpukuull sekali, karena penyakit itu seharusnya bisa dicegah apabila dia lebih peka lagi... Dan tentunya, kehilangan anak perempuan tersayangnya adalah sesuatu yang sulit untuk dihadapi di kemudian hari...
Tahun lalu, ada seorang anggota jemaat di gereja yang sama yang ternyata anaknya juga meninggal karena demam berdarah...
Siapa yang bisa menjadi penghibur yang paling efektif?
Tentu saja Bapak yang mengalami penderitaan yang sama dengannya 15 tahun yang lalu!
Salah satu tujuan penderitaan yang dosen gw tekankan adalah: "Untuk menghibur orang lain yang menderita..."
Mungkin kita sekarang mengalami penderitaan yang ga kita ngerti, yang menyakitkan, yang keliatannya ga ada baik-baiknya sama sekali...
Tetapi siapa tahu, dalam 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun lagi, pengalaman kita itu bisa menjadi aset yang berharga untuk menghibur teman kita yang sedang bergumul dengan penderitaan yang sama? :)

"Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah."
(2 Korintus 1: 3-4)



And as for tugas Daily Devotional Reflection itu?
Gw sangat berterima kasih dia ngasih tugas itu ke gw, karena sebelumnya gw sii saat teduh yaaa asal lewat gitu aja, saat teduh buat menuhin kuota en kewajiban, hwhwhw...
Tetapi karena gw diharuskan untuk menulis ringkasan, dan dipaksa untuk merefleksikannya dengan kehidupan gw, renungan yang gw baca itu jadi NYANTOL di kepala, terus menerus gw inget buat jangka waktu yang panjang, bahkan sampai sekarang gw nulis renungan ini, masih banyak renungan dari 5 bulan lalu yang gw inget dan gw sempurnakan terus sampai sekarang.
Bahkan setelah selesai tugas itu, gw terus melakukannya setiap hari: menulis ringkasan saat teduh setiap hari dan merefleksikannya... Cara yang efektif buat benar-benar "merenungkannya siang dan malam" (Mazmur 1:2).

Semester ini gw belajar untuk bersyukur...
Ga cuman bersyukur di atas hal-hal yang obvious: kebutuhan tercukupi, punya banyak sahabat, punya keluarga yang harmonis, diberi kesempatan melayani,
tetapi bahkan untuk hal-hal yang mungkin kelihatannya merepotkan, seperti:
tugas-tugas yang memberatkan :)

"Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap..."
(2 Korintus 8: 2)

Wednesday, November 30, 2011

Bagaimana bisa tau kalo "He/She is THE ONE?"

Truuss... Gmana dong cara cari tahu kalau kita udah siap punya pacar ato enggak?

Sperti yang gw udah bilang di post sebelumnya (klik di sini buat baca lagi),
gw banyak baca buku-buku tentang Relationship and Dating.
Joshua Harris, dalam bukunya "I Kissed Dating Goodbye", mengatakan ada 4 lampu hijau yang harus dimiliki dulu sebelom kita bisa bergerak melampaui persahabatan:

Lampu Hijau 1: Firman Allah.
Ini berarti kesamaan iman. Kalau pasangan kita ga seiman (ga hanya Kristen doang loh ya! Tapi SEIMAN, dalam artian: doktrin yang kita pegang dengan doktrin pasangan kita itu ga ada yang beda! Dalam hal-hal seperti: Injil Keselamatan, Allah Tritunggal, dan lain-lain...), maka lupakan dia! Berhenti sampai di sini. Karena jelas yang alkitab katakan bahwa:
"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya." (2 Korintus 6:11-18)
Ada yang bertanyaa: Knapa siih doi kita harus seimaann? Tapi dia baek banget loohh...
Gw rasa Grace Suryani menjawabnya dengan sangat baik di sini ;)

Lampu Hijau 2: Anda SIAP untuk pernikahan
YES! Pikirkan, kira-kira kalian sudah siap untuk menikah belom? Ini berarti:
siap secara emosi, siap secara batin, siap secara FINANSIAL! Jawab dengan jujur setiap pertanyaan ini sebelum melanjutkan sebuah hubungan.

Lampu Hijau 3: Persetujuan dan Dukungan dari Orang Tua dan Teman-teman Kristen.
Ini berkaitan juga dengan lampu hijau kedua.
Kita hidup di dunia ga sendirian, butuh dukungan dan support dari orang lain: orang tua, kakak adik, dan teman-teman sepelayanan. Kalau mereka tidak men-support hubungan kalian, bakalan banyaakkk sekali kesulitan yang bakal kalian berdua hadapi di masa mendatang.

Lampu Hijau 4: Damai Sejahtera Allah.
Lampu Hijau ini biasanya akan menyala setelah smua lampu hijau di atas sudah kelihatan. Ketika kita sudah berjalan bersama Allah dan kehendak-Nya sama dengan kehendak kita, otomatis akan dirasa damai sejahtera dalam hati kita, ketika menjalani hubungan dengan dia ;)

Teruuussss... Grace Suryani dalam salah satu pertanyaan talkshow-nya mengenai tanda-tanda PH, dia bilang ada beberapa yang bisa dijadikan tanda:
1. Pray, pray, pray!
2. Choose someone that loves Jesus.
3. Harus kudu ada restu izin dari ortu
4. Buka mata lebar-lebar!
5. Take the time test
Baca selengkapnya di sini :))

Mungkin kalian mengernyitkan dahi pas baca ketentuan-ketentuan di atas dan berkata:
"Koq banyak banget siiiii syarat-nyaaa! Emang beneran Alkitab berkata harus seperti itu?"
Jawabannya: Alkitab TIDAK memberikan pesan spesifik tentang memilih pasangan hidup dan tanda-tanda PH yang tepat, atau kapan waktunya kita siap buat pacaran...
Peraturan-peraturan di atas merupakan aturan yang dibuat berdasarkan pengalaman pribadi sang penulis yang kira-kira bisa berguna buat jadi patokan kalian ketika mencari Pasangan Hidup tersebut!

Yang mau gw katakan di sini adalah:
Tuhan bisa memakai BANYAK HAL untuk menyatakan kehendak-Nya!

Kenapa bisa banyak banget rambu-rambu yang Joshua Harris dan Grace Suryani pasang buat menentukan calon PH?
Jawabannya satu: Karena DOSA. (Roma 3:23)
YES! Manusia suka bikin banyak excuse ketika emosinya sudah berkata benar...
"Yaaa... Dia baek sii, ngertiin gue, trus kayaknya nyambuuunnngg banget kalo ngobrol... Dia BEDA dengan orang-orang lain!"
Kebanyakan dari kita terjebak dalam fantasi film-film romantic comedy atau novel-novel romantisnya Meg Cabot dan Nicholas Sparks, sehingga BUTA terhadap realita dan janji yang Tuhan persiapkan kalau kita menjalani hidup (dan PACARAN!) sesuai kehendaknya...
Kita suka keras kepala en ga mau denger omongan Tuhan, sehingga banyaaakk sekali rambu-rambu yang dipasang supaya kita tetep bisa on track sama Tuhan.

Ortu bilang: "Ga cocok, duuhh... koq orangnya gitu yaaa...."
Ato temen-temen sepelayanan bilang: "Cuy, YANG BENER loo mo pacaran sama orang kayak gitu?"
Ato keliatan dari perbuatannya yang suka ngomong ga bener, kelakuannya yang kasar, ato semangatnya yang naik turun, males-malesan klo ngerjain tugas, suka TELAT klo ke kelas;
SUDAH jelas tanda-tandanya kalo orang itu ga deket sama Tuhan, en Tuhan sudah banyak ngomong lewat banyak orang buat negur kita...

Tapiii, apa respon kita?
"Ah enggak kok maamm, dia enggak gitu kookkk..."
"Ah papi ga ngerti apa yang aku mau!!"
"Hahahaha... Yaaa tapi ya sis, dia baekkk banget: mau nganterin buku catetan gue, mau nganterin gue kemana-mana, ngasih hadiah kereeenn banget pas gue ultah, trus klo ngomong di sms tuh unyu-unyu bangeeettt!"
"Ah, enggak, mungkin cuman kebetulan aja kali dia berlaku kayak gitu, di lain hal enggak kok..."

STOP mengisi kepala kita dengan excuse-excuse!
Gw sendiri juga pas lagi kasmaran, rasanyaaa Oh what a wonderful word banget dhe!
Kayaknya dia prince charming yang udah gw tunggu selama belasan tahun ini!

Trus kalian nanya: "Jadi men, klo elu... Gimana cara tau kalo lu belom siap pacaran?"

Pas hari-hari menjelang "penembakan" itu, sang gebetan gw udah memberi tanda-tanda klo dia sudah merencanakan sesuatu yang spesial di hari ultah gw, hahaha...
Mulai dari nanya hari-H-ny ngapaiinn, trus pernah makan di sini atao sini gaaa? (tempat-tempat yang emang unyu-unyu banget), hahaha...
Dan dari situ gw udah persiapan, kira-kira apa yang mau gw jawab pas dia nanya those magical words!
Secara perasaan, gw suka banget sama ni orang..
Iyalaahhh: pinter musik, pinter ngomong, asyik diajak bercanda, supel, ramah, dsb dsb...
Tappiiii, ada something dalam diri gw yang menahan gw supaya bilang "enggak"
Sama kayak lampu hijau Joshua Harris yang ke-4: DAMAI SEJAHTERA ALLAH.
Closer to saying "I do", the more feeling that I wanna say "I don't"

Ga tau kenapa, tapi hati gw bener-bener ga tentram, ketika gw mau mengatakan "iya".
Based by THAT, gw bilang enggak...




Kalian mungkin mengernyitkan dahi dan berkata: "HAAAHHH??? What the heck... cuman gara-gara itu doang?"


Yes! "cuman gara-gara ITU doang" gw menolak pacaran dengan dia :)
Gara-gara ITU doang, gw pelajari ini:


"Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
 (Roma 8:28)

Tekankan kata SEGALA SESUATU!
Dia bisa bekerja lewat teguran ortu, lewat teguran teman-teman sepelayanan, lewat pengalaman-pengalaman pribadi, lewat kotbah, lewat renungan, lewat HATI KITA!
Dia bisa menggunakan SEMUANYA itu supaya kita tetep berada di track yang benar :)

Mungkin bagi gw tandanya yaaa ituuu: perasaan ga damai sejahtera dalam hati...
Buat sahabat gw, dia ditegur lewat buku yang dia baca;
lewat sahabat gw yang lain, dia ditegur lewat kotbah dan jawaban atas doanya...
Luar biasa kan Tuhan bisa menyatakan kehendak-Nya kepada kita?
Tuhan kita adalah Tuhan yang KREATIF!
Dia itu bisa memakai banyak cara dengan keunikan tiap kita supaya kita bisa denger ketika Dia nyatain kehendak-Nya! :)

Ini dia kuncinya!
"Siapakah yang takut akan Tuhan? Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya" (Mazmur 25:12)

Yes! Simple as that! Takut akan TUHAN, jalin hubungan yang luar biasa baiknya sama Tuhan, dan DIA akan menunjukkan jalan (en pasangan hidup) mana yang kalian harus pilih lewat cara-cara-Nya Dia yang UNIK dan berbeda bagi tiap orang :)

Sooo... Let God Writes Your Love Story!
Coz He's the BEST AUTHOR in the whole-wide world! ;)

Tuhan, Gue (Belom) Pengen Punya Pacar :)

Hi guys! Senangnya bisa nulis lagiii~
Kali ini gw akan cerita tentang topik yang bikin orang-orang melek en tak berhenti-henti membicarakannya: CINTA! :) hihihihihi...

Kalian bisa baca di post gw sebelumnya di sini
tentang bagaimana gue dari awal kuliah tidak memiliki intention apapun buat nyari pacar,
en kemudian tidak disangka-sangka setelah bekerja dalam beberapa proyek bareng, kemudian yaaaa jadi makin kenal en ada sesuatu dari orang ini yang BEDA dari orang lain yang bikin gw tertarik :)

Setelah beberapa bulan PDKT, akhirnya sehari setelah tanggal gw ulang tahun itu,
dia ngajak gw makan di luar, ngasih kado, and said those magical words! Yang kepengen banget didenger sama cewek-cewek dari gebetannya, hihihihi...
Dan sama seperti kebanyakan cewek-cewek ituuuu, gue juga seneng banget dengernyaa! Pengen lompat-lompat en teriak rasanya, saking senengnya, haha...

Cuman tetep aja, mo jatuh cinta en seseneng apapun, gw tetep katakan sama diri sendiri:
"Come on Man, coba lu pikir-pikir dulu dhee... Kira-kira lw udah merasa siap jalanin hubungan ini belom? Masih banyak komitmen yang perlu lw tuntasin dulu loh: target mo dapet beasiswa dari kampus, komitmen pelayanan, dan masih banyak lagi..."
Selain ituuuuu... Alasan paling kuat yang bikin gw akhirnya mengatakan "Tidak" adalah karena perbedaan denominasi gereja kita...
Pacaran itu fokusnya buat apa? Menuju pernikahan kan?
Nah, gw tu merindukan punya keluarga yang bisa pergi ke satu gereja bareng-bareng... Jadii, karena kita memang (masih) beda alirannya, jadi gw postponed bisa pacaran dgn dia :(

Sudah hampir 5 bulan berlalu semenjak moment indah tersebut,
Gw baca banyak buku-buku tentang relationship (seperti: "When God Writes Your Love Story" karya Eric & Leslie Ludy, "Tuhan Masih menulis kisah Cinta" karya Grace Suryani dan Stephen Halim, "Boy Meets Girl" karya Joshua Harris --> These are recommended books for you, all the bachelors and bachelorettes out there ;), dan tentang mempersiapkan diri sebelum menjajaki masa-masa pacaran ("I Kissed Dating Goodbye" karya Joshua Harris, dan "Lady in Waiting" by Jackie Kendall and Debby Jones) dan gw mempelajari satu hal:

GUE BELOM SIAP UNTUK PACARAN!!

Yes, I wrote in huge letters to emphasize it, hahaha....
Gw melihat bahwa banyaaakkk sekali hal-hal yang secara pribadi belom matang untuk bisa menjalin sebuah hubungan dengan orang lain...
Gw mikir gini:
Jaga kesehatan sendiri aja belom bisaaa, gimana mo jagain orang lain?
Ngurus diri sendiri aja blom beneeeerr: masih suka lupa naroh barang, suka males makan, males belajar, lupa bawa barang, gimana ntar mo ngurusin orang laiinn??
Ga pacaran aja mood masih ababil, gimana kalo nanti udah menaruh hati di tangan orang lain??
Hahaha... Iyaa, mungkin lucu bacanya, tapi beneran guys,
coba dhe kalian perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering kalian lakukan sehingga menyusahkan diri sendiri dan bertanyalah hal ini:
"Apakah gue siap untuk pacaran? Not the 'romantic I-Love-You' part, 
tetapi bagaimana kita juga harus bisa bertanggung jawab terhadap pasangan kita!"

Buat kisah-kisah gimana caranya gw bisa akhirnya "khilaf" dan menyadari kalau belom saatnya seorang Delicia Mandy pacaran, mungkin nanti akan gw post di lain waktu,
tapi gw nangkep sesuatu dari gimana pedih rasanya menahan untuk tidak berkomitmen dulu dengan seseorang yang gw idam-idamkan ini:

Tuhan bisa memakai banyak hal agar kita bisa menjalani hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Gw saat ini baru bisa bersyukur kalau gw dan dia memiliki denominasi gereja yang berbeda.
Ada 90% kemungkinan gw udah berpacaran sama dia kalau kita ada di aliran gereja yang sama.
Oleh karena denominasi gereja kita berbeda, gw mem-postponed status kita tersebut, dan akhirnya sekarang gw bisa dengan penuh sukacita berkata bahwa: "Jomblo itu ANUGERAH!"

Karena masih single, gw bisa mem-fokuskan diri gw ke banyaaak sekali hal: 
prestasi di kampus, hubungan dengan sahabat-sahabat gw yang lain, hubungan dengan keluarga, hubungan dengan teman-teman sepelayanan.
Karena masih single, gw bisa men-support temen-temen gw yang lain yang masih single untuk bener-bener meraih "puncak keemasan" dari masa-masa jomblo mereka.
And MOST IMPORTANTLY!
Karena masih single, gw bisa memperbaiki hubungan gw dengan Tuhan.
Jujur saja gw belom sepenuhnya bergantung sama Tuhan dalam segala aspek hidup gw: terutama dalam hal berpacaran! Sooo... Sebelom bisa membangun komitmen sama orang lain,
gw sendiri musti memperbaiki fokus hidup gue sama Tuhan... :)


...To be continued here... 
My Love story isn't over yet ;)

Friday, November 25, 2011

Dosenku Rese, Dosenku Sayang :)

Hi guys! Nulis lagi niihh, lagi dapet banyak pengalaman "unik" dalam hidup gw sekarang...
Some of it are unpleasant, tapi percaya terus kalo hidup gw itu di bawah tuntunan Tuhan, so it's going to be alright! :)

Kali ini gw mo cerita sesuatu yang we all can relate to: TEACHERS! hahaha

Suatu saat gw ngiringin temen gw nyanyi dan dinilai oleh seorang dosen...
Dosen itu emang terkenal killer en galak sekaliii, tapi terkenal memang sangat hebat dan bagus kalau ngajar... Dan hingga suatu kali gw mendapat pengalaman ditegur oleh dia :)
Awal2nya temen gw yang ditegur2 terus, mulai dari diksi yang salah, teknik yang salah, tempat bernafas yang ga tepat, jadi bisa dibilang tiap nyanyi 1 bar di-stop trus diulang lagi, hahaha...
Kemudian suatu saat dia bilang ke gw, "Pianis tolong ya jangan kekencengan mainnya, tugas kamu sebagai pengiring saja, jadi musti denger suara vokalisnya..."
Okeh, terus gw pake pedal una corda (pedal kiri yang berfungsi buat meredam suara)...

Trus di tengah-tengah lagu dia negur lagi, "Pianis coba jangan bikin tempo sendiri, makanya temponya sangat lambat, nak..."
Trus gw main dengan tempo lambat...

Hampir sampai ke akhir lagu, dia berdiri dan bilang, "Sudah, sudah, saya aja yang ngiringin..."
Dan akhirnya dia yang main, dan gw berdiri di sampingnya kayak kambing congek :s

HUAAAA~ Coba kalian bayangkan gimanaaaa rasanya di posisi gw ituuu....
Yang dimarahin berkali-kali, kemudian pada akhirnya digeser dari posisi mengiringi, harus berdiri di samping dia dan menunggu dia mengiringi sambil dia mengoreksi kesalahan-kesalahan penyanyinya... Dan lebih parahnya: dia melakukan itu semua DI DEPAN TEMEN-TEMEN GUE :(


Trus malemnya gw bergumul sama Tuhan...
Dengan pikiran tenang dan dengan akal sehat gw mulai mikir lagi kejadian tadi siang...
Dari peristiwa yang menyakitkan tadi gw belajar:
Tiap manusia itu diciptakan segambar dengan Tuhan (Kejadian 1:27), itu berarti dalam hati mereka itu ditanamkan hati nurani untuk bisa merasakan belas kasihan, baik hati, membedakan yang mana yang bener dan yang enggak; hal-hal general yg bisa dirasakan oleh tiap orang, termasuk dosen!
Mungkin kelihatannya mereka GALAK, jahad, tidak berperasaan dalam ngasih tugas, ga sopan negurnya, ato bkin gondog kadang-kadang, tapi kalau ingat-ingat lagi statement awal tadi, tiap manusia diciptakan dengan segambar dengan Tuhan, itu berarti dosen kita juga capable of membedakan yang mana yang bener dan yang enggak...

Gw intropeksi diri, dari teguran-teguran itu gw mengaku salah:
1. Tugas pengiring itu ya mengiringi! Artinya: ga boleh volume suaranya lebih gede bahkan kekecilan daripada suara penyanyinya, tetapi bagaimana keduanya bisa menyatu dan menghasilkan suara yang pas dan blending! Artinya juga: temponya yaaa harus ngikutin penyanyiii, jangan EGOIS en bikin tempo sendiri.. Mengiringi artinya belajar MENDENGARKAN orang lain, bagaimana kita RENDAH HATI dan mengutamakan orang yang kita iringi itu "bersinar" daripada kita :)

2. Teguran soal tempo yang kurang tepat itu membuat gw belajar bahwa kalo ngiringin orang tuh butuh persiapan! Jangan bermodalkan sight reading ajaaa...
Ini mengingatkan gw untuk "melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia" (Kolose 3:23). Lw berbuat sesuatu untuk DIA yang Maha Mulia itu masak setengah-setengah en ga persiapan? Enggak kaann?
Udah ambil komitmen buat ngiringin orang yaaa mbok ya dilatih,
klo penyanyinya suka telat ngasih partitur yaaa ditagih,
trus siapin waktu buat latihan berdua...
Itu baru yang namanya sesuai dengan standar Allah! :)

Setelah gw intropeksi diri di atas, gw akhirnya mendapat "reward" yang sangat indah dan memorable sekali, hahaha:

Waktu itu gw ngiringin lagi, dengan penyanyi dan lagu yang berbeda...
Dia ga komen apa-apa tentang iringan gue, dan ga terlalu permasalahkan soal penyanyinya juga.. Dia akhir lagu dia ngomong, "Kamu (penyanyi) harus tau dengan jelas arah lagunya kemana, kamu nyanyi tanpa tau arahnya cuman asal nyanyi not aja, si pendengar ga akan nangkep maknanya... Coba lihat pianis kamu, dia tahu dengan jelas arah lagunya mau kemana, gaya mainnya kayak gimana, dia mainnya bagus sekali... Dipelajari lagi ya nak..."

YESSS!!! "DIA (pianis kamu) tahu dengan jelas arah lagunya mau kemana, gaya mainnya kayak gimana, dia mainnya bagus sekali... "
WUAAAAA!! Gue yang denger itu rasanya kayak terbang ke langit ke tujuh! Hahaha...
Dosen yang killer itu bisa muji jugaa, dan rasanyaa...wuih, tak terlupakan deh kata-katanya ituuu! *lebay, wkwkwk* xD

Pelajaran terakhir yang gw nangkep dari peristiwa ini adalah:
3. Tiap manusia tahu mana yang bener, dan mana yang salah.
Apalagi dosen, dia kan pasti berpendidikan dan lebih berpengalaman daripada kita, soo...masukan-masukannya pastiiii ada gunanyaa..
Oleh karena itu, ketika ditegur, jangan langsung gondok, keki, ato kesel... Coba telaah dulu makna nasihatnya, benerkah yang dia bilang? Benarkah kita yang salah? Soalnya terkadang ketika ditegur, emosi kita yang bekerja lebih keras untuk marah daripada akal sehat kita untuk dapat "mem-filter" kata-katanya :)
Sooo... Kalau ditegur, terima aja dulu, kemudian intropeksi diri, kira-kira apa yang musti diubah dari diri kita, lakukan itu, dan Tuhan menjamin ini:

"Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan,
tetapi siapa mengindahkan teguran DIHORMATI..."
(Amsal 13:18)

Minggu-minggu ke depannya gue teteepp adaaa aja dimarahin lagi sama si "doi", hahaha...
Gapapa, yang gue ingin hasilkan dari peristiwa ini bukan mendapat pujian dari dia,
tapi bagaimana gue bisa membentuk karakter yang kuat oleh teguran-teguran atau masukan-masukan yang disampaikan oleh orang lain :)

Sooo... Selamat belajar, semuanyaa!
God bless you all ;)

Thursday, November 24, 2011

Tuhaaann, gue sebel sama diaaaa!!

Hahaha... Judulnya unik skali yah setelah dilihat2 lagi :p
Hallo guys! Gw lagi menjelang minggu tenang sblom UAS nii, jadi bisa sempet nulis dhee, haha...
These past few weeks have been crazeehhhh... Tapi tetep harus dijalanin dengan sukacita :)
Gw pengen sharing pengalaman gw dlm beberapa minggu terakhir yang cukup bikin beban pikiran :(

Gw tu orangnya males makan sendirian, jadi kalo mo makan (entah di kampus, gereja, tempat les, latihan) pasti ngajak orang, hahaha...
Naahh, suatu kali gw makan bareng 2 orang temen...
Di tempat kita makan ada suatu band yang main, terus ngeliat salah satu pemainnya bermain dengan rada "lebay" (yaaa namanya juga musisi, kita klo keasyikan main jadi kek orang "sakau", hahahahaha), terus mereka memeragakannya ulang dan jadi bahan candaan.
Mungkin buat mereka itu suatu bahan pembicaraan, bahan yang bisa ditertawakan bareng,
tapi buat gw secara pribadi itu ga sopaaannn banget...
Gue yang ada di situ ngedengernya MARAH BANGET, gue negur mereka:
"Kalian jahat bangeeett... Emang orangnya mainnya kayak gituu, tapi ga bisa dijadikan bahan candaan...."

Trus ada lagi masa dimana mereka lagi kesel sama orang, mereka mulai menjulukinya dengan nama-nama yang ga baik... Oh gosh, gw KESEL BANGET, gue negur lagi!
"Ga bagus tau julukin nama-nama orang kayak gitu..."
"Iya abisnya dia nyebelin men..."
"Ya iya gue tahu dia nyebelin, tapi kan ga bisa jadiin alasan buat julukan nama2... Kalian sendiri ga mau juga kan digituin?"



Gw bergumul en curhat sama Tuhan: "Tuhaann, kenapa siii mereka suka ngobrolin yang kayak gituu? Suka ngejek2 en ngasih julukan buat orang-orang kayak gitu?"
Gw cukup sedih karena dulunya mereka baik-baik saja, en sekarang mereka berubah menjadi seperti ini, well... gw terang-terangan kecewa :(
Hati gue berkata: "Men, lu harusnya simpati sama orang-orang kayak gitu, yang mungkin belom bisa mengerti apa yang mereka perbuat itu salah... Lu lihat keadaan mereka yang mungkin kurang beruntung kayak kamu, yang kurang perhatian dari orang-orang yang mereka cintai, yang bahkan kedua orang tuanya mungkin yang kurang akur ato keluarganya tidak se-harmonis lu, harusnya lu kasih pengertian lebih sama orang-orang kayak mereka..."

Trus gue ngomong lagiii: "Tapi Tuhaann, kapaann dong gue dikasih simpati jugaa?"
Hati gue makin kenceng berkata: "MEN! LU BUTUH APA LAGI? Semuanya udah dikasih sama Tuhan! Keluarga lu berkecukupan, keluarga lu penuh kasih sayang dan mesra, lu dikasih kepintaran, lu bisa kuliah di universitas yang bagus, dapet dosen yang hebat-hebat, en temen-temen sekitar yang sangat menyayangi lu, minta simpati apa lagiiii???"

DEG! Gue langsung nangis, hiks.... Gue salah :(
Alasan gue kesel sama mereka bukan cuman karena mereka emang suka ngomongin orang, tapi emang karena gue haus akan perhatian dari mereka juga...
Tuhan, maafkan aku kalau aku menuntut terlalu banyak dari-Mu, dan buta untuk dapat melihat berkat yang Engkau berikan kepadaku :(
Berikanku hati yang murni dalam melihat kesalahan-kesalahan teman-temanku serta motivasi yang bersih dalam menegur mereka...
Aku terus mendoakan mereka agar mereka menyadari kesalahan mereka dan bertobat dari hal-hal yang ga bener itu.


Senin kemarin (14/11/11) gw baca renungan dari Renungan Harian, dan disitu menceritakan tentang seorang janda yang ditinggal oleh anaknya karena sakit (Lukas 7:11-17)... Tuhan Yesus melihat tangisan janda itu merasa iba dan membangkitkan kembali anaknya karena anak itu merupakan tempat menggantungkan hidupnya.

Gw belajar hal ini:
Jangan pernah berpegang en bersandar sepenuhnya pada manusia, siapapun itu: sahabat karib, pasangan hidup, pacar, orang tua, kakak adik, siapapun juga...
Karena mereka pasti bisa mengecewakan kita, membuat kita down, dan yang paling pasti: mereka TIDAK KEKAL, suatu saat mereka pasti akan hilang dari hidup kita...
Mereka bisa berubah menjadi sosok yang terkadang menyebalkan, berbeda dari ekspektasi kita, dan mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati kita.
Maka berharaplah pada sumber kehidupan, yaitu Yesus,
DIA yang selalu mampu dan mau memedulikan kita...
DIA yang kekal dan TIDAK PERNAH BERUBAH...

God allows us to go through struggles
so that we can come out of our troubles and be able to say:
"HIS GRACE IS ENOUGH FOR ME..."
(2 Corinthians 12:9)

Setelah menyadari hal ini, gue mulai bangkit lagi,
dan mulai perlahan-lahan bisa memaafkan mereka...
Walaupun gw ga menyetujui apa yang mereka lakukan itu,
tapi gue tetap harus belajar mengasihi mereka karena memang mengasihi adalah perintah yang diberikan Tuhan kepada kita :)
*huft, ngomong sih gampang, tapi jalaninnya rada berat dan terseok-seok juga, hahaha*

Hate the sin, but not the sinner! ;)

Thursday, November 10, 2011

Cinta pada pandangan pertama

Hi guyss! Lagi dapet banyak berkat rohani, jadi makin pengen sharing niihh, hihihihi :)
Gw lagi baca "Lady in Waiting" yang dikarang oleh Jackie Kendall & Debbie Jones.
Sebenarnya judul di atas pengen gw bikin: "Wanita yang Bijaksana", berdasarkan judul chapter 4-nya dia... Tapi keknya klo judulnya gitu kek kesannya berat dhe, trus ntar ga banyak yang tertarik, jadi ganti dhe judulnya jadi yang lebih "kontroversial", hohohohoho.... :p

Gw sendiri siiih ga setuju sama statement di atas: "Cinta pada Pandangan Pertama"
Kata "cinta" di jaman sekarang ini sudah mengalami degradasi, cinta itu didefinisikan sebagai: perasaan berbunga-bunga ketika ketemu dia, perasaan kangen, perasaan pengen slalu deket-deket dia, en perasaan-perasaan lain yang cuman sebatas hawa nafsu sesaat saja...
Dunia tidak lagi mengenal arti cinta yang sebenarnya: sabar, murah hati, tidak sombong, tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri, tidak pemarah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (1 Korintus 13:4-5)

Kenapa siii banyak orang percaya terhadap "cinta pada pandangan pertama"?
Ini karena kebanyakan orang melihatnya pada PANDANGAN saja, apa yang dilihat oleh mata:
wajah yang cantik/ganteng, merk baju/sepatu/arloji yang dipakai, mobil yang dibawa, tubuh molek, berbakat (main piano/berpidato/bernyanyi), et cetera et cetera....
Hal ini yang menyebabkan mereka percaya kalau mereka bisa menciptakan kisah cinta yang sempurna dengan memperlihatkan dirinya yang kelihatan dalam pandangan orang lain itu secara sempurna...
Kisah-kisah serta film-film Hollywood telah memperlihatkan kepada kita bahwa dengan tubuh yang kurus, wajah yang molek, serta kekayaan yang tiada batas itu dapat membuat kita memancing pasangan hidup yang tepat.

Banyak wanita lajang memandang dirinya sebagai kulit tiram buruk rupa di pantai-pantai kehidupan, tertimpa pencobaan dan masalah-masalah yang muncul karena tidak menikah. Lebih buruknya lagi, mereka membandingkan ekterior mereka yang keras dengan semua kerang indah di sekitar mereka (Lady in Waiting, hal. 58). Pada akhirnya mereka menghabiskan uang dan waktu yang sangat banyak untuk "mempermak" habis tubuh mereka agar ada pria yang memberi perhatian pada mereka: mulai dari diet ketat, operasi plastik, make up, dan lain-lain...

Coba kita lihat bagaimana Rut menangkap perhatian Boas.. Apakah rambutnya yang indah dan menawan? Tidak! Jawabannya terlihat dalam tanggapan Boas terhadap pertanyaan Rut dalam pasal 2:
Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"
Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. (Rut 2:10-11)
Boas tertarik pada kebajikan dan karakter yang dinyatakan dalam kehidupan Rut. Seorang wanita yang penuh kebajikan adalah sesuatu yang tidak dapat ditolak oleh pria yang saleh!

Sayangnya, banyak perempuan jaman sekarang lebih takut pada jerawat, lemak, wajah yang berminyak, serta rambut kering daripada takut akan Tuhan..
Waktu kalian menggambarkan pria yang sempurna, seperti apakah pangeran itu? Pria yang mengabdi pada Allah-kah: mau diajar, setia, lemah lembut, dan baik?
Seperti apakah wanita yang menurut kalian mau dinikahi oleh pria seperti ini? Seorang wanita yang dangkal atau seorang wanita yang tahu bagaimana berpakaian dan menawan perhatian pria-pria lain? Wanita inikah yang ia bayangkan dan ia ingini untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama-menjadi ibu dari keturunannya? TIDAK MUNGKIN!

Gw pengen sharing sedikit juga tentang pengalaman gw yang membuktikan kalau kisah yang indah itu tidak dimulai dari ketertarikan fisik dan "pandangan pertama"
Gw pertama kali masuk kampus UPH dengan ketetapan dan juga no intention buat nyari pacar. Gw kuliah buat belajar, bukan buat nyari cowok :p
Ehh... Tak disangka ternyata rencana gw ga slalu berjalan sesuai harapan gw, haha...

Pas mata kuliah "Leadership", kita disuruh buat kelompok untuk kegiatan Service Learning (membagikan pelajaran yang kita dapet di kampus buat orang-orang yang kurang beruntung; di panti asuhan, panti jompo, dan lain-lain). Dosennya menyuruh kami untuk memilih orang sendiri. Well, gw pilih temen-temen yang duduknya deket sama gw saat itu...
Pas berjalannya Service Learning, gw pertama-tama takut tuh: "Gimana yaaa kalo nanti krik-krik suasananya" ato "Gimana kalo nanti malahan anak-anaknya bandel n ga bisa diatur?"
Pokoknya banyak dhe ketakutan-ketakutan gw yang terpikirkan...
Tapi ternyata ada satu pribadi yang awalnya gw kenal sebagai orang yang pecicilan, agak sedikit ribut, bawel, en sedikit nyebelin, yang bisa mengatur Service Learning itu akhirnya berjalan tanpa ada satupun ketakutan gw yang terjadi. Dia yang berhasil memotivasi anak-anak untuk mengikuti acara dengan baik, dia yang berhasil membawa suasana agar menyenangkan, dan dia yang berhasil membawa sukacita agar anak-anak itu juga merasakan kedatangan kami sebagai suatu kunjungan yang menyenangkan...
Dari situ tuuhhh mulai dehhhh ada "rasa-rasa".... *dikira permen kali, rasa-rasa, wkwkwk* :P

Setelah berjalannya waktu, gw makin mengenal dia lewat Service Learning berikut2nya, kerja kelompok lain, serta proyek bareng dan melihat bahwa dia adalah pria yang BERBEDA dari yang lain:
Pria yang punya bisa memimpin, ga cuman diri sendiri, tapi juga orang lain...
Pria yang punya strong will (ketetapan keras) untuk sukses...
Pria yang mau kerja keras...
Pria yang rela berkorban..
Pria yang bikin tiap cewek yang kenal sama dia bisa bilang: "Gw mau punya suami kayak lo!"
*Gw ga boong nii!! Soalnya emang ada yang beneran ngomong gitu sama dia, hahahahaha*

Gw sendiri juga pribadi bersikukuh dengan tujuan awal gw kuliah itu: ga mo nyari pacaaarr!!
Tapi ternyata memang banyak kejadian-kejadian yang membuat kita emang jadi saling mengenal, makin deket, en tumbuh perasaan yang lebih dari seorang temen doang....

Pas gw nanya, "Emang lw suka gw karena apa sih?"
"Karena kamu kalau menolong orang tuh tulus, ga pernah minta imbalan, ga pernah minta balesan.. En pertolongan itu kamu lakukan dengan sungguh-sungguh, ga stengah2 asal jadi, 'asal gw nolong aja' gitu, tapi bener-bener kerjain dengan sepenuh hati... Trus ya men... Kamu tuh kalau mengasihi orang juga ga pernah milih-milih... Kamu kalo mengasihi orang bener-bener tulus juga.. Mo orangnya jaat, orangnya ga respect, orangnya membosankan, tapi kamu tetep respect en mengasihi dia juga...
Gw juga ngerasa sii ya men.. Cinta itu bukan 100% pada pandangan pertama, tapi 10% pada pandangan pertama en terus bertambah setiap harinya..."

Lihat kan guys? Tipe cewek seperti apa yang bisa menarik perhatian seorang laki-laki yang baik?
Gw mungkin ga secantik temen-temen gw yang lain...
Rambut gw mungkin ga sepanjang en sebagus temen-temen gw yang lain...
Dress/pakaian gw mungkin ga semahal en sebagus temen-temen gw yang lain...
Gw mungkin ga suka pake make-up, en perawatan-perawatan gitu...
Gw mungkin makannya lumayan banyak, yang menyebabkan agak gemuk :p hwhwhw
Tapi dia GA PEDULI terhadap semuanya itu... Kenapa?
Karena bukan faktor-faktor itu yang membuat gw attractive di mata dia...
Muka, wajah, kekayaan, make up, semuanya bakal luntur semakin bertambahnya usia, tetapi "manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lebut dan tenteram...sangat berharga di mata Allah (dan pria-pria yang takut akan Allah juga, tentunya)!" (1 Petrus 3:4)

Sampai sekarang kita emang ga pacaran dulu, karena masalah denominasi gereja en selama masa penantian ini kita gunakan untuk menjalin persahabatan yang murni yang ketemuan sekali-sekali buat sharing berkat rohani yang didapet dari buku, kotbah, saat teduh, pengalaman kehidupan sendiri, maupun kesaksian orang lain :)
Dan semakin-semakin hari, perasaan itu terus bertumbuh dan ga bisa disangkali lagi, kalau itu terjadi karena kita berdua terus men-support dan mendorong satu sama lain untuk semakin tahu kehendak Tuhan...
Mungkin ada kalanya gw mengalami bad hair day...
Mungkin ada kalanya gw ga punya baju bagus lagi, jadi pake baju biasa yang sisa...
Mungkin ada kalanya muka gw rada sedikit kering jadi sedikit terkopek...
Tapi gw ga pernah minder deket-deket dia...
Karena gw tahu, dia melihat jauh daripada apa yang dilihat mata :)

So... Gimana nii caranya supaya kita bisa mempermak inner beauty kita?
Pertama, Efesus 4:30a mengatakan: "Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah"
Ini berarti dalam setiappp perbuatan kita dari pagi bangun tidur sampe malem pas udah mau tidur, fokuskan setiap perbuatan kita untuk menyenangkan hati Allah, bukan menyenangkan kesenangan pribadi, ataupun kesenangan gebetan kita...

Kemudian dalam Efesus 5:19 mengatakan: "hendaklah kamu penuh dengan Roh."
Ini berarti untuk dipenuhi dengan Roh Kudus kita harus terlebih dahulu menjadi kosong akan diri kita sendiri dan dipenuhi oleh Allah. Berilah Roh Kudus kemudi utama dalam hidup kita. Ini menyangkal diri sendiri, yang tadinya masih berfokus pada "mempermak kecantikan luar", sekarang berfokus pada "mempermak kecantikan dalam", agar sesuai dengan kehendak Tuhan.

SULIT? Jelas! Apalagi ketika di sekitar hidup kita terus dibayangi en dituntut supaya terus-terusan terlihat cantik... Ya jelas, merawat tubuh itu perlu! Tapi tentunya dalam proporsi yang sesuai... Hendaklah kecantikan dalam diri kita lebih menjadi fokus utama dibandingkan dengan kecantikan yang semu dan mudah hilang itu :)

Soooo... Selamat "mempercantik" diri, gals! ;)

Friday, November 4, 2011

Cinnamon Roll :)

Hi guys! Hari ini pengen cerita lagi! Hihihi...
G tau kenapa akhir-akhir ini dapet ekstra kerinduan (en ekstra tenaga, tentunya! haha) buat nulis... Sooo.. Here it goes! :)

Jumat, 4 November 2011
Gw nge-kos di Karawaci, jadi tiap Senin pergi bareng papi ke kampus, nginep di Karawaci, trus Jumat malam baru dijemput..
Kebetulan Jumat ini papi lagi tugas di luar kota, jadi ga bisa jemput.. Mami minta pulang hari Jumat karena adek jg ada retret jadi sepi di rumah, minta ditemenin, hwhwhw...
Akhirnya gw nyari temen yang bisa dijadikan tebengan sampai di Kelapa Gading...
Dy bilang bakal balik jam 5, jadi yaa gw langsung beres2 paginya dari rumah, bawa bundel2an, buku2, en barang2 yg mo di bawa ke Gading. Gw pergi membawa barang2 sebejibun itu ke
kampus dulu karena ada kelas pagi, jam 9 sampai jam 11...

Kemudian gw ngikut Student Fellowship (semacam kebaktian rutin buat mahasiswa di sana) sampai jam stengah 2..
Kemudian gw latihan piano, mengejar bahan2 major piano yang masih ble'e ble'e, hahaha :p
Sorenya, sekitar jam 5 kurang 15 baru jalan menuju apartemennya dia..

Gw BBM, "Gw udah di lobby apartemen lw ya!" :)
Trus beberapa saat kemudian dia nelpon.... Dia udah ada dalam perjalanaaaann!!
Huaaaaa~ Gw sempet syok, it felt very surreal...
Hal yang pertama gw rasain bukan kesel, bukan marah, tapi kecewa en sedih...
Koq bisa-bisanya dy ngelupain... Rasanya pengen nangis, apalagi mengingat mami di rumah sendirian ditinggal papi ke luar kota en adek yang retret... (Tapi malu kaann nangis di lobby apartemen, wkwkwk...)Tapi akhirnya yawda, mo diapain lagi... Belajar memaafkan, orang kan juga bisa lupa (termasuk gw, wkwkwk...)

Ternyata kalau kita mau ngeliat setiap kejadian dalam kehidupan kita itu pasti tidak lepas dari kehendak Tuhan... Wlopun "kelihatannya" gw kek sial banget yaa hari itu... Udah bawa barang banyak banget, dilupain, trus ga jadi pulang ke Gading, balik lagi ke kosan bawa barang banyak-banyak... Tapi setelah gw tenangin diri, gw mikir,
"Coba gw ga pulang bareng temen gw yang itu hari ini... Mungkin gw ga akan bakal dapet jeda waktu yang panjang itu (dari stengah 2-5 sore) buat latihan piano..."
Mana lagu gw susah banget, en dari kemarin ga sempet2 latihan krn sibuk ngurus tugas en acara2 lainnya... Ehhh... ternyata hari itu Tuhan kasih kesempatan buat gw untuk "membayar utang" latihan minggu itu pada hari Jumat :)

PLUS! Dari kemarin tuh yaaa.. Gw ngidem banget "Cinnamon Roll" (sejenis roti gitu yang pake kayu manis) yang dijual di bakery di mall... Dari kemarin tu roti abiissss terus.. Klo ga pas gw dateng blom mateng batch selanjutnya, jadi emang g pernah jodoh buat nyicipin :(
NAAHH.. Karena gw balik ke kosan pake bus yang di mal, ternyata gw berhasil mencicipinya! Hohohohoho *senang* :))
Luar biasa yaaa Tuhan kita... Dia bisa memakai kejadian-kejadian yang kelihatannya "apes" en "sial" jadi sesuatu yang berguna buat memperbaiki diri kita sendiri :)

Adakah kejadian-kejadian semacam ini terjadi dalam hidup kalian?
Peristiwa yang kelihatannya "memberatkan", melelahkan, bikin kesel, sebel, yang tadinya udah berharap tinggi, eehh.. ekspektasinya dihancurkan....
Percaya dhe, kalau ga sekarang, suatu saat nanti..kalian bakal ngomong sama diri sendiri:
"Ooohh... Ini toh yang Tuhan mau kerjakan dalam peristiwa kemarin itu!"
Soo.. Jangan cepet sedih, mengeluh, atau putus asa, guys!
Tuhan itu BAIK dan MAHA KUASA, segala sesuatu yang terjadi di kehidupan kita GA akan lepas dari genggaman-Nya :)

"Allah akan memenuhi segala keperluanmu
menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."
(Filipi 4:19)