Wednesday, November 30, 2011

Bagaimana bisa tau kalo "He/She is THE ONE?"

Truuss... Gmana dong cara cari tahu kalau kita udah siap punya pacar ato enggak?

Sperti yang gw udah bilang di post sebelumnya (klik di sini buat baca lagi),
gw banyak baca buku-buku tentang Relationship and Dating.
Joshua Harris, dalam bukunya "I Kissed Dating Goodbye", mengatakan ada 4 lampu hijau yang harus dimiliki dulu sebelom kita bisa bergerak melampaui persahabatan:

Lampu Hijau 1: Firman Allah.
Ini berarti kesamaan iman. Kalau pasangan kita ga seiman (ga hanya Kristen doang loh ya! Tapi SEIMAN, dalam artian: doktrin yang kita pegang dengan doktrin pasangan kita itu ga ada yang beda! Dalam hal-hal seperti: Injil Keselamatan, Allah Tritunggal, dan lain-lain...), maka lupakan dia! Berhenti sampai di sini. Karena jelas yang alkitab katakan bahwa:
"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya." (2 Korintus 6:11-18)
Ada yang bertanyaa: Knapa siih doi kita harus seimaann? Tapi dia baek banget loohh...
Gw rasa Grace Suryani menjawabnya dengan sangat baik di sini ;)

Lampu Hijau 2: Anda SIAP untuk pernikahan
YES! Pikirkan, kira-kira kalian sudah siap untuk menikah belom? Ini berarti:
siap secara emosi, siap secara batin, siap secara FINANSIAL! Jawab dengan jujur setiap pertanyaan ini sebelum melanjutkan sebuah hubungan.

Lampu Hijau 3: Persetujuan dan Dukungan dari Orang Tua dan Teman-teman Kristen.
Ini berkaitan juga dengan lampu hijau kedua.
Kita hidup di dunia ga sendirian, butuh dukungan dan support dari orang lain: orang tua, kakak adik, dan teman-teman sepelayanan. Kalau mereka tidak men-support hubungan kalian, bakalan banyaakkk sekali kesulitan yang bakal kalian berdua hadapi di masa mendatang.

Lampu Hijau 4: Damai Sejahtera Allah.
Lampu Hijau ini biasanya akan menyala setelah smua lampu hijau di atas sudah kelihatan. Ketika kita sudah berjalan bersama Allah dan kehendak-Nya sama dengan kehendak kita, otomatis akan dirasa damai sejahtera dalam hati kita, ketika menjalani hubungan dengan dia ;)

Teruuussss... Grace Suryani dalam salah satu pertanyaan talkshow-nya mengenai tanda-tanda PH, dia bilang ada beberapa yang bisa dijadikan tanda:
1. Pray, pray, pray!
2. Choose someone that loves Jesus.
3. Harus kudu ada restu izin dari ortu
4. Buka mata lebar-lebar!
5. Take the time test
Baca selengkapnya di sini :))

Mungkin kalian mengernyitkan dahi pas baca ketentuan-ketentuan di atas dan berkata:
"Koq banyak banget siiiii syarat-nyaaa! Emang beneran Alkitab berkata harus seperti itu?"
Jawabannya: Alkitab TIDAK memberikan pesan spesifik tentang memilih pasangan hidup dan tanda-tanda PH yang tepat, atau kapan waktunya kita siap buat pacaran...
Peraturan-peraturan di atas merupakan aturan yang dibuat berdasarkan pengalaman pribadi sang penulis yang kira-kira bisa berguna buat jadi patokan kalian ketika mencari Pasangan Hidup tersebut!

Yang mau gw katakan di sini adalah:
Tuhan bisa memakai BANYAK HAL untuk menyatakan kehendak-Nya!

Kenapa bisa banyak banget rambu-rambu yang Joshua Harris dan Grace Suryani pasang buat menentukan calon PH?
Jawabannya satu: Karena DOSA. (Roma 3:23)
YES! Manusia suka bikin banyak excuse ketika emosinya sudah berkata benar...
"Yaaa... Dia baek sii, ngertiin gue, trus kayaknya nyambuuunnngg banget kalo ngobrol... Dia BEDA dengan orang-orang lain!"
Kebanyakan dari kita terjebak dalam fantasi film-film romantic comedy atau novel-novel romantisnya Meg Cabot dan Nicholas Sparks, sehingga BUTA terhadap realita dan janji yang Tuhan persiapkan kalau kita menjalani hidup (dan PACARAN!) sesuai kehendaknya...
Kita suka keras kepala en ga mau denger omongan Tuhan, sehingga banyaaakk sekali rambu-rambu yang dipasang supaya kita tetep bisa on track sama Tuhan.

Ortu bilang: "Ga cocok, duuhh... koq orangnya gitu yaaa...."
Ato temen-temen sepelayanan bilang: "Cuy, YANG BENER loo mo pacaran sama orang kayak gitu?"
Ato keliatan dari perbuatannya yang suka ngomong ga bener, kelakuannya yang kasar, ato semangatnya yang naik turun, males-malesan klo ngerjain tugas, suka TELAT klo ke kelas;
SUDAH jelas tanda-tandanya kalo orang itu ga deket sama Tuhan, en Tuhan sudah banyak ngomong lewat banyak orang buat negur kita...

Tapiii, apa respon kita?
"Ah enggak kok maamm, dia enggak gitu kookkk..."
"Ah papi ga ngerti apa yang aku mau!!"
"Hahahaha... Yaaa tapi ya sis, dia baekkk banget: mau nganterin buku catetan gue, mau nganterin gue kemana-mana, ngasih hadiah kereeenn banget pas gue ultah, trus klo ngomong di sms tuh unyu-unyu bangeeettt!"
"Ah, enggak, mungkin cuman kebetulan aja kali dia berlaku kayak gitu, di lain hal enggak kok..."

STOP mengisi kepala kita dengan excuse-excuse!
Gw sendiri juga pas lagi kasmaran, rasanyaaa Oh what a wonderful word banget dhe!
Kayaknya dia prince charming yang udah gw tunggu selama belasan tahun ini!

Trus kalian nanya: "Jadi men, klo elu... Gimana cara tau kalo lu belom siap pacaran?"

Pas hari-hari menjelang "penembakan" itu, sang gebetan gw udah memberi tanda-tanda klo dia sudah merencanakan sesuatu yang spesial di hari ultah gw, hahaha...
Mulai dari nanya hari-H-ny ngapaiinn, trus pernah makan di sini atao sini gaaa? (tempat-tempat yang emang unyu-unyu banget), hahaha...
Dan dari situ gw udah persiapan, kira-kira apa yang mau gw jawab pas dia nanya those magical words!
Secara perasaan, gw suka banget sama ni orang..
Iyalaahhh: pinter musik, pinter ngomong, asyik diajak bercanda, supel, ramah, dsb dsb...
Tappiiii, ada something dalam diri gw yang menahan gw supaya bilang "enggak"
Sama kayak lampu hijau Joshua Harris yang ke-4: DAMAI SEJAHTERA ALLAH.
Closer to saying "I do", the more feeling that I wanna say "I don't"

Ga tau kenapa, tapi hati gw bener-bener ga tentram, ketika gw mau mengatakan "iya".
Based by THAT, gw bilang enggak...




Kalian mungkin mengernyitkan dahi dan berkata: "HAAAHHH??? What the heck... cuman gara-gara itu doang?"


Yes! "cuman gara-gara ITU doang" gw menolak pacaran dengan dia :)
Gara-gara ITU doang, gw pelajari ini:


"Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
 (Roma 8:28)

Tekankan kata SEGALA SESUATU!
Dia bisa bekerja lewat teguran ortu, lewat teguran teman-teman sepelayanan, lewat pengalaman-pengalaman pribadi, lewat kotbah, lewat renungan, lewat HATI KITA!
Dia bisa menggunakan SEMUANYA itu supaya kita tetep berada di track yang benar :)

Mungkin bagi gw tandanya yaaa ituuu: perasaan ga damai sejahtera dalam hati...
Buat sahabat gw, dia ditegur lewat buku yang dia baca;
lewat sahabat gw yang lain, dia ditegur lewat kotbah dan jawaban atas doanya...
Luar biasa kan Tuhan bisa menyatakan kehendak-Nya kepada kita?
Tuhan kita adalah Tuhan yang KREATIF!
Dia itu bisa memakai banyak cara dengan keunikan tiap kita supaya kita bisa denger ketika Dia nyatain kehendak-Nya! :)

Ini dia kuncinya!
"Siapakah yang takut akan Tuhan? Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya" (Mazmur 25:12)

Yes! Simple as that! Takut akan TUHAN, jalin hubungan yang luar biasa baiknya sama Tuhan, dan DIA akan menunjukkan jalan (en pasangan hidup) mana yang kalian harus pilih lewat cara-cara-Nya Dia yang UNIK dan berbeda bagi tiap orang :)

Sooo... Let God Writes Your Love Story!
Coz He's the BEST AUTHOR in the whole-wide world! ;)

Tuhan, Gue (Belom) Pengen Punya Pacar :)

Hi guys! Senangnya bisa nulis lagiii~
Kali ini gw akan cerita tentang topik yang bikin orang-orang melek en tak berhenti-henti membicarakannya: CINTA! :) hihihihihi...

Kalian bisa baca di post gw sebelumnya di sini
tentang bagaimana gue dari awal kuliah tidak memiliki intention apapun buat nyari pacar,
en kemudian tidak disangka-sangka setelah bekerja dalam beberapa proyek bareng, kemudian yaaaa jadi makin kenal en ada sesuatu dari orang ini yang BEDA dari orang lain yang bikin gw tertarik :)

Setelah beberapa bulan PDKT, akhirnya sehari setelah tanggal gw ulang tahun itu,
dia ngajak gw makan di luar, ngasih kado, and said those magical words! Yang kepengen banget didenger sama cewek-cewek dari gebetannya, hihihihi...
Dan sama seperti kebanyakan cewek-cewek ituuuu, gue juga seneng banget dengernyaa! Pengen lompat-lompat en teriak rasanya, saking senengnya, haha...

Cuman tetep aja, mo jatuh cinta en seseneng apapun, gw tetep katakan sama diri sendiri:
"Come on Man, coba lu pikir-pikir dulu dhee... Kira-kira lw udah merasa siap jalanin hubungan ini belom? Masih banyak komitmen yang perlu lw tuntasin dulu loh: target mo dapet beasiswa dari kampus, komitmen pelayanan, dan masih banyak lagi..."
Selain ituuuuu... Alasan paling kuat yang bikin gw akhirnya mengatakan "Tidak" adalah karena perbedaan denominasi gereja kita...
Pacaran itu fokusnya buat apa? Menuju pernikahan kan?
Nah, gw tu merindukan punya keluarga yang bisa pergi ke satu gereja bareng-bareng... Jadii, karena kita memang (masih) beda alirannya, jadi gw postponed bisa pacaran dgn dia :(

Sudah hampir 5 bulan berlalu semenjak moment indah tersebut,
Gw baca banyak buku-buku tentang relationship (seperti: "When God Writes Your Love Story" karya Eric & Leslie Ludy, "Tuhan Masih menulis kisah Cinta" karya Grace Suryani dan Stephen Halim, "Boy Meets Girl" karya Joshua Harris --> These are recommended books for you, all the bachelors and bachelorettes out there ;), dan tentang mempersiapkan diri sebelum menjajaki masa-masa pacaran ("I Kissed Dating Goodbye" karya Joshua Harris, dan "Lady in Waiting" by Jackie Kendall and Debby Jones) dan gw mempelajari satu hal:

GUE BELOM SIAP UNTUK PACARAN!!

Yes, I wrote in huge letters to emphasize it, hahaha....
Gw melihat bahwa banyaaakkk sekali hal-hal yang secara pribadi belom matang untuk bisa menjalin sebuah hubungan dengan orang lain...
Gw mikir gini:
Jaga kesehatan sendiri aja belom bisaaa, gimana mo jagain orang lain?
Ngurus diri sendiri aja blom beneeeerr: masih suka lupa naroh barang, suka males makan, males belajar, lupa bawa barang, gimana ntar mo ngurusin orang laiinn??
Ga pacaran aja mood masih ababil, gimana kalo nanti udah menaruh hati di tangan orang lain??
Hahaha... Iyaa, mungkin lucu bacanya, tapi beneran guys,
coba dhe kalian perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering kalian lakukan sehingga menyusahkan diri sendiri dan bertanyalah hal ini:
"Apakah gue siap untuk pacaran? Not the 'romantic I-Love-You' part, 
tetapi bagaimana kita juga harus bisa bertanggung jawab terhadap pasangan kita!"

Buat kisah-kisah gimana caranya gw bisa akhirnya "khilaf" dan menyadari kalau belom saatnya seorang Delicia Mandy pacaran, mungkin nanti akan gw post di lain waktu,
tapi gw nangkep sesuatu dari gimana pedih rasanya menahan untuk tidak berkomitmen dulu dengan seseorang yang gw idam-idamkan ini:

Tuhan bisa memakai banyak hal agar kita bisa menjalani hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Gw saat ini baru bisa bersyukur kalau gw dan dia memiliki denominasi gereja yang berbeda.
Ada 90% kemungkinan gw udah berpacaran sama dia kalau kita ada di aliran gereja yang sama.
Oleh karena denominasi gereja kita berbeda, gw mem-postponed status kita tersebut, dan akhirnya sekarang gw bisa dengan penuh sukacita berkata bahwa: "Jomblo itu ANUGERAH!"

Karena masih single, gw bisa mem-fokuskan diri gw ke banyaaak sekali hal: 
prestasi di kampus, hubungan dengan sahabat-sahabat gw yang lain, hubungan dengan keluarga, hubungan dengan teman-teman sepelayanan.
Karena masih single, gw bisa men-support temen-temen gw yang lain yang masih single untuk bener-bener meraih "puncak keemasan" dari masa-masa jomblo mereka.
And MOST IMPORTANTLY!
Karena masih single, gw bisa memperbaiki hubungan gw dengan Tuhan.
Jujur saja gw belom sepenuhnya bergantung sama Tuhan dalam segala aspek hidup gw: terutama dalam hal berpacaran! Sooo... Sebelom bisa membangun komitmen sama orang lain,
gw sendiri musti memperbaiki fokus hidup gue sama Tuhan... :)


...To be continued here... 
My Love story isn't over yet ;)

Monday, November 28, 2011

Meeennnn, pinjem buku doooonggg!!

Hi guuyysss! Thanks God dikasih kesempatan buat nulis lagiiii~
Dari kemarin renungannya bagus2 banget, jadi pengen nulis terus rasanya, hahahaha...

Hari ini, di Renungan Harian, judul renungannya adalah "Mewariskan Kerinduan"
Kisahnyaaa, si Daud nii ga diperbolehkan oleh Tuhan untuk membangun bait suci karena banyaknya peperangan yang telah dia lakukan (1 Tawarikh 22:8), makanya ia mewariskan kerinduan tersebut kepada anaknya, Salomo. Meski tugas sudah diwariskan, Daud tidak tinggal diam. Ia ikut mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pembangunan. Meski Salomo yang mendapat pujian, Daud tak peduli.
Baginya, mendapat nama bukanlah tujuannya. Daud rela menjadi orang yang bekerja di belakang layar...


Mungkin kita sedang bekerja di "belakang layar", mungkin hanya sedikit orang yang tahu kiprah kita, mungkin pekerjaan kita terlihat kecil. Namun sangat mungkin, pekerjaan kita yang di balik layar justru mempersiapkan sebuah pekerjaan yang berdampak besar di kemudian hari.
Meski tak terlihat, sangat penting bekerja di balik layar melaksanakan bagiannya dengan sungguh-sungguh. Sebab itu, mari kita lakukan dengan sungguh-sungguh setiap kepercayaan yang kita emban, dengan hati mengasihi DIA.
Sumber: http://renunganharian.net/index.php/2011/11-november/89-mewariskan-kerinduan

Gue bingung pada awalnya mo refleksiin renungan ini kayak gimanaaa, soalnya sekarang sii di acara Natal (Puji Tuhan) gue kebagian jadi pelayan mimbar lagii, jadi bingung dhe, maksudnya kerja di belakang layar apaaa yaaa, Tuhaannn??


Terus pikiran gw melayang ke buku bacaan yang gw baca tadi siang:
"Perjalanan Cinta yang Teruji" karangan David W.F. Wong.
Dia adalah seorang pendeta di Singapura yang sudah melayani konseling pra nikah untuk 250 lebih pasangan. Dari situ ia menulis pengalaman-pengalamannya dalam buku ini untuk mengatasi pergumulan para pasangan agar memasuki (atau mencegah) sebuah pernikahan yang takkan disesali.
Ada pasangan yang bergumul melalui perbedaan umur yang sangat jauh (cowoknya 5 tahun lebih muda daripada ceweknya), calon suami yang terlalu bergantung pada sang ibu dalam memutuskan suatu keputusan, seks pra nikah, pasangan yang tidak seiman, dan karakter cewek yang terlalu dominan dibanding dengan cowoknya...
Di situ ia memaparkan bagaimana dia berhasil berbincang-bincang dengan tiap pasangan tersebut, bertemu secara rutin, berdoa bersama, dan mencari penyelesaian masalah tersebut...
Ada yang pada akhirnya membatalkan pernikahan mereka dan berpisah sebagai sahabat baik, tetapi ada juga yang tetap menjalani pernikahan tetapi dengan pola pikir dan komitmen yang baru dalam menjalani hubungannya....
Mungkin di resepsi pernikahannya dia tidak akan dipanggil ke depan untuk diberikan tanda terima kasih, atau namanya tertulis dalam ucapan terima kasih secara besar-besar, atau mendapatkan suatu penghargaan yang bisa di"pertontonkan" di depan orang banyak, tetapi yang jelas:
Usaha dan campur tangannya mengubah hidup dan perjalanan pernikahan tiap orang-orang dalam buku itu.

Terus gw inget lagi tadi sore seorang sahabat gw sharing percakapan dengan kakaknya...
Dia sering ngomong sama cicinya yang sudah berpacaran sekian lama buat menerapkan batasan-batasan fisik yang jelas, mulai dari pegangan tangan, pelukan, de el el...
Trus hari ini pas ngobrol bareng dia, cicinya bilang: "Iya nih, sekarang gue gandengan aja jarang... Bener-bener dibatesin dhe... Ternyata yaaa... Hmmm...  Hubungan kita jadi lebih stabil, lebih menghargai satu sama lain, dan berbeda dhe...."

Wuaaahhhh, seneng banget kan dengernyaaa, ternyata adaa orang yang merasakan "buah manis" dari pengendalian diri...
Sahabat gue nii akhir-akhir ini lagi on fire banget buat menjaga kekudusan dan menjaga komitmennya untuk bisa mempersiapkan diri sebelum pacaran, semenjak dia baca buku "I Kissed Dating Goodbye" karya Joshua Harris yang gw pinjemin...
Gw jadi nyadaarrr... Inikaahh yang disebut bekerja di "belakang layar"?? :)


Guys, bekerja di belakang layar ga selalu harus dalam artian bekerja di sebuah acara atau konser, terus kita jadi tim panitia perlengkapan, sarana prasana, publikasi, doa, dan transportasi yang tidak terlalu kelihatan sumbangsihnya; tetapi bisa juga dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari:
Ketika dalam menjadi sahabat yang mau mendengarkan curhat seorang sahabat yang orang tuanya terus bertengkar,
ketika menjadi sahabat yang mau meminjamkan buku yang menurutnya baik untuk mengubah persepsinya yang salah,
ketika menjadi sahabat yang mau meminjamkan bahunya untuk seorang sahabat yang baru saja kehilangan orang tuanya,
ketika menjadi sahabat yang mau berbagi berkat rohani yang didapat dari kotbah minggu/renungan/kesaksian dari orang lain,
hal-hal di atas bisa dibilang sebagai "bekerja di belakang layar".

Mungkin hal-hal di atas terlihat sepele: cuman sekedar dengerin doang, nemenin doang, cerita doang, minjemin buku/kaset rohani doang, tetapi bayangkan betapa hal itu dapat mengubah orang lain jika dilakukan dengan kesungguhan hati!
Telinga yang mendengar akan sangat berdampak bagi hati seseorang yang hancur hatinya,
Buku yang baik dapat mengubah mindset seseorang dan mengubah hidupnya,
Waktu yang diberikan dalam saat-saat kerapuhan seseorang adalah pemberian paling indah yang dapat diberikan...

"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran"
(Amsal 17:17)

Untuk menutup renungan kali ini, gw pengen berbagi kisah tentang Billy Graham...
Kalian tahu Billy Graham? Dia adalah seorang yang luar biasa dipakai Tuhan untuk berkotbah dan menginjili... Kalau di Indonesia, contohnya kayak Pdt. Stephen Tong dhe, hwhwhw...
Sudah lebih dari 2,3 juta orang bertobat dan berbalik kepada Kristus karena mendengar sermon-nya... Kalian tahu siapa yang orang yang berjasa di balik kisahnya?

  • Billy Graham was converted at a Mordecai Ham meeting.
  • Mordecai Ham was converted at Billy Sunday meeting;
  • Billy Sunday was converted at a Chapman meeting;
  • J. Wilbur Chapman was converted at a Dwight L. Moody evangelistic meeting;
  • Sunday School teacher Edward Kimball helped lead Dwight L. Moody to Christ.
YES! Orang di balik orang-orang hebat di atas "hanyalah" seorang guru sekolah Minggu..
Bayangkan betapa luar biasanya kan Tuhan kita memakai seseorang yang "hanya" guru sekolah Minggu dan ujung-ujungnya menghasilkan seseorang yang luar biasa seperti Billy Graham??

Kalian sekarang hanya menjabat sebagai profesi yang sering dianggap remeh orang-kah? Guru sekolah minggu? Guru les piano? Guru les Mandarin? Penjaga Perpustakaan? Penjaga Kolportase? Penghitung Persembahan?
Tuhan berkata: "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu dengan sekuat tenaga! (Pengkotbah 9:10)"

Kalian memiliki teman atau sahabat? Berbagilah hal-hal yang lebih dalam lagi dengan dirinya, tidak sebatas waktu nonton bioskop, toko butik terbaru, mainan iPad yang asyik, atau nyobain es krim rasa baru di Baskin Robbins; tetapi sharing-kan pengalaman hidupmu bersama Tuhan dengan dirinya, pengalamanmu diubahkan oleh seseorang, berbagilah ayat-ayat alkitab dan buku-buku bacaan yang menguatkan, hal-hal ini akan lebih berguna untuk menghadapi masalah-masalah dalam hidup atau ketika dalam persimpangan pilihan yang membingungkan dibandingkan dengan mengisi relationship quiz di majalah Cosmo Girl! Hihihihihi ;)

Sooooo... Siap "bekerja di belakang layar"??? :))

Friday, November 25, 2011

Dosenku Rese, Dosenku Sayang :)

Hi guys! Nulis lagi niihh, lagi dapet banyak pengalaman "unik" dalam hidup gw sekarang...
Some of it are unpleasant, tapi percaya terus kalo hidup gw itu di bawah tuntunan Tuhan, so it's going to be alright! :)

Kali ini gw mo cerita sesuatu yang we all can relate to: TEACHERS! hahaha

Suatu saat gw ngiringin temen gw nyanyi dan dinilai oleh seorang dosen...
Dosen itu emang terkenal killer en galak sekaliii, tapi terkenal memang sangat hebat dan bagus kalau ngajar... Dan hingga suatu kali gw mendapat pengalaman ditegur oleh dia :)
Awal2nya temen gw yang ditegur2 terus, mulai dari diksi yang salah, teknik yang salah, tempat bernafas yang ga tepat, jadi bisa dibilang tiap nyanyi 1 bar di-stop trus diulang lagi, hahaha...
Kemudian suatu saat dia bilang ke gw, "Pianis tolong ya jangan kekencengan mainnya, tugas kamu sebagai pengiring saja, jadi musti denger suara vokalisnya..."
Okeh, terus gw pake pedal una corda (pedal kiri yang berfungsi buat meredam suara)...

Trus di tengah-tengah lagu dia negur lagi, "Pianis coba jangan bikin tempo sendiri, makanya temponya sangat lambat, nak..."
Trus gw main dengan tempo lambat...

Hampir sampai ke akhir lagu, dia berdiri dan bilang, "Sudah, sudah, saya aja yang ngiringin..."
Dan akhirnya dia yang main, dan gw berdiri di sampingnya kayak kambing congek :s

HUAAAA~ Coba kalian bayangkan gimanaaaa rasanya di posisi gw ituuu....
Yang dimarahin berkali-kali, kemudian pada akhirnya digeser dari posisi mengiringi, harus berdiri di samping dia dan menunggu dia mengiringi sambil dia mengoreksi kesalahan-kesalahan penyanyinya... Dan lebih parahnya: dia melakukan itu semua DI DEPAN TEMEN-TEMEN GUE :(


Trus malemnya gw bergumul sama Tuhan...
Dengan pikiran tenang dan dengan akal sehat gw mulai mikir lagi kejadian tadi siang...
Dari peristiwa yang menyakitkan tadi gw belajar:
Tiap manusia itu diciptakan segambar dengan Tuhan (Kejadian 1:27), itu berarti dalam hati mereka itu ditanamkan hati nurani untuk bisa merasakan belas kasihan, baik hati, membedakan yang mana yang bener dan yang enggak; hal-hal general yg bisa dirasakan oleh tiap orang, termasuk dosen!
Mungkin kelihatannya mereka GALAK, jahad, tidak berperasaan dalam ngasih tugas, ga sopan negurnya, ato bkin gondog kadang-kadang, tapi kalau ingat-ingat lagi statement awal tadi, tiap manusia diciptakan dengan segambar dengan Tuhan, itu berarti dosen kita juga capable of membedakan yang mana yang bener dan yang enggak...

Gw intropeksi diri, dari teguran-teguran itu gw mengaku salah:
1. Tugas pengiring itu ya mengiringi! Artinya: ga boleh volume suaranya lebih gede bahkan kekecilan daripada suara penyanyinya, tetapi bagaimana keduanya bisa menyatu dan menghasilkan suara yang pas dan blending! Artinya juga: temponya yaaa harus ngikutin penyanyiii, jangan EGOIS en bikin tempo sendiri.. Mengiringi artinya belajar MENDENGARKAN orang lain, bagaimana kita RENDAH HATI dan mengutamakan orang yang kita iringi itu "bersinar" daripada kita :)

2. Teguran soal tempo yang kurang tepat itu membuat gw belajar bahwa kalo ngiringin orang tuh butuh persiapan! Jangan bermodalkan sight reading ajaaa...
Ini mengingatkan gw untuk "melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia" (Kolose 3:23). Lw berbuat sesuatu untuk DIA yang Maha Mulia itu masak setengah-setengah en ga persiapan? Enggak kaann?
Udah ambil komitmen buat ngiringin orang yaaa mbok ya dilatih,
klo penyanyinya suka telat ngasih partitur yaaa ditagih,
trus siapin waktu buat latihan berdua...
Itu baru yang namanya sesuai dengan standar Allah! :)

Setelah gw intropeksi diri di atas, gw akhirnya mendapat "reward" yang sangat indah dan memorable sekali, hahaha:

Waktu itu gw ngiringin lagi, dengan penyanyi dan lagu yang berbeda...
Dia ga komen apa-apa tentang iringan gue, dan ga terlalu permasalahkan soal penyanyinya juga.. Dia akhir lagu dia ngomong, "Kamu (penyanyi) harus tau dengan jelas arah lagunya kemana, kamu nyanyi tanpa tau arahnya cuman asal nyanyi not aja, si pendengar ga akan nangkep maknanya... Coba lihat pianis kamu, dia tahu dengan jelas arah lagunya mau kemana, gaya mainnya kayak gimana, dia mainnya bagus sekali... Dipelajari lagi ya nak..."

YESSS!!! "DIA (pianis kamu) tahu dengan jelas arah lagunya mau kemana, gaya mainnya kayak gimana, dia mainnya bagus sekali... "
WUAAAAA!! Gue yang denger itu rasanya kayak terbang ke langit ke tujuh! Hahaha...
Dosen yang killer itu bisa muji jugaa, dan rasanyaa...wuih, tak terlupakan deh kata-katanya ituuu! *lebay, wkwkwk* xD

Pelajaran terakhir yang gw nangkep dari peristiwa ini adalah:
3. Tiap manusia tahu mana yang bener, dan mana yang salah.
Apalagi dosen, dia kan pasti berpendidikan dan lebih berpengalaman daripada kita, soo...masukan-masukannya pastiiii ada gunanyaa..
Oleh karena itu, ketika ditegur, jangan langsung gondok, keki, ato kesel... Coba telaah dulu makna nasihatnya, benerkah yang dia bilang? Benarkah kita yang salah? Soalnya terkadang ketika ditegur, emosi kita yang bekerja lebih keras untuk marah daripada akal sehat kita untuk dapat "mem-filter" kata-katanya :)
Sooo... Kalau ditegur, terima aja dulu, kemudian intropeksi diri, kira-kira apa yang musti diubah dari diri kita, lakukan itu, dan Tuhan menjamin ini:

"Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan,
tetapi siapa mengindahkan teguran DIHORMATI..."
(Amsal 13:18)

Minggu-minggu ke depannya gue teteepp adaaa aja dimarahin lagi sama si "doi", hahaha...
Gapapa, yang gue ingin hasilkan dari peristiwa ini bukan mendapat pujian dari dia,
tapi bagaimana gue bisa membentuk karakter yang kuat oleh teguran-teguran atau masukan-masukan yang disampaikan oleh orang lain :)

Sooo... Selamat belajar, semuanyaa!
God bless you all ;)

Thursday, November 24, 2011

Tuhaaann, gue sebel sama diaaaa!!

Hahaha... Judulnya unik skali yah setelah dilihat2 lagi :p
Hallo guys! Gw lagi menjelang minggu tenang sblom UAS nii, jadi bisa sempet nulis dhee, haha...
These past few weeks have been crazeehhhh... Tapi tetep harus dijalanin dengan sukacita :)
Gw pengen sharing pengalaman gw dlm beberapa minggu terakhir yang cukup bikin beban pikiran :(

Gw tu orangnya males makan sendirian, jadi kalo mo makan (entah di kampus, gereja, tempat les, latihan) pasti ngajak orang, hahaha...
Naahh, suatu kali gw makan bareng 2 orang temen...
Di tempat kita makan ada suatu band yang main, terus ngeliat salah satu pemainnya bermain dengan rada "lebay" (yaaa namanya juga musisi, kita klo keasyikan main jadi kek orang "sakau", hahahahaha), terus mereka memeragakannya ulang dan jadi bahan candaan.
Mungkin buat mereka itu suatu bahan pembicaraan, bahan yang bisa ditertawakan bareng,
tapi buat gw secara pribadi itu ga sopaaannn banget...
Gue yang ada di situ ngedengernya MARAH BANGET, gue negur mereka:
"Kalian jahat bangeeett... Emang orangnya mainnya kayak gituu, tapi ga bisa dijadikan bahan candaan...."

Trus ada lagi masa dimana mereka lagi kesel sama orang, mereka mulai menjulukinya dengan nama-nama yang ga baik... Oh gosh, gw KESEL BANGET, gue negur lagi!
"Ga bagus tau julukin nama-nama orang kayak gitu..."
"Iya abisnya dia nyebelin men..."
"Ya iya gue tahu dia nyebelin, tapi kan ga bisa jadiin alasan buat julukan nama2... Kalian sendiri ga mau juga kan digituin?"



Gw bergumul en curhat sama Tuhan: "Tuhaann, kenapa siii mereka suka ngobrolin yang kayak gituu? Suka ngejek2 en ngasih julukan buat orang-orang kayak gitu?"
Gw cukup sedih karena dulunya mereka baik-baik saja, en sekarang mereka berubah menjadi seperti ini, well... gw terang-terangan kecewa :(
Hati gue berkata: "Men, lu harusnya simpati sama orang-orang kayak gitu, yang mungkin belom bisa mengerti apa yang mereka perbuat itu salah... Lu lihat keadaan mereka yang mungkin kurang beruntung kayak kamu, yang kurang perhatian dari orang-orang yang mereka cintai, yang bahkan kedua orang tuanya mungkin yang kurang akur ato keluarganya tidak se-harmonis lu, harusnya lu kasih pengertian lebih sama orang-orang kayak mereka..."

Trus gue ngomong lagiii: "Tapi Tuhaann, kapaann dong gue dikasih simpati jugaa?"
Hati gue makin kenceng berkata: "MEN! LU BUTUH APA LAGI? Semuanya udah dikasih sama Tuhan! Keluarga lu berkecukupan, keluarga lu penuh kasih sayang dan mesra, lu dikasih kepintaran, lu bisa kuliah di universitas yang bagus, dapet dosen yang hebat-hebat, en temen-temen sekitar yang sangat menyayangi lu, minta simpati apa lagiiii???"

DEG! Gue langsung nangis, hiks.... Gue salah :(
Alasan gue kesel sama mereka bukan cuman karena mereka emang suka ngomongin orang, tapi emang karena gue haus akan perhatian dari mereka juga...
Tuhan, maafkan aku kalau aku menuntut terlalu banyak dari-Mu, dan buta untuk dapat melihat berkat yang Engkau berikan kepadaku :(
Berikanku hati yang murni dalam melihat kesalahan-kesalahan teman-temanku serta motivasi yang bersih dalam menegur mereka...
Aku terus mendoakan mereka agar mereka menyadari kesalahan mereka dan bertobat dari hal-hal yang ga bener itu.


Senin kemarin (14/11/11) gw baca renungan dari Renungan Harian, dan disitu menceritakan tentang seorang janda yang ditinggal oleh anaknya karena sakit (Lukas 7:11-17)... Tuhan Yesus melihat tangisan janda itu merasa iba dan membangkitkan kembali anaknya karena anak itu merupakan tempat menggantungkan hidupnya.

Gw belajar hal ini:
Jangan pernah berpegang en bersandar sepenuhnya pada manusia, siapapun itu: sahabat karib, pasangan hidup, pacar, orang tua, kakak adik, siapapun juga...
Karena mereka pasti bisa mengecewakan kita, membuat kita down, dan yang paling pasti: mereka TIDAK KEKAL, suatu saat mereka pasti akan hilang dari hidup kita...
Mereka bisa berubah menjadi sosok yang terkadang menyebalkan, berbeda dari ekspektasi kita, dan mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati kita.
Maka berharaplah pada sumber kehidupan, yaitu Yesus,
DIA yang selalu mampu dan mau memedulikan kita...
DIA yang kekal dan TIDAK PERNAH BERUBAH...

God allows us to go through struggles
so that we can come out of our troubles and be able to say:
"HIS GRACE IS ENOUGH FOR ME..."
(2 Corinthians 12:9)

Setelah menyadari hal ini, gue mulai bangkit lagi,
dan mulai perlahan-lahan bisa memaafkan mereka...
Walaupun gw ga menyetujui apa yang mereka lakukan itu,
tapi gue tetap harus belajar mengasihi mereka karena memang mengasihi adalah perintah yang diberikan Tuhan kepada kita :)
*huft, ngomong sih gampang, tapi jalaninnya rada berat dan terseok-seok juga, hahaha*

Hate the sin, but not the sinner! ;)

Thursday, November 10, 2011

Cinta pada pandangan pertama

Hi guyss! Lagi dapet banyak berkat rohani, jadi makin pengen sharing niihh, hihihihi :)
Gw lagi baca "Lady in Waiting" yang dikarang oleh Jackie Kendall & Debbie Jones.
Sebenarnya judul di atas pengen gw bikin: "Wanita yang Bijaksana", berdasarkan judul chapter 4-nya dia... Tapi keknya klo judulnya gitu kek kesannya berat dhe, trus ntar ga banyak yang tertarik, jadi ganti dhe judulnya jadi yang lebih "kontroversial", hohohohoho.... :p

Gw sendiri siiih ga setuju sama statement di atas: "Cinta pada Pandangan Pertama"
Kata "cinta" di jaman sekarang ini sudah mengalami degradasi, cinta itu didefinisikan sebagai: perasaan berbunga-bunga ketika ketemu dia, perasaan kangen, perasaan pengen slalu deket-deket dia, en perasaan-perasaan lain yang cuman sebatas hawa nafsu sesaat saja...
Dunia tidak lagi mengenal arti cinta yang sebenarnya: sabar, murah hati, tidak sombong, tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri, tidak pemarah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (1 Korintus 13:4-5)

Kenapa siii banyak orang percaya terhadap "cinta pada pandangan pertama"?
Ini karena kebanyakan orang melihatnya pada PANDANGAN saja, apa yang dilihat oleh mata:
wajah yang cantik/ganteng, merk baju/sepatu/arloji yang dipakai, mobil yang dibawa, tubuh molek, berbakat (main piano/berpidato/bernyanyi), et cetera et cetera....
Hal ini yang menyebabkan mereka percaya kalau mereka bisa menciptakan kisah cinta yang sempurna dengan memperlihatkan dirinya yang kelihatan dalam pandangan orang lain itu secara sempurna...
Kisah-kisah serta film-film Hollywood telah memperlihatkan kepada kita bahwa dengan tubuh yang kurus, wajah yang molek, serta kekayaan yang tiada batas itu dapat membuat kita memancing pasangan hidup yang tepat.

Banyak wanita lajang memandang dirinya sebagai kulit tiram buruk rupa di pantai-pantai kehidupan, tertimpa pencobaan dan masalah-masalah yang muncul karena tidak menikah. Lebih buruknya lagi, mereka membandingkan ekterior mereka yang keras dengan semua kerang indah di sekitar mereka (Lady in Waiting, hal. 58). Pada akhirnya mereka menghabiskan uang dan waktu yang sangat banyak untuk "mempermak" habis tubuh mereka agar ada pria yang memberi perhatian pada mereka: mulai dari diet ketat, operasi plastik, make up, dan lain-lain...

Coba kita lihat bagaimana Rut menangkap perhatian Boas.. Apakah rambutnya yang indah dan menawan? Tidak! Jawabannya terlihat dalam tanggapan Boas terhadap pertanyaan Rut dalam pasal 2:
Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"
Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. (Rut 2:10-11)
Boas tertarik pada kebajikan dan karakter yang dinyatakan dalam kehidupan Rut. Seorang wanita yang penuh kebajikan adalah sesuatu yang tidak dapat ditolak oleh pria yang saleh!

Sayangnya, banyak perempuan jaman sekarang lebih takut pada jerawat, lemak, wajah yang berminyak, serta rambut kering daripada takut akan Tuhan..
Waktu kalian menggambarkan pria yang sempurna, seperti apakah pangeran itu? Pria yang mengabdi pada Allah-kah: mau diajar, setia, lemah lembut, dan baik?
Seperti apakah wanita yang menurut kalian mau dinikahi oleh pria seperti ini? Seorang wanita yang dangkal atau seorang wanita yang tahu bagaimana berpakaian dan menawan perhatian pria-pria lain? Wanita inikah yang ia bayangkan dan ia ingini untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama-menjadi ibu dari keturunannya? TIDAK MUNGKIN!

Gw pengen sharing sedikit juga tentang pengalaman gw yang membuktikan kalau kisah yang indah itu tidak dimulai dari ketertarikan fisik dan "pandangan pertama"
Gw pertama kali masuk kampus UPH dengan ketetapan dan juga no intention buat nyari pacar. Gw kuliah buat belajar, bukan buat nyari cowok :p
Ehh... Tak disangka ternyata rencana gw ga slalu berjalan sesuai harapan gw, haha...

Pas mata kuliah "Leadership", kita disuruh buat kelompok untuk kegiatan Service Learning (membagikan pelajaran yang kita dapet di kampus buat orang-orang yang kurang beruntung; di panti asuhan, panti jompo, dan lain-lain). Dosennya menyuruh kami untuk memilih orang sendiri. Well, gw pilih temen-temen yang duduknya deket sama gw saat itu...
Pas berjalannya Service Learning, gw pertama-tama takut tuh: "Gimana yaaa kalo nanti krik-krik suasananya" ato "Gimana kalo nanti malahan anak-anaknya bandel n ga bisa diatur?"
Pokoknya banyak dhe ketakutan-ketakutan gw yang terpikirkan...
Tapi ternyata ada satu pribadi yang awalnya gw kenal sebagai orang yang pecicilan, agak sedikit ribut, bawel, en sedikit nyebelin, yang bisa mengatur Service Learning itu akhirnya berjalan tanpa ada satupun ketakutan gw yang terjadi. Dia yang berhasil memotivasi anak-anak untuk mengikuti acara dengan baik, dia yang berhasil membawa suasana agar menyenangkan, dan dia yang berhasil membawa sukacita agar anak-anak itu juga merasakan kedatangan kami sebagai suatu kunjungan yang menyenangkan...
Dari situ tuuhhh mulai dehhhh ada "rasa-rasa".... *dikira permen kali, rasa-rasa, wkwkwk* :P

Setelah berjalannya waktu, gw makin mengenal dia lewat Service Learning berikut2nya, kerja kelompok lain, serta proyek bareng dan melihat bahwa dia adalah pria yang BERBEDA dari yang lain:
Pria yang punya bisa memimpin, ga cuman diri sendiri, tapi juga orang lain...
Pria yang punya strong will (ketetapan keras) untuk sukses...
Pria yang mau kerja keras...
Pria yang rela berkorban..
Pria yang bikin tiap cewek yang kenal sama dia bisa bilang: "Gw mau punya suami kayak lo!"
*Gw ga boong nii!! Soalnya emang ada yang beneran ngomong gitu sama dia, hahahahaha*

Gw sendiri juga pribadi bersikukuh dengan tujuan awal gw kuliah itu: ga mo nyari pacaaarr!!
Tapi ternyata memang banyak kejadian-kejadian yang membuat kita emang jadi saling mengenal, makin deket, en tumbuh perasaan yang lebih dari seorang temen doang....

Pas gw nanya, "Emang lw suka gw karena apa sih?"
"Karena kamu kalau menolong orang tuh tulus, ga pernah minta imbalan, ga pernah minta balesan.. En pertolongan itu kamu lakukan dengan sungguh-sungguh, ga stengah2 asal jadi, 'asal gw nolong aja' gitu, tapi bener-bener kerjain dengan sepenuh hati... Trus ya men... Kamu tuh kalau mengasihi orang juga ga pernah milih-milih... Kamu kalo mengasihi orang bener-bener tulus juga.. Mo orangnya jaat, orangnya ga respect, orangnya membosankan, tapi kamu tetep respect en mengasihi dia juga...
Gw juga ngerasa sii ya men.. Cinta itu bukan 100% pada pandangan pertama, tapi 10% pada pandangan pertama en terus bertambah setiap harinya..."

Lihat kan guys? Tipe cewek seperti apa yang bisa menarik perhatian seorang laki-laki yang baik?
Gw mungkin ga secantik temen-temen gw yang lain...
Rambut gw mungkin ga sepanjang en sebagus temen-temen gw yang lain...
Dress/pakaian gw mungkin ga semahal en sebagus temen-temen gw yang lain...
Gw mungkin ga suka pake make-up, en perawatan-perawatan gitu...
Gw mungkin makannya lumayan banyak, yang menyebabkan agak gemuk :p hwhwhw
Tapi dia GA PEDULI terhadap semuanya itu... Kenapa?
Karena bukan faktor-faktor itu yang membuat gw attractive di mata dia...
Muka, wajah, kekayaan, make up, semuanya bakal luntur semakin bertambahnya usia, tetapi "manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lebut dan tenteram...sangat berharga di mata Allah (dan pria-pria yang takut akan Allah juga, tentunya)!" (1 Petrus 3:4)

Sampai sekarang kita emang ga pacaran dulu, karena masalah denominasi gereja en selama masa penantian ini kita gunakan untuk menjalin persahabatan yang murni yang ketemuan sekali-sekali buat sharing berkat rohani yang didapet dari buku, kotbah, saat teduh, pengalaman kehidupan sendiri, maupun kesaksian orang lain :)
Dan semakin-semakin hari, perasaan itu terus bertumbuh dan ga bisa disangkali lagi, kalau itu terjadi karena kita berdua terus men-support dan mendorong satu sama lain untuk semakin tahu kehendak Tuhan...
Mungkin ada kalanya gw mengalami bad hair day...
Mungkin ada kalanya gw ga punya baju bagus lagi, jadi pake baju biasa yang sisa...
Mungkin ada kalanya muka gw rada sedikit kering jadi sedikit terkopek...
Tapi gw ga pernah minder deket-deket dia...
Karena gw tahu, dia melihat jauh daripada apa yang dilihat mata :)

So... Gimana nii caranya supaya kita bisa mempermak inner beauty kita?
Pertama, Efesus 4:30a mengatakan: "Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah"
Ini berarti dalam setiappp perbuatan kita dari pagi bangun tidur sampe malem pas udah mau tidur, fokuskan setiap perbuatan kita untuk menyenangkan hati Allah, bukan menyenangkan kesenangan pribadi, ataupun kesenangan gebetan kita...

Kemudian dalam Efesus 5:19 mengatakan: "hendaklah kamu penuh dengan Roh."
Ini berarti untuk dipenuhi dengan Roh Kudus kita harus terlebih dahulu menjadi kosong akan diri kita sendiri dan dipenuhi oleh Allah. Berilah Roh Kudus kemudi utama dalam hidup kita. Ini menyangkal diri sendiri, yang tadinya masih berfokus pada "mempermak kecantikan luar", sekarang berfokus pada "mempermak kecantikan dalam", agar sesuai dengan kehendak Tuhan.

SULIT? Jelas! Apalagi ketika di sekitar hidup kita terus dibayangi en dituntut supaya terus-terusan terlihat cantik... Ya jelas, merawat tubuh itu perlu! Tapi tentunya dalam proporsi yang sesuai... Hendaklah kecantikan dalam diri kita lebih menjadi fokus utama dibandingkan dengan kecantikan yang semu dan mudah hilang itu :)

Soooo... Selamat "mempercantik" diri, gals! ;)

Tuesday, November 8, 2011

Teladan dulu, sebelum Doktrin :)

Halloo lagiii :D
Bulan ini dapet banyak berkat rohani niii, jadi bawaannya pengen nulis muluu, hihihi...
Kemarin pas pelajaran Hermeneuktik, kita dibagi tugasnya untuk "membedah" satu bagian alkitab dan membawakannya di depan kelas, semacam renungan kecil gitu dhe...
Gw kebagian Lukas 14:1-6, begini "pembedahan" yang gw berhasil tangkep:

-Siapa saja tokoh yang berperan di dalam kisah ini?
Ada Tuhan Yesus, orang-orang Farisi, dan orang yang sakit busung air

-Apa yang dilakukan Yesus?
Ia menyembuhkan orang sakit pada hari sabat...

-Kenapa kisah "menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat" ini perlu dicatat lagi? Padahal sebelumnya di pasal 13:10-17 kan sudah ada contoh kisahnya?
Ternyata di pasal 14 ini, Tuhan Yesus ingin menegur orang-orang Farisi dan mengkoreksi tradisi hari Sabat mereka yang salah total... Kalau di pasal sebelumnya, Yesus hanya orang2 biasa saja yang mengalami mujizat itu, sementara di pasal ini, Yesus ingin menunjukkannya pada orang-orang Farisi.

-Mengapa Yesus menyembuhkan orang sakit itu? Padahal jelas-jelas di ayat ke 2, orang yang sakit busung lapar itu hanya berdiri di hadapan-Nya, tidak meminta untuk disembuhkan... Tapi kenapa Yesus menyembuhkan dia?
Karena Yesus ingin memberi teladan terlebih dahulu kepada orang-orang Farisi mengenai bagaimana pengertian yang benar terhadap "mengkuduskan hari Sabat" itu... Ia ga cuman ngomong hal-hal yang harus dibenahi, menegur, dan mengkoreksi, tapi Dia MEMBERI TELADAN terlebih dahulu...
Hal ini juga bisa direfleksikan ke dalam kehidupan kita...
Kadang-kadang kita lebih suka ngomong daripada melakukan (omdo = omong doang)...
Kadang-kadang kita tuh lebih suka menegur orang daripada memperbaiki diri sendiri...
Kalo bersilat lidah, adu doktrin, kita bisa menang en unggul.. Pokoknya paling pinter dhe...
Tapi GA pernah ngasih teladan, ga pernah menghidupinya terlebih dahulu...
Coba kita contoh dari teladan Yesus, Ia memberi teladan dulu kepada orang-orang Farisi bagaimana seharusnya arti "mengkuduskan hari Sabat" itu, sebelum menegur dan memperbaiki kesalahan mereka :)

-Apa sih yang ditegur Yesus dari tradisi orang Farisi yang salah itu?
Aku denger dari pendeta saya waktu hari Minggu kemarin, kalo orang Farisi itu memiliki kurang lebih 600 aturan/larangan tentang hal-hal yang boleh/tidak boleh dilakukan pada hari Sabat... Macem-macem dhe, salah satunya yaaa menyembuhkan orang sakit...
Pada hari Sabtu kemarin, saya baca renungan dari Keluaran 31:12-17, dan ternyata dasar-dasar dari hukum inilah yang dipakai oleh orang-orang Farisi untuk membuat 600 lebih peraturan itu... Dalam pasal itu disebutkan: "Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati." (ayat 15)

Orang-orang Farisi mengambil perintah itu secara mentah-mentah.. Mereka mendengar perkataan "setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati" dan ketakutan.. Sehingga dari situ terciptalah banyak aturan-aturan...
Mereka tidak melihat inti sebenarnya Allah memberikan peringatan itu kepada Musa...
Jika kita melihat dari ayat yang ke 17:
"sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."
Di sinilah inti sebenarnya kenapa Allah memberikan aturan itu: ISTIRAHAT...
Allah ingin menekankan bahwa keseimbangan itu penting, istirahat itu perlu!
Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh (ayat 15)
Kita sudah bekerja selama 6 hari FULL, pasti capek dong... Makanya Tuhan memberikan hari Sabat itu hari perhentian penuh, supaya kita bisa istirahat dan bersekutu serta menghadap Tuhan di gereja...

Jadiii... Kalau direfleksikan ke dalam kehidupan kita sehari-hari:
Kalau kita dapet doktrin, dapet berkat rohani lewat kesaksian, kotbah, dan lain-lain; sebaiknya jangan kita terima mentah-mentah.. Jangan karena pendeta/pengkotbahnya itu terkenal, dari gereja gede, udah didenger ribuan orang, terus kita gampang percaya en terima-terima aja...
Atau lebih parah lagi, terkadang pengkotbah itu memakai ayat-ayat alkitab buat mendukung statement-nya, sehingga terdengar "benar"...
Seperti kata Martin Luther: "BACK TO THE BIBLE"
Segalanya harus kita filter dulu, harus kita lihat pemakaian ayat-ayat itu konteksnya bener gaa seperti dalam alkitab? Atau cuman asal comot-comot ajaa? :)
Hati-hati guys, karena jaman sekarang banyak nabi-nabi palus yang "menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang sangat buas (Matius 7:15)"
Mereka akan "mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan (Markus 13:22)."
So guys, BEWARE! Ga semua yang dikatakan pendeta itu bener...
Tuhan kasih satu pedoman yang PASTI BENER dan GA PERNAH BERUBAH,
yaitu FIRMAN TUHAN :)

Friday, November 4, 2011

Cinnamon Roll :)

Hi guys! Hari ini pengen cerita lagi! Hihihi...
G tau kenapa akhir-akhir ini dapet ekstra kerinduan (en ekstra tenaga, tentunya! haha) buat nulis... Sooo.. Here it goes! :)

Jumat, 4 November 2011
Gw nge-kos di Karawaci, jadi tiap Senin pergi bareng papi ke kampus, nginep di Karawaci, trus Jumat malam baru dijemput..
Kebetulan Jumat ini papi lagi tugas di luar kota, jadi ga bisa jemput.. Mami minta pulang hari Jumat karena adek jg ada retret jadi sepi di rumah, minta ditemenin, hwhwhw...
Akhirnya gw nyari temen yang bisa dijadikan tebengan sampai di Kelapa Gading...
Dy bilang bakal balik jam 5, jadi yaa gw langsung beres2 paginya dari rumah, bawa bundel2an, buku2, en barang2 yg mo di bawa ke Gading. Gw pergi membawa barang2 sebejibun itu ke
kampus dulu karena ada kelas pagi, jam 9 sampai jam 11...

Kemudian gw ngikut Student Fellowship (semacam kebaktian rutin buat mahasiswa di sana) sampai jam stengah 2..
Kemudian gw latihan piano, mengejar bahan2 major piano yang masih ble'e ble'e, hahaha :p
Sorenya, sekitar jam 5 kurang 15 baru jalan menuju apartemennya dia..

Gw BBM, "Gw udah di lobby apartemen lw ya!" :)
Trus beberapa saat kemudian dia nelpon.... Dia udah ada dalam perjalanaaaann!!
Huaaaaa~ Gw sempet syok, it felt very surreal...
Hal yang pertama gw rasain bukan kesel, bukan marah, tapi kecewa en sedih...
Koq bisa-bisanya dy ngelupain... Rasanya pengen nangis, apalagi mengingat mami di rumah sendirian ditinggal papi ke luar kota en adek yang retret... (Tapi malu kaann nangis di lobby apartemen, wkwkwk...)Tapi akhirnya yawda, mo diapain lagi... Belajar memaafkan, orang kan juga bisa lupa (termasuk gw, wkwkwk...)

Ternyata kalau kita mau ngeliat setiap kejadian dalam kehidupan kita itu pasti tidak lepas dari kehendak Tuhan... Wlopun "kelihatannya" gw kek sial banget yaa hari itu... Udah bawa barang banyak banget, dilupain, trus ga jadi pulang ke Gading, balik lagi ke kosan bawa barang banyak-banyak... Tapi setelah gw tenangin diri, gw mikir,
"Coba gw ga pulang bareng temen gw yang itu hari ini... Mungkin gw ga akan bakal dapet jeda waktu yang panjang itu (dari stengah 2-5 sore) buat latihan piano..."
Mana lagu gw susah banget, en dari kemarin ga sempet2 latihan krn sibuk ngurus tugas en acara2 lainnya... Ehhh... ternyata hari itu Tuhan kasih kesempatan buat gw untuk "membayar utang" latihan minggu itu pada hari Jumat :)

PLUS! Dari kemarin tuh yaaa.. Gw ngidem banget "Cinnamon Roll" (sejenis roti gitu yang pake kayu manis) yang dijual di bakery di mall... Dari kemarin tu roti abiissss terus.. Klo ga pas gw dateng blom mateng batch selanjutnya, jadi emang g pernah jodoh buat nyicipin :(
NAAHH.. Karena gw balik ke kosan pake bus yang di mal, ternyata gw berhasil mencicipinya! Hohohohoho *senang* :))
Luar biasa yaaa Tuhan kita... Dia bisa memakai kejadian-kejadian yang kelihatannya "apes" en "sial" jadi sesuatu yang berguna buat memperbaiki diri kita sendiri :)

Adakah kejadian-kejadian semacam ini terjadi dalam hidup kalian?
Peristiwa yang kelihatannya "memberatkan", melelahkan, bikin kesel, sebel, yang tadinya udah berharap tinggi, eehh.. ekspektasinya dihancurkan....
Percaya dhe, kalau ga sekarang, suatu saat nanti..kalian bakal ngomong sama diri sendiri:
"Ooohh... Ini toh yang Tuhan mau kerjakan dalam peristiwa kemarin itu!"
Soo.. Jangan cepet sedih, mengeluh, atau putus asa, guys!
Tuhan itu BAIK dan MAHA KUASA, segala sesuatu yang terjadi di kehidupan kita GA akan lepas dari genggaman-Nya :)

"Allah akan memenuhi segala keperluanmu
menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."
(Filipi 4:19)

Thursday, November 3, 2011

Gue Capek!

Lagi rajin nulis lagi nii gw~ Soalnya emang banyaakk sekali kejadian-kejadian di kampus yang memperkaya iman gw en membuat gw berusaha melihat segala sesuatu dari perspektif Tuhan *cie ile* wkwkwk...

Gw kan kuliah di fakultas musik, jadi sehari-hari yaaa berkutat dengan namanya latihan musik... En ada kalanya juga gw mendapat tugas untuk bekerja sama dengan orang lain, seperti misalnya: duet piano, ensemble, tugas kelompok, choir, del el el...
Trus suatu kali pas gw lagi latihan bareng temen gw, lagu yang kita latih tuh susah banget, jadi emang rada gondok dhe latihannya, diulaaannngggg-ulang terus bagian yang susahnya, ampe bosen, tapi terutama: ampe bener!
Tapi dalam proses belom bener itu aja temen gw langsung mengeluh, "Capek, Men!"

BEH, gw dalam hati langsung panas... 'Lu not aja belom bener udah ngeluh!'
Tapi gw ga ngomong gitu, hahaha... Agak sopan dikit negurnya: "Ya kan not-nya belom bener, jadi dilatih terus" :p (en sekarang agak menyesal kenapa negurnya kurang "berbobot", wekekek)

Emang dari dulu gw paling ga suka sama orang yang cepet ngeluh.... Buat masalah yang kecil-kecil kayak gitu aja ngeluh, apalagi kalau Tuhan percayakan kamu sama hal-hal yang besar?
Gw inget kata alkitab:
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.
Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar." (Lukas 16:10)
Tuhan sudah percayakan hal-hal yang kecil seperti: latihan piano, nyanyi, ngerjain PR, buat aransemen, ngelatih aransemen, bantuin ortu, jagain dedek, pelayanan di hari Minggu; tapi kita sendiri cepet ngeluh, bkin2 excuse buat ngehindarinnya, gimana Tuhan mau percayakan pelayanan yang lebih besar buat kita di masa depan?

Gw coba refleksikan dengan kehidupan Yesus pas Dia pelayanan di dunia...
Pas Dia mau disalibkan di golgota, Dia harus berjalan dari Istana Pilatus sampai Golgota... Menurut WD Edward, WJ Gabel dan FE Hosmer, jarak antara Praetorium sampai ke Golgotha adalah sekitar 1/3 miles atau sekitar 0.53 km (lih. On the Physical Death of Jesus Christ, 1986, JAMA 255:1455-1463). Tidak terlalu jauh menurut kalian? Ingatlah bahwa Dia harus memanggul salib sepanjang perjalanan... Salib yang dibawa diperkirakan seberat 56-59 kg... Dan alkitab mencatat bahwa DIA tidak pernah mengeluh!
"Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya." (Yesaya 53:7)

HA! Kita yang enak-enak nyetir mobil pake AC, ga usah bawa bawaan berat aja kadang-kadang masih ngeluh karena macet...
Gw paling suka lirik lagu Israel Houghton yang "Love Revolution", dia nulis gini:

People dream of simple things like worry free water
While some of us complain and fuss about things like internet connections
A mother pleads her baby screams
This HIV's relentless
But my new web page is all the rage
"LOL OMG like we should totally be friends!"

The sun beats down on cracking ground, no food around for miles
But I'm so upset I'm a little stressed cuz my pizza delivery is running late
and they said it was gonna be here within 30 minutes or less
"I'm just sayin' it better be free, I'm just sayin'..."


Lihat kan kenyataan yang bkin hati miris dalam hidup ini?
Kita terkadang mengeluh buat hal-hal kecil kayak: BBM pending, Internet LEMOT, dan lain sebagainya...

Trus ada yang ngomong: "Tapi Men, lihat dhe Ayub sebagai contoh tokoh di alkitab, Dia juga pas dalam kesesakannya mengeluh loh... Gw juga merasa hidup gw berat banget loh Men, keadaan ekonomi gw kayak gini, musti bayar apa-apa sendiri, mana keadaan keluarga gw yang bisa dibilang jauh dari kondisi yang baik..."
Gw jawab: "Coba lihat konteksnya, Ayub mengeluh sama siapa? Sama temen-temennya? Sama dosennya? Sama keluarganya? Enggak kan.... Ayub mengeluh ke Tuhan! Apapun pergumulan yang kamu hadapi, salurkan ke Tuhan! Bawa dalam doa kepada Tuhan! Curhat sama Dia... Percaya dhe, pas abis itu langsung legaaaaa banget, en dengan begitu, kita juga mempersiapkan hati kita buat ditegur en diubah cara pandang kita yang salah sama Dia...." :)

Jadi temen-temen, apapun masalah kalian sekarang, jangan sekali-kali mengeluh, karena mengeluh itu membawa ilang damai sejahtera....
Kalau kita lagi di posisi sulit, lagi menerima pekerjaan/tugas yang berat banget nih, inget selalu ayat ini:

"Lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia."
(Kolose 3:23)

Wednesday, November 2, 2011

In all things: LOVE!

Hi guys! Wuaahh, di malam hari di tengah-tengah jadwal yang padet masih mau nyempetin nulis blog, soalnya minggu2 terakhir dapet banyaakkkk banget berkat rohani dari Tuhan, baik lewat buku-buku, saat teduh pribadi, kesaksian orang, pengalaman bersama temen2, de el el... Hahaha... En masalah satu ini kayaknya "gatel" banget pengen gw bahas, jadi rela mengurangi jam tidur bwt nulis dhe :p

Hari ini di pelajaran Teologi, kita lagi ngebahas tentang Allah tritunggal, bagaimana Allah merupakan tiga pribadi yang berbeda, tetapi tetap satu kesatuan yang utuh...
Di bagian akhir, dosen gw membuat refleksi bagaimana kita bisa mengaplikasikan pelajaran hari ini buat kehidupan kita sehari-hari...
Beliau berkata bahwa Allah kita terdiri dari tiga pribadi yang berbeda, tetapi menjadi satu, oleh karena itu sudah menjadi ciri kehidupan orang percaya juga untuk hidup harmonis dengan sesama kita (terutama dengan orang2 yang satu iman dengan kita).
Perbedaan-perbedaan yang ada di antara kita (ras, suku, kebangsaan, latar belakang, bahkan denominasi gereja!) seharusnya tidak menghambat kita untuk bersatu, karena kasih Tuhan yang mempersatukan kita.

Terus ada mahasiswa yang bertanya,
"Saya ingin memberi komentar tentang gereja karismatik, saya melihat bahwa mereka menonjolkan praise and worship, dan mengesampingkan Firman Tuhan... Ibadah mereka seakan-akan hanya untuk memuaskan emosi saja, tidak berfokus pada Tuhan... Bagaimana seharusnya saya menanggapi akan hal-hal seperti itu?"

Gw dengernya langsung *deg!* Wew, berani banget dy ngungkapinnya di kelas Teologi, di tengah-tengah orang-orang Kristen dengan berbagai latar belakang gereja, yang sapa tahu di antara mereka ada orang yang beribadah di gereja karismatik, gimana mereka ga marah en emosi denger pernyataan seperti itu coba :s
Tapi dosen gw mengungkapkan satu statement yang sangat gw suka:

In essential, UNITY
In non-essential, LIBERTY
In all things: LOVE

Statement di atas berarti:
1. Untuk hal-hal yang esensial -seperti: doktrin Allah tritunggal, Allah sebagai juruslamat, iman yang menyelamatkan- itu kita harus memiliki pemahaman yang SATU, tidak berbeda-beda. Karena inilah dasar untuk menyembah Tuhan dengan benar: yaitu memahami pemahaman yang BENAR tentang diri-Nya.. Kalau doktrin dasar kita udah salah n mudah diombang-ambingkan, otomatis perilaku (bahkan ibadah kita pun!) bisa ga berkenan di hadapan DIA...

2. Untuk hal-hal yang non-esensial -seperti: bagaimana cara kita bersaat teduh, puji-pujian apa yang kita pakai, perlu tepuk tangan atau tidak, alat musik apa yang kita pakai untuk menyembah DIA- itu kita seharusnya bersifat LIBERAL. Kenapa begitu?
Karena Allah kita itu Allah yang kaya akan warna, Ia tidak terbatas pada cara-cara atau ketentuan-ketentuan tertentu, Ia tidak terbatas pada musik-musik atau tata cara tertentu, sebab: "segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)

Gw pengen sharing sedikit tentang bagaimana gw overcome "pengkotak-kotakkan" yang often gw buat untuk membanding-bandingkan tata cara ibadah gw dengan tata cara ibadah gereja lain. Gw tahun kemarin pengen nyoba-nyoba denger lagu rohani dari band luar negeri, so gw beli CD Israel Houghton yang "Love God.Love People", tanpa punya bayangan bagaimana tipe musik mereka, yang gw denger adalah orang-orang pada bilang, "Bagus men, coba dengerin dhe..." hahaha :P

Gw awalnya agak sedikit tidak "terbiasa" dengan gaya musik mereka, yang SANGAT AMAT KONTEMPORER... Track-track awal yang gw denger gaya musiknya itu sangat mirip dengan gaya2 musik-nya artis kontemporer seperti Chris Brown en Ne-Yo...
Gw mikir: GILE! Emang boleh yaaa orang bkin lagu rohani memakai tipe musik seperti ini?
Trus gw cermati lagi kata-katanya, so far oke sih, g ada kata-kata yang menyimpang dari ajaran alkitab, malahan membuka mata terhadap realita-realita "kebobrokan" mental masyarakat jaman sekarang dan krisis imannya...
Terus gw mikir lagi, selama ini gw ngeliat orang-orang berkulit hitam nyanyi-nyanyi lagu rohani gayanya yaaa kayak gitu semua: ekspresif, eksplorasi alat musik yang luas, dan tempo yang enerjik.

Terus gw mikir lagi... Iya juga ya... Orang-orang di daerah terpencil bernyanyi dengan music style seperti itu karena memang jenis musik itu yang mereka ketahui! Orang-orang di Afrika mana kenal sama yang namanya Handel, Bach, en orang-orang klasik lainnya yang gemar membuat komposisi lagu buat gereja. Mereka mana tahu aturan-aturan harmonisasi, tonalitas, de el el gitu2. Mereka punya mulut, mereka punya sense of music yang tinggi, en above all: mereka punya KERINDUAN YANG BESAR BUAT MEMUJI TUHAN! Oleh karena itu mereka menggunakan pengetahuan yang terbatas itu dengan bantuan roh kudus (off course!) untuk menghasilkan musik-musik yang luar biasa!

Mereka memuji Tuhan dengan alat musik itu (gendang, rebana, de el el) karena memang alat musik itu yang berkembang di daerah mereka en mudah mereka miliki. Kalau kita bilang: memuji Tuhan alat musiknya musti terbatas piano en organ aja, ga boleh ada alat pukul seperti drum, rebana, dll (karena secara tradisi dulu, alat musik pukul biasanya digunakan untuk memanggil arwah/roh jahat)!
Gw mikir: BEH! Orang di Afrika nyari air aja susah, apalagi nyari PIANO!!
Tapi apakah keterbatasan itu membuat mereka berhenti untuk memuji Tuhan? NO! Mereka memanfaatkan kultur musik yang berkembang saat itu untuk membuat lagu dan memuji Tuhan.

Segala sesuatu itu baik diciptakan Tuhan, tetapi karena dosa maka manusia memakainya untuk hal-hal yang ga bener... Makanya pas menyembah Tuhan, pake prinsip ini:
"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran..." (Yohanes 4:23)
Ini berarti: ROH kita: seluruh jiwa raga kita, termasuk hati nurani dan motivasi kita sendiri itu harus bener! Apakah kita bermain musik en memakai lagu ini buat memuji Tuhan, atau sekedar menyenangkan diri sendiri?
Sedangkan menyembah dengan KEBENARAN berarti: orang itu sudah dibenarkan, orang itu sudah percaya kepada Yesus, orang yang sudah terlepas dari kenajisan, orang yang sudah ditebus oleh darah Yesus, berdasarkan kematian dan kebangkitan Yesus. Firman Allah ajarkan bahwa YESUS MATI untuk menghapuskan segala dosa manusia, untuk mengampuni dosa manusia ; tetapi YESUS BANGKIT untuk membenarkan manusia. Sesudah dosa kita diampuni, kita dibenarkan !!


Gw sendiri berasal dari gereja yang mainstream di Indonesia, dan dibesarkan dengan beribadah menggunakan lagu-lagu klasik en hymn. Tetapi gw juga tetap merasa Tuhan bisa menyentuh en menegur gw lewat lagu-lagu kontemporer...
Gw bisa nangis karena terkagum karena lagu "Kuberbahagia.... Yakin Teguh! Yesus abadi, kepunyaanku!" karangan Fanny J. Crosby, en juga bisa merfleksikan kehidupan pelayanan gw dari lagu "Tiada Seperti-Mu" karya Sidney Mohede.
Jadi jangan sampai ada di antara kita yang nge-judge atau berpikiran: gereja aliran gw paling bener, soalnya pake organ en piano doang, atau gereja dia yang paling oke, soalnya dengan band yang keras bisa menjamah banyak orang. Kerjakan apa yang menjadi bagian kita dengan maksimal, selebihnya biar Tuhan yang menjadi HAKIM atas segalanya.
Karena sebenarnya ibadah sejati kita ga cuman sekedar musik aja. Musik itu cuman sebagian kecil dari penyembahan kita kepada Tuhan. Ibadah sejati kita itu tampak dalam kehidupan kita sehari-hari, bagaimana kehidupan kita mencerminkan buah-buah roh (Galatia 5:22) dan menjadi berkat bagi banyak orang...

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
-Roma 12:1-

3. Melihat begitu banyak perbedaan di antara kita, apakah yang dapat menyatukan kita?
Alkitab mengatakan:
"Kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan."
(Kolose 3:14)
Karena kasih berbicara lebih kencang daripada kata-kata, karena kasih merupakan bahasa universal yang bisa dimengerti oleh orang kaya, orang miskin, orang dari GBI, orang dari GKI, orang dari GRII, bahkan orang-orang yang belum mengenal Kristus!

Ingatlah bahwa pada waktu penghakiman nanti, Allah GA AKAN bertanya: "Dari denominasi apakah kamu?"
Tetapi Ia akan bertanya, "Apakah kamu memberi Aku makan ketika Aku lapar, memberi Aku tumpangan ketika Aku seorang asing, memberi Aku pakaian ketika Aku telanjang, melawat Aku ketika Aku sakit, dan mengunjungi Aku ketika Aku dalam penjara?" (Matius 25 : 31-46)

"Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."
(Galatia 6:10)