Friday, November 25, 2011

Dosenku Rese, Dosenku Sayang :)

Hi guys! Nulis lagi niihh, lagi dapet banyak pengalaman "unik" dalam hidup gw sekarang...
Some of it are unpleasant, tapi percaya terus kalo hidup gw itu di bawah tuntunan Tuhan, so it's going to be alright! :)

Kali ini gw mo cerita sesuatu yang we all can relate to: TEACHERS! hahaha

Suatu saat gw ngiringin temen gw nyanyi dan dinilai oleh seorang dosen...
Dosen itu emang terkenal killer en galak sekaliii, tapi terkenal memang sangat hebat dan bagus kalau ngajar... Dan hingga suatu kali gw mendapat pengalaman ditegur oleh dia :)
Awal2nya temen gw yang ditegur2 terus, mulai dari diksi yang salah, teknik yang salah, tempat bernafas yang ga tepat, jadi bisa dibilang tiap nyanyi 1 bar di-stop trus diulang lagi, hahaha...
Kemudian suatu saat dia bilang ke gw, "Pianis tolong ya jangan kekencengan mainnya, tugas kamu sebagai pengiring saja, jadi musti denger suara vokalisnya..."
Okeh, terus gw pake pedal una corda (pedal kiri yang berfungsi buat meredam suara)...

Trus di tengah-tengah lagu dia negur lagi, "Pianis coba jangan bikin tempo sendiri, makanya temponya sangat lambat, nak..."
Trus gw main dengan tempo lambat...

Hampir sampai ke akhir lagu, dia berdiri dan bilang, "Sudah, sudah, saya aja yang ngiringin..."
Dan akhirnya dia yang main, dan gw berdiri di sampingnya kayak kambing congek :s

HUAAAA~ Coba kalian bayangkan gimanaaaa rasanya di posisi gw ituuu....
Yang dimarahin berkali-kali, kemudian pada akhirnya digeser dari posisi mengiringi, harus berdiri di samping dia dan menunggu dia mengiringi sambil dia mengoreksi kesalahan-kesalahan penyanyinya... Dan lebih parahnya: dia melakukan itu semua DI DEPAN TEMEN-TEMEN GUE :(


Trus malemnya gw bergumul sama Tuhan...
Dengan pikiran tenang dan dengan akal sehat gw mulai mikir lagi kejadian tadi siang...
Dari peristiwa yang menyakitkan tadi gw belajar:
Tiap manusia itu diciptakan segambar dengan Tuhan (Kejadian 1:27), itu berarti dalam hati mereka itu ditanamkan hati nurani untuk bisa merasakan belas kasihan, baik hati, membedakan yang mana yang bener dan yang enggak; hal-hal general yg bisa dirasakan oleh tiap orang, termasuk dosen!
Mungkin kelihatannya mereka GALAK, jahad, tidak berperasaan dalam ngasih tugas, ga sopan negurnya, ato bkin gondog kadang-kadang, tapi kalau ingat-ingat lagi statement awal tadi, tiap manusia diciptakan dengan segambar dengan Tuhan, itu berarti dosen kita juga capable of membedakan yang mana yang bener dan yang enggak...

Gw intropeksi diri, dari teguran-teguran itu gw mengaku salah:
1. Tugas pengiring itu ya mengiringi! Artinya: ga boleh volume suaranya lebih gede bahkan kekecilan daripada suara penyanyinya, tetapi bagaimana keduanya bisa menyatu dan menghasilkan suara yang pas dan blending! Artinya juga: temponya yaaa harus ngikutin penyanyiii, jangan EGOIS en bikin tempo sendiri.. Mengiringi artinya belajar MENDENGARKAN orang lain, bagaimana kita RENDAH HATI dan mengutamakan orang yang kita iringi itu "bersinar" daripada kita :)

2. Teguran soal tempo yang kurang tepat itu membuat gw belajar bahwa kalo ngiringin orang tuh butuh persiapan! Jangan bermodalkan sight reading ajaaa...
Ini mengingatkan gw untuk "melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia" (Kolose 3:23). Lw berbuat sesuatu untuk DIA yang Maha Mulia itu masak setengah-setengah en ga persiapan? Enggak kaann?
Udah ambil komitmen buat ngiringin orang yaaa mbok ya dilatih,
klo penyanyinya suka telat ngasih partitur yaaa ditagih,
trus siapin waktu buat latihan berdua...
Itu baru yang namanya sesuai dengan standar Allah! :)

Setelah gw intropeksi diri di atas, gw akhirnya mendapat "reward" yang sangat indah dan memorable sekali, hahaha:

Waktu itu gw ngiringin lagi, dengan penyanyi dan lagu yang berbeda...
Dia ga komen apa-apa tentang iringan gue, dan ga terlalu permasalahkan soal penyanyinya juga.. Dia akhir lagu dia ngomong, "Kamu (penyanyi) harus tau dengan jelas arah lagunya kemana, kamu nyanyi tanpa tau arahnya cuman asal nyanyi not aja, si pendengar ga akan nangkep maknanya... Coba lihat pianis kamu, dia tahu dengan jelas arah lagunya mau kemana, gaya mainnya kayak gimana, dia mainnya bagus sekali... Dipelajari lagi ya nak..."

YESSS!!! "DIA (pianis kamu) tahu dengan jelas arah lagunya mau kemana, gaya mainnya kayak gimana, dia mainnya bagus sekali... "
WUAAAAA!! Gue yang denger itu rasanya kayak terbang ke langit ke tujuh! Hahaha...
Dosen yang killer itu bisa muji jugaa, dan rasanyaa...wuih, tak terlupakan deh kata-katanya ituuu! *lebay, wkwkwk* xD

Pelajaran terakhir yang gw nangkep dari peristiwa ini adalah:
3. Tiap manusia tahu mana yang bener, dan mana yang salah.
Apalagi dosen, dia kan pasti berpendidikan dan lebih berpengalaman daripada kita, soo...masukan-masukannya pastiiii ada gunanyaa..
Oleh karena itu, ketika ditegur, jangan langsung gondok, keki, ato kesel... Coba telaah dulu makna nasihatnya, benerkah yang dia bilang? Benarkah kita yang salah? Soalnya terkadang ketika ditegur, emosi kita yang bekerja lebih keras untuk marah daripada akal sehat kita untuk dapat "mem-filter" kata-katanya :)
Sooo... Kalau ditegur, terima aja dulu, kemudian intropeksi diri, kira-kira apa yang musti diubah dari diri kita, lakukan itu, dan Tuhan menjamin ini:

"Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan,
tetapi siapa mengindahkan teguran DIHORMATI..."
(Amsal 13:18)

Minggu-minggu ke depannya gue teteepp adaaa aja dimarahin lagi sama si "doi", hahaha...
Gapapa, yang gue ingin hasilkan dari peristiwa ini bukan mendapat pujian dari dia,
tapi bagaimana gue bisa membentuk karakter yang kuat oleh teguran-teguran atau masukan-masukan yang disampaikan oleh orang lain :)

Sooo... Selamat belajar, semuanyaa!
God bless you all ;)

Thursday, November 24, 2011

Tuhaaann, gue sebel sama diaaaa!!

Hahaha... Judulnya unik skali yah setelah dilihat2 lagi :p
Hallo guys! Gw lagi menjelang minggu tenang sblom UAS nii, jadi bisa sempet nulis dhee, haha...
These past few weeks have been crazeehhhh... Tapi tetep harus dijalanin dengan sukacita :)
Gw pengen sharing pengalaman gw dlm beberapa minggu terakhir yang cukup bikin beban pikiran :(

Gw tu orangnya males makan sendirian, jadi kalo mo makan (entah di kampus, gereja, tempat les, latihan) pasti ngajak orang, hahaha...
Naahh, suatu kali gw makan bareng 2 orang temen...
Di tempat kita makan ada suatu band yang main, terus ngeliat salah satu pemainnya bermain dengan rada "lebay" (yaaa namanya juga musisi, kita klo keasyikan main jadi kek orang "sakau", hahahahaha), terus mereka memeragakannya ulang dan jadi bahan candaan.
Mungkin buat mereka itu suatu bahan pembicaraan, bahan yang bisa ditertawakan bareng,
tapi buat gw secara pribadi itu ga sopaaannn banget...
Gue yang ada di situ ngedengernya MARAH BANGET, gue negur mereka:
"Kalian jahat bangeeett... Emang orangnya mainnya kayak gituu, tapi ga bisa dijadikan bahan candaan...."

Trus ada lagi masa dimana mereka lagi kesel sama orang, mereka mulai menjulukinya dengan nama-nama yang ga baik... Oh gosh, gw KESEL BANGET, gue negur lagi!
"Ga bagus tau julukin nama-nama orang kayak gitu..."
"Iya abisnya dia nyebelin men..."
"Ya iya gue tahu dia nyebelin, tapi kan ga bisa jadiin alasan buat julukan nama2... Kalian sendiri ga mau juga kan digituin?"



Gw bergumul en curhat sama Tuhan: "Tuhaann, kenapa siii mereka suka ngobrolin yang kayak gituu? Suka ngejek2 en ngasih julukan buat orang-orang kayak gitu?"
Gw cukup sedih karena dulunya mereka baik-baik saja, en sekarang mereka berubah menjadi seperti ini, well... gw terang-terangan kecewa :(
Hati gue berkata: "Men, lu harusnya simpati sama orang-orang kayak gitu, yang mungkin belom bisa mengerti apa yang mereka perbuat itu salah... Lu lihat keadaan mereka yang mungkin kurang beruntung kayak kamu, yang kurang perhatian dari orang-orang yang mereka cintai, yang bahkan kedua orang tuanya mungkin yang kurang akur ato keluarganya tidak se-harmonis lu, harusnya lu kasih pengertian lebih sama orang-orang kayak mereka..."

Trus gue ngomong lagiii: "Tapi Tuhaann, kapaann dong gue dikasih simpati jugaa?"
Hati gue makin kenceng berkata: "MEN! LU BUTUH APA LAGI? Semuanya udah dikasih sama Tuhan! Keluarga lu berkecukupan, keluarga lu penuh kasih sayang dan mesra, lu dikasih kepintaran, lu bisa kuliah di universitas yang bagus, dapet dosen yang hebat-hebat, en temen-temen sekitar yang sangat menyayangi lu, minta simpati apa lagiiii???"

DEG! Gue langsung nangis, hiks.... Gue salah :(
Alasan gue kesel sama mereka bukan cuman karena mereka emang suka ngomongin orang, tapi emang karena gue haus akan perhatian dari mereka juga...
Tuhan, maafkan aku kalau aku menuntut terlalu banyak dari-Mu, dan buta untuk dapat melihat berkat yang Engkau berikan kepadaku :(
Berikanku hati yang murni dalam melihat kesalahan-kesalahan teman-temanku serta motivasi yang bersih dalam menegur mereka...
Aku terus mendoakan mereka agar mereka menyadari kesalahan mereka dan bertobat dari hal-hal yang ga bener itu.


Senin kemarin (14/11/11) gw baca renungan dari Renungan Harian, dan disitu menceritakan tentang seorang janda yang ditinggal oleh anaknya karena sakit (Lukas 7:11-17)... Tuhan Yesus melihat tangisan janda itu merasa iba dan membangkitkan kembali anaknya karena anak itu merupakan tempat menggantungkan hidupnya.

Gw belajar hal ini:
Jangan pernah berpegang en bersandar sepenuhnya pada manusia, siapapun itu: sahabat karib, pasangan hidup, pacar, orang tua, kakak adik, siapapun juga...
Karena mereka pasti bisa mengecewakan kita, membuat kita down, dan yang paling pasti: mereka TIDAK KEKAL, suatu saat mereka pasti akan hilang dari hidup kita...
Mereka bisa berubah menjadi sosok yang terkadang menyebalkan, berbeda dari ekspektasi kita, dan mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati kita.
Maka berharaplah pada sumber kehidupan, yaitu Yesus,
DIA yang selalu mampu dan mau memedulikan kita...
DIA yang kekal dan TIDAK PERNAH BERUBAH...

God allows us to go through struggles
so that we can come out of our troubles and be able to say:
"HIS GRACE IS ENOUGH FOR ME..."
(2 Corinthians 12:9)

Setelah menyadari hal ini, gue mulai bangkit lagi,
dan mulai perlahan-lahan bisa memaafkan mereka...
Walaupun gw ga menyetujui apa yang mereka lakukan itu,
tapi gue tetap harus belajar mengasihi mereka karena memang mengasihi adalah perintah yang diberikan Tuhan kepada kita :)
*huft, ngomong sih gampang, tapi jalaninnya rada berat dan terseok-seok juga, hahaha*

Hate the sin, but not the sinner! ;)

Thursday, November 10, 2011

Cinta pada pandangan pertama

Hi guyss! Lagi dapet banyak berkat rohani, jadi makin pengen sharing niihh, hihihihi :)
Gw lagi baca "Lady in Waiting" yang dikarang oleh Jackie Kendall & Debbie Jones.
Sebenarnya judul di atas pengen gw bikin: "Wanita yang Bijaksana", berdasarkan judul chapter 4-nya dia... Tapi keknya klo judulnya gitu kek kesannya berat dhe, trus ntar ga banyak yang tertarik, jadi ganti dhe judulnya jadi yang lebih "kontroversial", hohohohoho.... :p

Gw sendiri siiih ga setuju sama statement di atas: "Cinta pada Pandangan Pertama"
Kata "cinta" di jaman sekarang ini sudah mengalami degradasi, cinta itu didefinisikan sebagai: perasaan berbunga-bunga ketika ketemu dia, perasaan kangen, perasaan pengen slalu deket-deket dia, en perasaan-perasaan lain yang cuman sebatas hawa nafsu sesaat saja...
Dunia tidak lagi mengenal arti cinta yang sebenarnya: sabar, murah hati, tidak sombong, tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri, tidak pemarah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (1 Korintus 13:4-5)

Kenapa siii banyak orang percaya terhadap "cinta pada pandangan pertama"?
Ini karena kebanyakan orang melihatnya pada PANDANGAN saja, apa yang dilihat oleh mata:
wajah yang cantik/ganteng, merk baju/sepatu/arloji yang dipakai, mobil yang dibawa, tubuh molek, berbakat (main piano/berpidato/bernyanyi), et cetera et cetera....
Hal ini yang menyebabkan mereka percaya kalau mereka bisa menciptakan kisah cinta yang sempurna dengan memperlihatkan dirinya yang kelihatan dalam pandangan orang lain itu secara sempurna...
Kisah-kisah serta film-film Hollywood telah memperlihatkan kepada kita bahwa dengan tubuh yang kurus, wajah yang molek, serta kekayaan yang tiada batas itu dapat membuat kita memancing pasangan hidup yang tepat.

Banyak wanita lajang memandang dirinya sebagai kulit tiram buruk rupa di pantai-pantai kehidupan, tertimpa pencobaan dan masalah-masalah yang muncul karena tidak menikah. Lebih buruknya lagi, mereka membandingkan ekterior mereka yang keras dengan semua kerang indah di sekitar mereka (Lady in Waiting, hal. 58). Pada akhirnya mereka menghabiskan uang dan waktu yang sangat banyak untuk "mempermak" habis tubuh mereka agar ada pria yang memberi perhatian pada mereka: mulai dari diet ketat, operasi plastik, make up, dan lain-lain...

Coba kita lihat bagaimana Rut menangkap perhatian Boas.. Apakah rambutnya yang indah dan menawan? Tidak! Jawabannya terlihat dalam tanggapan Boas terhadap pertanyaan Rut dalam pasal 2:
Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"
Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. (Rut 2:10-11)
Boas tertarik pada kebajikan dan karakter yang dinyatakan dalam kehidupan Rut. Seorang wanita yang penuh kebajikan adalah sesuatu yang tidak dapat ditolak oleh pria yang saleh!

Sayangnya, banyak perempuan jaman sekarang lebih takut pada jerawat, lemak, wajah yang berminyak, serta rambut kering daripada takut akan Tuhan..
Waktu kalian menggambarkan pria yang sempurna, seperti apakah pangeran itu? Pria yang mengabdi pada Allah-kah: mau diajar, setia, lemah lembut, dan baik?
Seperti apakah wanita yang menurut kalian mau dinikahi oleh pria seperti ini? Seorang wanita yang dangkal atau seorang wanita yang tahu bagaimana berpakaian dan menawan perhatian pria-pria lain? Wanita inikah yang ia bayangkan dan ia ingini untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama-menjadi ibu dari keturunannya? TIDAK MUNGKIN!

Gw pengen sharing sedikit juga tentang pengalaman gw yang membuktikan kalau kisah yang indah itu tidak dimulai dari ketertarikan fisik dan "pandangan pertama"
Gw pertama kali masuk kampus UPH dengan ketetapan dan juga no intention buat nyari pacar. Gw kuliah buat belajar, bukan buat nyari cowok :p
Ehh... Tak disangka ternyata rencana gw ga slalu berjalan sesuai harapan gw, haha...

Pas mata kuliah "Leadership", kita disuruh buat kelompok untuk kegiatan Service Learning (membagikan pelajaran yang kita dapet di kampus buat orang-orang yang kurang beruntung; di panti asuhan, panti jompo, dan lain-lain). Dosennya menyuruh kami untuk memilih orang sendiri. Well, gw pilih temen-temen yang duduknya deket sama gw saat itu...
Pas berjalannya Service Learning, gw pertama-tama takut tuh: "Gimana yaaa kalo nanti krik-krik suasananya" ato "Gimana kalo nanti malahan anak-anaknya bandel n ga bisa diatur?"
Pokoknya banyak dhe ketakutan-ketakutan gw yang terpikirkan...
Tapi ternyata ada satu pribadi yang awalnya gw kenal sebagai orang yang pecicilan, agak sedikit ribut, bawel, en sedikit nyebelin, yang bisa mengatur Service Learning itu akhirnya berjalan tanpa ada satupun ketakutan gw yang terjadi. Dia yang berhasil memotivasi anak-anak untuk mengikuti acara dengan baik, dia yang berhasil membawa suasana agar menyenangkan, dan dia yang berhasil membawa sukacita agar anak-anak itu juga merasakan kedatangan kami sebagai suatu kunjungan yang menyenangkan...
Dari situ tuuhhh mulai dehhhh ada "rasa-rasa".... *dikira permen kali, rasa-rasa, wkwkwk* :P

Setelah berjalannya waktu, gw makin mengenal dia lewat Service Learning berikut2nya, kerja kelompok lain, serta proyek bareng dan melihat bahwa dia adalah pria yang BERBEDA dari yang lain:
Pria yang punya bisa memimpin, ga cuman diri sendiri, tapi juga orang lain...
Pria yang punya strong will (ketetapan keras) untuk sukses...
Pria yang mau kerja keras...
Pria yang rela berkorban..
Pria yang bikin tiap cewek yang kenal sama dia bisa bilang: "Gw mau punya suami kayak lo!"
*Gw ga boong nii!! Soalnya emang ada yang beneran ngomong gitu sama dia, hahahahaha*

Gw sendiri juga pribadi bersikukuh dengan tujuan awal gw kuliah itu: ga mo nyari pacaaarr!!
Tapi ternyata memang banyak kejadian-kejadian yang membuat kita emang jadi saling mengenal, makin deket, en tumbuh perasaan yang lebih dari seorang temen doang....

Pas gw nanya, "Emang lw suka gw karena apa sih?"
"Karena kamu kalau menolong orang tuh tulus, ga pernah minta imbalan, ga pernah minta balesan.. En pertolongan itu kamu lakukan dengan sungguh-sungguh, ga stengah2 asal jadi, 'asal gw nolong aja' gitu, tapi bener-bener kerjain dengan sepenuh hati... Trus ya men... Kamu tuh kalau mengasihi orang juga ga pernah milih-milih... Kamu kalo mengasihi orang bener-bener tulus juga.. Mo orangnya jaat, orangnya ga respect, orangnya membosankan, tapi kamu tetep respect en mengasihi dia juga...
Gw juga ngerasa sii ya men.. Cinta itu bukan 100% pada pandangan pertama, tapi 10% pada pandangan pertama en terus bertambah setiap harinya..."

Lihat kan guys? Tipe cewek seperti apa yang bisa menarik perhatian seorang laki-laki yang baik?
Gw mungkin ga secantik temen-temen gw yang lain...
Rambut gw mungkin ga sepanjang en sebagus temen-temen gw yang lain...
Dress/pakaian gw mungkin ga semahal en sebagus temen-temen gw yang lain...
Gw mungkin ga suka pake make-up, en perawatan-perawatan gitu...
Gw mungkin makannya lumayan banyak, yang menyebabkan agak gemuk :p hwhwhw
Tapi dia GA PEDULI terhadap semuanya itu... Kenapa?
Karena bukan faktor-faktor itu yang membuat gw attractive di mata dia...
Muka, wajah, kekayaan, make up, semuanya bakal luntur semakin bertambahnya usia, tetapi "manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lebut dan tenteram...sangat berharga di mata Allah (dan pria-pria yang takut akan Allah juga, tentunya)!" (1 Petrus 3:4)

Sampai sekarang kita emang ga pacaran dulu, karena masalah denominasi gereja en selama masa penantian ini kita gunakan untuk menjalin persahabatan yang murni yang ketemuan sekali-sekali buat sharing berkat rohani yang didapet dari buku, kotbah, saat teduh, pengalaman kehidupan sendiri, maupun kesaksian orang lain :)
Dan semakin-semakin hari, perasaan itu terus bertumbuh dan ga bisa disangkali lagi, kalau itu terjadi karena kita berdua terus men-support dan mendorong satu sama lain untuk semakin tahu kehendak Tuhan...
Mungkin ada kalanya gw mengalami bad hair day...
Mungkin ada kalanya gw ga punya baju bagus lagi, jadi pake baju biasa yang sisa...
Mungkin ada kalanya muka gw rada sedikit kering jadi sedikit terkopek...
Tapi gw ga pernah minder deket-deket dia...
Karena gw tahu, dia melihat jauh daripada apa yang dilihat mata :)

So... Gimana nii caranya supaya kita bisa mempermak inner beauty kita?
Pertama, Efesus 4:30a mengatakan: "Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah"
Ini berarti dalam setiappp perbuatan kita dari pagi bangun tidur sampe malem pas udah mau tidur, fokuskan setiap perbuatan kita untuk menyenangkan hati Allah, bukan menyenangkan kesenangan pribadi, ataupun kesenangan gebetan kita...

Kemudian dalam Efesus 5:19 mengatakan: "hendaklah kamu penuh dengan Roh."
Ini berarti untuk dipenuhi dengan Roh Kudus kita harus terlebih dahulu menjadi kosong akan diri kita sendiri dan dipenuhi oleh Allah. Berilah Roh Kudus kemudi utama dalam hidup kita. Ini menyangkal diri sendiri, yang tadinya masih berfokus pada "mempermak kecantikan luar", sekarang berfokus pada "mempermak kecantikan dalam", agar sesuai dengan kehendak Tuhan.

SULIT? Jelas! Apalagi ketika di sekitar hidup kita terus dibayangi en dituntut supaya terus-terusan terlihat cantik... Ya jelas, merawat tubuh itu perlu! Tapi tentunya dalam proporsi yang sesuai... Hendaklah kecantikan dalam diri kita lebih menjadi fokus utama dibandingkan dengan kecantikan yang semu dan mudah hilang itu :)

Soooo... Selamat "mempercantik" diri, gals! ;)

Tuesday, November 8, 2011

Teladan dulu, sebelum Doktrin :)

Halloo lagiii :D
Bulan ini dapet banyak berkat rohani niii, jadi bawaannya pengen nulis muluu, hihihi...
Kemarin pas pelajaran Hermeneuktik, kita dibagi tugasnya untuk "membedah" satu bagian alkitab dan membawakannya di depan kelas, semacam renungan kecil gitu dhe...
Gw kebagian Lukas 14:1-6, begini "pembedahan" yang gw berhasil tangkep:

-Siapa saja tokoh yang berperan di dalam kisah ini?
Ada Tuhan Yesus, orang-orang Farisi, dan orang yang sakit busung air

-Apa yang dilakukan Yesus?
Ia menyembuhkan orang sakit pada hari sabat...

-Kenapa kisah "menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat" ini perlu dicatat lagi? Padahal sebelumnya di pasal 13:10-17 kan sudah ada contoh kisahnya?
Ternyata di pasal 14 ini, Tuhan Yesus ingin menegur orang-orang Farisi dan mengkoreksi tradisi hari Sabat mereka yang salah total... Kalau di pasal sebelumnya, Yesus hanya orang2 biasa saja yang mengalami mujizat itu, sementara di pasal ini, Yesus ingin menunjukkannya pada orang-orang Farisi.

-Mengapa Yesus menyembuhkan orang sakit itu? Padahal jelas-jelas di ayat ke 2, orang yang sakit busung lapar itu hanya berdiri di hadapan-Nya, tidak meminta untuk disembuhkan... Tapi kenapa Yesus menyembuhkan dia?
Karena Yesus ingin memberi teladan terlebih dahulu kepada orang-orang Farisi mengenai bagaimana pengertian yang benar terhadap "mengkuduskan hari Sabat" itu... Ia ga cuman ngomong hal-hal yang harus dibenahi, menegur, dan mengkoreksi, tapi Dia MEMBERI TELADAN terlebih dahulu...
Hal ini juga bisa direfleksikan ke dalam kehidupan kita...
Kadang-kadang kita lebih suka ngomong daripada melakukan (omdo = omong doang)...
Kadang-kadang kita tuh lebih suka menegur orang daripada memperbaiki diri sendiri...
Kalo bersilat lidah, adu doktrin, kita bisa menang en unggul.. Pokoknya paling pinter dhe...
Tapi GA pernah ngasih teladan, ga pernah menghidupinya terlebih dahulu...
Coba kita contoh dari teladan Yesus, Ia memberi teladan dulu kepada orang-orang Farisi bagaimana seharusnya arti "mengkuduskan hari Sabat" itu, sebelum menegur dan memperbaiki kesalahan mereka :)

-Apa sih yang ditegur Yesus dari tradisi orang Farisi yang salah itu?
Aku denger dari pendeta saya waktu hari Minggu kemarin, kalo orang Farisi itu memiliki kurang lebih 600 aturan/larangan tentang hal-hal yang boleh/tidak boleh dilakukan pada hari Sabat... Macem-macem dhe, salah satunya yaaa menyembuhkan orang sakit...
Pada hari Sabtu kemarin, saya baca renungan dari Keluaran 31:12-17, dan ternyata dasar-dasar dari hukum inilah yang dipakai oleh orang-orang Farisi untuk membuat 600 lebih peraturan itu... Dalam pasal itu disebutkan: "Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati." (ayat 15)

Orang-orang Farisi mengambil perintah itu secara mentah-mentah.. Mereka mendengar perkataan "setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati" dan ketakutan.. Sehingga dari situ terciptalah banyak aturan-aturan...
Mereka tidak melihat inti sebenarnya Allah memberikan peringatan itu kepada Musa...
Jika kita melihat dari ayat yang ke 17:
"sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."
Di sinilah inti sebenarnya kenapa Allah memberikan aturan itu: ISTIRAHAT...
Allah ingin menekankan bahwa keseimbangan itu penting, istirahat itu perlu!
Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh (ayat 15)
Kita sudah bekerja selama 6 hari FULL, pasti capek dong... Makanya Tuhan memberikan hari Sabat itu hari perhentian penuh, supaya kita bisa istirahat dan bersekutu serta menghadap Tuhan di gereja...

Jadiii... Kalau direfleksikan ke dalam kehidupan kita sehari-hari:
Kalau kita dapet doktrin, dapet berkat rohani lewat kesaksian, kotbah, dan lain-lain; sebaiknya jangan kita terima mentah-mentah.. Jangan karena pendeta/pengkotbahnya itu terkenal, dari gereja gede, udah didenger ribuan orang, terus kita gampang percaya en terima-terima aja...
Atau lebih parah lagi, terkadang pengkotbah itu memakai ayat-ayat alkitab buat mendukung statement-nya, sehingga terdengar "benar"...
Seperti kata Martin Luther: "BACK TO THE BIBLE"
Segalanya harus kita filter dulu, harus kita lihat pemakaian ayat-ayat itu konteksnya bener gaa seperti dalam alkitab? Atau cuman asal comot-comot ajaa? :)
Hati-hati guys, karena jaman sekarang banyak nabi-nabi palus yang "menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang sangat buas (Matius 7:15)"
Mereka akan "mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan (Markus 13:22)."
So guys, BEWARE! Ga semua yang dikatakan pendeta itu bener...
Tuhan kasih satu pedoman yang PASTI BENER dan GA PERNAH BERUBAH,
yaitu FIRMAN TUHAN :)

Friday, November 4, 2011

Cinnamon Roll :)

Hi guys! Hari ini pengen cerita lagi! Hihihi...
G tau kenapa akhir-akhir ini dapet ekstra kerinduan (en ekstra tenaga, tentunya! haha) buat nulis... Sooo.. Here it goes! :)

Jumat, 4 November 2011
Gw nge-kos di Karawaci, jadi tiap Senin pergi bareng papi ke kampus, nginep di Karawaci, trus Jumat malam baru dijemput..
Kebetulan Jumat ini papi lagi tugas di luar kota, jadi ga bisa jemput.. Mami minta pulang hari Jumat karena adek jg ada retret jadi sepi di rumah, minta ditemenin, hwhwhw...
Akhirnya gw nyari temen yang bisa dijadikan tebengan sampai di Kelapa Gading...
Dy bilang bakal balik jam 5, jadi yaa gw langsung beres2 paginya dari rumah, bawa bundel2an, buku2, en barang2 yg mo di bawa ke Gading. Gw pergi membawa barang2 sebejibun itu ke
kampus dulu karena ada kelas pagi, jam 9 sampai jam 11...

Kemudian gw ngikut Student Fellowship (semacam kebaktian rutin buat mahasiswa di sana) sampai jam stengah 2..
Kemudian gw latihan piano, mengejar bahan2 major piano yang masih ble'e ble'e, hahaha :p
Sorenya, sekitar jam 5 kurang 15 baru jalan menuju apartemennya dia..

Gw BBM, "Gw udah di lobby apartemen lw ya!" :)
Trus beberapa saat kemudian dia nelpon.... Dia udah ada dalam perjalanaaaann!!
Huaaaaa~ Gw sempet syok, it felt very surreal...
Hal yang pertama gw rasain bukan kesel, bukan marah, tapi kecewa en sedih...
Koq bisa-bisanya dy ngelupain... Rasanya pengen nangis, apalagi mengingat mami di rumah sendirian ditinggal papi ke luar kota en adek yang retret... (Tapi malu kaann nangis di lobby apartemen, wkwkwk...)Tapi akhirnya yawda, mo diapain lagi... Belajar memaafkan, orang kan juga bisa lupa (termasuk gw, wkwkwk...)

Ternyata kalau kita mau ngeliat setiap kejadian dalam kehidupan kita itu pasti tidak lepas dari kehendak Tuhan... Wlopun "kelihatannya" gw kek sial banget yaa hari itu... Udah bawa barang banyak banget, dilupain, trus ga jadi pulang ke Gading, balik lagi ke kosan bawa barang banyak-banyak... Tapi setelah gw tenangin diri, gw mikir,
"Coba gw ga pulang bareng temen gw yang itu hari ini... Mungkin gw ga akan bakal dapet jeda waktu yang panjang itu (dari stengah 2-5 sore) buat latihan piano..."
Mana lagu gw susah banget, en dari kemarin ga sempet2 latihan krn sibuk ngurus tugas en acara2 lainnya... Ehhh... ternyata hari itu Tuhan kasih kesempatan buat gw untuk "membayar utang" latihan minggu itu pada hari Jumat :)

PLUS! Dari kemarin tuh yaaa.. Gw ngidem banget "Cinnamon Roll" (sejenis roti gitu yang pake kayu manis) yang dijual di bakery di mall... Dari kemarin tu roti abiissss terus.. Klo ga pas gw dateng blom mateng batch selanjutnya, jadi emang g pernah jodoh buat nyicipin :(
NAAHH.. Karena gw balik ke kosan pake bus yang di mal, ternyata gw berhasil mencicipinya! Hohohohoho *senang* :))
Luar biasa yaaa Tuhan kita... Dia bisa memakai kejadian-kejadian yang kelihatannya "apes" en "sial" jadi sesuatu yang berguna buat memperbaiki diri kita sendiri :)

Adakah kejadian-kejadian semacam ini terjadi dalam hidup kalian?
Peristiwa yang kelihatannya "memberatkan", melelahkan, bikin kesel, sebel, yang tadinya udah berharap tinggi, eehh.. ekspektasinya dihancurkan....
Percaya dhe, kalau ga sekarang, suatu saat nanti..kalian bakal ngomong sama diri sendiri:
"Ooohh... Ini toh yang Tuhan mau kerjakan dalam peristiwa kemarin itu!"
Soo.. Jangan cepet sedih, mengeluh, atau putus asa, guys!
Tuhan itu BAIK dan MAHA KUASA, segala sesuatu yang terjadi di kehidupan kita GA akan lepas dari genggaman-Nya :)

"Allah akan memenuhi segala keperluanmu
menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."
(Filipi 4:19)

Thursday, November 3, 2011

Gue Capek!

Lagi rajin nulis lagi nii gw~ Soalnya emang banyaakk sekali kejadian-kejadian di kampus yang memperkaya iman gw en membuat gw berusaha melihat segala sesuatu dari perspektif Tuhan *cie ile* wkwkwk...

Gw kan kuliah di fakultas musik, jadi sehari-hari yaaa berkutat dengan namanya latihan musik... En ada kalanya juga gw mendapat tugas untuk bekerja sama dengan orang lain, seperti misalnya: duet piano, ensemble, tugas kelompok, choir, del el el...
Trus suatu kali pas gw lagi latihan bareng temen gw, lagu yang kita latih tuh susah banget, jadi emang rada gondok dhe latihannya, diulaaannngggg-ulang terus bagian yang susahnya, ampe bosen, tapi terutama: ampe bener!
Tapi dalam proses belom bener itu aja temen gw langsung mengeluh, "Capek, Men!"

BEH, gw dalam hati langsung panas... 'Lu not aja belom bener udah ngeluh!'
Tapi gw ga ngomong gitu, hahaha... Agak sopan dikit negurnya: "Ya kan not-nya belom bener, jadi dilatih terus" :p (en sekarang agak menyesal kenapa negurnya kurang "berbobot", wekekek)

Emang dari dulu gw paling ga suka sama orang yang cepet ngeluh.... Buat masalah yang kecil-kecil kayak gitu aja ngeluh, apalagi kalau Tuhan percayakan kamu sama hal-hal yang besar?
Gw inget kata alkitab:
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.
Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar." (Lukas 16:10)
Tuhan sudah percayakan hal-hal yang kecil seperti: latihan piano, nyanyi, ngerjain PR, buat aransemen, ngelatih aransemen, bantuin ortu, jagain dedek, pelayanan di hari Minggu; tapi kita sendiri cepet ngeluh, bkin2 excuse buat ngehindarinnya, gimana Tuhan mau percayakan pelayanan yang lebih besar buat kita di masa depan?

Gw coba refleksikan dengan kehidupan Yesus pas Dia pelayanan di dunia...
Pas Dia mau disalibkan di golgota, Dia harus berjalan dari Istana Pilatus sampai Golgota... Menurut WD Edward, WJ Gabel dan FE Hosmer, jarak antara Praetorium sampai ke Golgotha adalah sekitar 1/3 miles atau sekitar 0.53 km (lih. On the Physical Death of Jesus Christ, 1986, JAMA 255:1455-1463). Tidak terlalu jauh menurut kalian? Ingatlah bahwa Dia harus memanggul salib sepanjang perjalanan... Salib yang dibawa diperkirakan seberat 56-59 kg... Dan alkitab mencatat bahwa DIA tidak pernah mengeluh!
"Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya." (Yesaya 53:7)

HA! Kita yang enak-enak nyetir mobil pake AC, ga usah bawa bawaan berat aja kadang-kadang masih ngeluh karena macet...
Gw paling suka lirik lagu Israel Houghton yang "Love Revolution", dia nulis gini:

People dream of simple things like worry free water
While some of us complain and fuss about things like internet connections
A mother pleads her baby screams
This HIV's relentless
But my new web page is all the rage
"LOL OMG like we should totally be friends!"

The sun beats down on cracking ground, no food around for miles
But I'm so upset I'm a little stressed cuz my pizza delivery is running late
and they said it was gonna be here within 30 minutes or less
"I'm just sayin' it better be free, I'm just sayin'..."


Lihat kan kenyataan yang bkin hati miris dalam hidup ini?
Kita terkadang mengeluh buat hal-hal kecil kayak: BBM pending, Internet LEMOT, dan lain sebagainya...

Trus ada yang ngomong: "Tapi Men, lihat dhe Ayub sebagai contoh tokoh di alkitab, Dia juga pas dalam kesesakannya mengeluh loh... Gw juga merasa hidup gw berat banget loh Men, keadaan ekonomi gw kayak gini, musti bayar apa-apa sendiri, mana keadaan keluarga gw yang bisa dibilang jauh dari kondisi yang baik..."
Gw jawab: "Coba lihat konteksnya, Ayub mengeluh sama siapa? Sama temen-temennya? Sama dosennya? Sama keluarganya? Enggak kan.... Ayub mengeluh ke Tuhan! Apapun pergumulan yang kamu hadapi, salurkan ke Tuhan! Bawa dalam doa kepada Tuhan! Curhat sama Dia... Percaya dhe, pas abis itu langsung legaaaaa banget, en dengan begitu, kita juga mempersiapkan hati kita buat ditegur en diubah cara pandang kita yang salah sama Dia...." :)

Jadi temen-temen, apapun masalah kalian sekarang, jangan sekali-kali mengeluh, karena mengeluh itu membawa ilang damai sejahtera....
Kalau kita lagi di posisi sulit, lagi menerima pekerjaan/tugas yang berat banget nih, inget selalu ayat ini:

"Lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia."
(Kolose 3:23)