Wednesday, December 14, 2011

Teologi 1 = Sesuatu Banget

Hi guys!! Akhirnya bisa nulis lagiii~
Bukan karena hectic UAS kali inii, tp hectic latihan bwt Natal Pemuda en Remaja, hwhwhw...

Pas FRRS (batal tambah untuk ngambil mata kuliah semester kemarin), gw sii ga milih-milih dosen, yang penting jadwalnya ga bentrok aja, en gw dapet dosen Teologi I yang bisa dibilang ngasih bahan en tugas-tugas yang sangat berat en menyita banyak waktu gw :(

1. Daily Devotional Reflection
Artinya setiap hari kita diharuskan renungan harian, tulis ringkasannya, dan tulis refleksi...
Awalnya sii gw mengernyitkan dahi, astagaaa... Tiap hari aja gw pulang kampus udah sore hari, musti mandi, makan, plus latihan major piano, en bikin tugas en latihan yang lain, masih harus bikin ringkasan renungan juga malemnya?
Dan waktu coba bikin tugasnya, itu memakan waktu 30-45 menit bikinnya setiap hari....
Whew...that's something :s

2. Ringkas Buku
Yes, ringkas buku!
And not an ordinary book yang easy-reading, kek "I Kissed Dating Goodbye" ato "Lady in Waiting", tapi buku doktrin tentang Allah: "Knowing God" karangan J.I. Packer X____X
Bukunya tebel: 370 halaman, gede, en berat juga isinya, perlu konsentrasi penuh bacanya, soalnya klo pikiran melayang kmana-mana pas baca, otomatis ga ngerti, en ga bisa ngeringkas :s

3. Bahan UTS yang BUANYAK
Gw awalnya (pas UTS) agak ngiri sii ngeliat sebagian besar temen-temen gw kok bahannya dikit banget yaaa buat UTS, cuman dikasih 2 pertanyaan dan kemarin udah dicontohin pula jawabannya..
Ga heran mereka kok santai banget pelajarinnya, en ga musti berkutat dengan catetan...
Lah gue? Dikasih 11 soal, en dari situ cuman keluar 5...
Mending gitu yaa pertanyaannya: Sebutkan incomunicable attributes Allah!
Yah jawabannya gampang kan, cuman 4 biji...
Lah iniiii~ pertanyaannya: 
Sebutkan wahyu umum dan wahyu khusus serta keterbatasan dan dampaknya!
Sebutkan definisi penyelidikan alkitab, beserta dengan prinsip-prinsip serta metode-metode yang harus diperhatikan!
Dalam hati gue cuman: eeeeerrrrrrrr -_______-"


Gw awalnya agak males sii ngerjainnya... Ya amppuunnnn, gw major semester ini udah ganti dosen major yang lebih pinter sehingga waktu latihan gw harus diperbanyak, tapiiiii...ini malah dapet banyak tugas yang ngurangin waktu latihan en bikin tugas yang lain... Otomatis waktu gw untuk tidur juga berkurang :(

Tapi setelah UTS, gw ngeliat temen-temen gw dengan dosen yang ngasih 2 pertanyaan itu, ternyat mereka banyaakkkk sekali yang dapet nilai jeblok: bervariasi antara 20 sampe 60... (wlopun ada juga yang dpt 80 dan 90, tp dikit banget)....
Dari situ gw mulai merasa bersyukur banget dapet dosen teologi yang bijak sekali ngasih nilai...
Okelah, susah belajarnya, tetapi sangat worth it dengan nilai yang diberikan...

Gw jadi inget pendeta gw waktu berkotbah, dy ngasih perumpamaan:
Air putih mana yang terasa nikmat? Untuk kita yang lagi ga haus, atau untuk pelari maraton yang abis menyelesaikan pertandingannya?
Jawabannya obvious banget kaann?
Sesuatu yang kelihatannya biasa aja itu bakal terasa nikmat en sangat dihargai kalo kita meraihnya dengan perjuangan...
Gw bangga banget waktu gw dapet nilai UTS gw ternyata di atas 90...
Rasanya pengen lompat-lompat ngitarin UPH en teriak-teriak kesenengan...
Hard work pays off! Gw udah tidur sekitar 4 jam aja buat belajar UTS Teologi itu, en dapet hasil yang memuaskan banget!

Sejak saat itu mata gw terbuka ketika mengikuti pengajarannya, mencoba untuk bersyukur untuk dosen Teologia yang Tuhan kasih buat gw yang memang sengaja BERAT en butuh perjuangan ekstra ngadepinnya...
Setelah UTS, dia mulai ngajar tentang atribut-atribut Allah: Omnipresence (Maha Hadir), Omnipotence (Maha Kuasa), Kasih, Kecemburuan Allah, Allah yang Marah, dan lain-lain...
Yang bikin gw mengagumi dosen ini adalah betapa dia ga cuman pinter, tapi kelihatan kalo dia punya hubungan dengan Allah yang sangat, sangat baik...
Kelihatan loh:
Dosen ato pendeta mana yang punya hubungan dengan Sang Pencipta-nya dengan sangat baik,
mana yang menganggap Tuhan sebagai subjek, bukan OBJEK penelitiannya...
Hal itu keliatan dari caranya berkotbah/memberi pengajaran:
apakah dia berdebar-debar (passionate) ketika menceritakan tentang Allah-nya yang hidup;
apakah dia mengajar dengan sikap rendah hati, atau malah memperlihatkan kehebatannya mengenal banyak doktrin;
apakah dia benar-benar menghidupinya dalam pengalaman hidupnya sehari-hari: mengambil banyak contoh dari kisah-kisah hidupnya, sharing dengan teman-temannya, atau bahkan kotbah/statement dari orang lain, ga cuman dipandang sebagi pengetahuan belaka;
apakah pengajarannya berpusat pada kemuliaan Allah, atau memuliakan diri sendiri? :)

Gw secara pribadi kagum sekali dengan beliau... Sering banget dalam kelasnya gw sampe berkaca-kaca karena banyak kisah-kisahnya yang menyentuh hati dan menyadarkan gw kalau "Allah itu baik!"
Gw coba sharing-kan beberapa kisah dari dia yang gw inget terus sampe sekarang:
1. Waktu itu kita sedang belajar tentang God's Providence (Providensia Allah). Ada 3 cara Allah menjaga dan memelihara ciptaan-Nya, salah satunya adalah concurrence (God is in control of EVERYTHING). Ini berarti Tuhan berkuasa atas affairs of Nation, kejadian-kejadian yang terlihat "random" ato "kebetulan", inanimate creations (awan, hujan, petir, dll...), hingga setiap jengkal kehidupan kita!
Amsal 20:24 mengatakan kalau "Langkah orang ditentukan oleh Tuhan...."
Dia cerita bagaimana banyak orang ketika butuh sejumlah uang, terus tiba-tiba adaaa aja orang yang dikenal (maupun tidak dikenal) yang memberikan sejumlah uang yang persis dibutuhkan!
Gw inget pendeta gw pernah butuh duit buat operasi penyakitnya, dia ga tau mo dapet uang dari mana lagi, kemudian pas dia lagi makan di sebuah restoran, dia ketemu salah satu jemaatnya, mereka ngobrol-ngobrol, trus pisah...
Keesokan harinya, orang itu sms dan bilang kalo dia baru aja dapet berkat trus mau ngebagiinnya ke pendeta itu... Luar biasa! Pendeta gw itu akhirnya dapet cukup uang buat melaksanakan operasinya...
Trus dosen gw cerita, kalo emang temen kampusnya dia pernah lagi jalan-jalan, trus tiba-tiba muncul keinginan dalam hatinya buat ngasih duit berjumlah sekian-sekian ke kotak pos nomor sekian-sekian (secara detailnya!)... Gw denger itu langsung merinding...
Bener banget ternyata kalau Tuhan itu bekerja untuk mencukupkan kebutuhan setiap orang-orang yang dikasihi-Nya. Dan Dia juga bisa melakukannya lewat orang-orang secara random yang bisa mendengar suara-Nya dan melakukannya :)

"Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu 
semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. 
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!"
Mazmur 139:16-17



2. Kemudian kita ngebahas tentang Penderitaan dan segala pertanyaan-pertanyaan yang sering dikatakan orang: "Kalau Tuhan Maha Baik, kenapa Dia tega melihat gw menderita?"
"Kalau Dia Maha Kuasa, kenapa Dia ga sanggup mengobati penyakit gw?"
15 tahun lalu, ada jemaat di gerejanya yang kehilangan putri sulungnya karena penyakit demam berdarah... Waktu itu dia sangat terpukuull sekali, karena penyakit itu seharusnya bisa dicegah apabila dia lebih peka lagi... Dan tentunya, kehilangan anak perempuan tersayangnya adalah sesuatu yang sulit untuk dihadapi di kemudian hari...
Tahun lalu, ada seorang anggota jemaat di gereja yang sama yang ternyata anaknya juga meninggal karena demam berdarah...
Siapa yang bisa menjadi penghibur yang paling efektif?
Tentu saja Bapak yang mengalami penderitaan yang sama dengannya 15 tahun yang lalu!
Salah satu tujuan penderitaan yang dosen gw tekankan adalah: "Untuk menghibur orang lain yang menderita..."
Mungkin kita sekarang mengalami penderitaan yang ga kita ngerti, yang menyakitkan, yang keliatannya ga ada baik-baiknya sama sekali...
Tetapi siapa tahu, dalam 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun lagi, pengalaman kita itu bisa menjadi aset yang berharga untuk menghibur teman kita yang sedang bergumul dengan penderitaan yang sama? :)

"Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah."
(2 Korintus 1: 3-4)



And as for tugas Daily Devotional Reflection itu?
Gw sangat berterima kasih dia ngasih tugas itu ke gw, karena sebelumnya gw sii saat teduh yaaa asal lewat gitu aja, saat teduh buat menuhin kuota en kewajiban, hwhwhw...
Tetapi karena gw diharuskan untuk menulis ringkasan, dan dipaksa untuk merefleksikannya dengan kehidupan gw, renungan yang gw baca itu jadi NYANTOL di kepala, terus menerus gw inget buat jangka waktu yang panjang, bahkan sampai sekarang gw nulis renungan ini, masih banyak renungan dari 5 bulan lalu yang gw inget dan gw sempurnakan terus sampai sekarang.
Bahkan setelah selesai tugas itu, gw terus melakukannya setiap hari: menulis ringkasan saat teduh setiap hari dan merefleksikannya... Cara yang efektif buat benar-benar "merenungkannya siang dan malam" (Mazmur 1:2).

Semester ini gw belajar untuk bersyukur...
Ga cuman bersyukur di atas hal-hal yang obvious: kebutuhan tercukupi, punya banyak sahabat, punya keluarga yang harmonis, diberi kesempatan melayani,
tetapi bahkan untuk hal-hal yang mungkin kelihatannya merepotkan, seperti:
tugas-tugas yang memberatkan :)

"Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap..."
(2 Korintus 8: 2)

Tuesday, December 6, 2011

Now Reading...

Hi guys! Gw lagi masa-masa UAS niihh, jadi g sempet update blog untuk sementara, tapi teteppp aja rindu buat nulis, hwhwhw... Gw mo bagiin buku-buku yang sedang (dan sudah) gw baca yang menurut gw sangat-sangat oke banget buat kalian yang lagi pengen mendalami tentang ke-Kristen-an atau tentang relationship and dating ;) hihihihi... Enjoy!

1. Lady in Waiting
Ini buku yang mengubah pandangan gw secara total tentang makna sebenarnya dalam "anugerah menjomblo". Buku ini membedah total kitab Rut dan mengambil 10 karakter yang harus dimiliki para wanita yang lagi dalam masa "penantian" akan jodohnya, hwhwhw... Mulai dari wanita yang bijaksana, wanita yang memiliki rasa aman, wanita yang puas, wanita yang rajin, wanita yang sabar, dan lain-lain...
Gw seblomnya pernah baca buku2 tentang pacaran, tapi ga ada buku yang se"nancep" ini, karena -ga seperti di buku lain yang memberikan contoh general-general aja- dia memberikan contoh-contoh yang cewek BANGET! Banyak kesalahan-kesalahan yang wanita lakukan yang "dibalut" dengan motivasi yang (pura-puranya) murni, dan dia bahas semuanya di buku ini... Dy bener-bener ulas apa yang kita perlu persiapkan untuk menjadi wanita yang ga cuman nunggu pangerannya, tetapi menjadi wanita yang layak menjadi pengantin Tuhan :)

2. This Momentary Marriage
Melihat koq gw demen baca buku tentang relationship, temen gereja gw suggest buat baca buku yang sedang ia baca yg menurutnya bagus. Emang siii, judulnya sangat-sangat "dewasa" sekali... Ya ampuunn, calon suami aja belom adaaa, baca buku tentang pernikahaann? wkwkwk...
Tapi setelah baca bab-bab awalnya, gw jadi ngerti kenapa dy sebut buku ini bagus sekali en layak dibaca... Istilahnya mungkin: "Saving your marriage before it starts", hahaha...
So far sampe yang gw baca, John Piper ngebahas tentang pernikahan adalah salah satu kehendak Allah, bagaimana arti pernikahan sesungguhnya, kenapa harus memiliki anak, dan kenapa sii ga boleh ceraii? 
Hihihihi... Penasaran kaann? ;)
Sampai artikel ini ditulis, belum ada versi terjemahan Indonesianya, jadi gw lagi struggle untuk baca versi Bahasa Inggrisnya, dengan bantuan dictionary dan Google translate :p wkwkwkwk~


3. Passion and Purity
Kalo buku inii siii gw belom baca, baruu aja beli minggu kemarin, hwhwhw... En belom dibuka sampe UAS selese :p
Gw beli buku ini karena banyak kutipan-kutipannya yang dipake dalam buku-buku di atas itu, buku "Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta" karya Grace Suryani, dan juga buku "I kissed Dating Goodbye" karya Joshua Harris...
Lewat ringkasan di balik bukunyaaa sii, isi bukunya tentang perjalanan hidupnya dia sebelum dan sesudah menikah dengan suaminya yang pertama, Jim Elliot, yang kemudian meninggal sewaktu misi mengabarkan injil. 
Isinya ada surat-surat dari suaminya, renungan-renungannya, dan buku hariannya selama mereka masih pacaran long distance :)


3. Knowing God
Ini mungkin merupakan satu-satunya buku tentang Teologi yang gw baca sampe habis, wkwkwk...
Gw baca buku ini karena disuruh ngeringkas oleh dosen Teologi gw.. Awalnya sii ogah-ogahan, melihat betapa besar dan TEBAL buku itu (370 halaman, cuy!), tetapi gw paksakan untuk baca sampe habis...
Dan ternyata isinya life-changing banget.. Buku ini mengajarkan kepada gw atribut-atribut en natur Allah yang selama ini membingungkan bwt gw: apa artinya mengenal Allah?, Kenapa siih kita harus mengenal Allah?, kecemburuan Allah (katanya Allah adalah kasih? Dan kasih itu kan disebutkan tidak cemburu, laluu, kenapa bisa yaaa Allah menentang salah satu atribut kasih itu??), trus tentang status kita sebagai anak "adopsi" Allah, dan bagaimana cara kita tahu kehendak Allah dalam hidup kita? :)
Salah satu statement-nya yang paling gw suka adalah:
"Mengenal tentang Allah tidak akan berdampak apa-apa, tetapi Mengenal Allah mengubah hidup kita" :)

So far, this is my reading list....
Bagi kalian yang sedang nyari kerjaan buat ngisi liburan Natal ini, belilah salah satu buku di atas,
dan cari tahu apa yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kalian saat ini ;)
God bless!

Thursday, December 1, 2011

Tuhan, Gue (Belom) Pengen Punya Pacar! *story from his side* :)


Hallo lagiii kawaannss~ :D
Kali ini gw ga ngebagiin refleksi ato "uneg-uneg" dari gw... Hahaha...
Masiiih tentang pacaran dan seluk beluknya niihh, tapi kali ini dari posisi seorang cowok!
Sebelomnya gw cerita tentang bagaimana gw mem-postponed pacaran dengan seseorang, en akhirnya setelah banyak perjuangan, tetesan air mata, dan banyaakk sekali penyangkalan diri; sekarang gw bisa bersyukur luar biasa atas keputusan yang gw buat tersebut :) Naahhh,
Sang "gebetan" juga ternyata have something to say setelah baca en sharing perenungan gw kemarin, hihihi... Hope this will bring an enlightenment for all the gentleman out there ;)


Setelah proyek Service Learning “Eagle Generation” (nama  agak lebay yg gw bikin u/ project pertama service learning, wkwkwk) berbagi kasih ke berbagai panti asuhan, mulai beda deh perasaannya tiap ketemu sama dia... Terus seiring berjalannya waktu gw memberanikan diri untuk pedekate.. 
Kisah gw pedekate agak memalukan sii.... 
Sebagai cowok pemalu, gw gak pernah ngajak ngomong, menyapa, bahkan menatap mukanya (rada dodol sii emang, haha). Jd melalui poses yang sangat panjang (sekitar 6 bulan), bulan ke 7 gw memberanikan diri u/ nembak doi… wkwkwkwk… 
Tapi proses ini panjang banget guys, banyaakk sekali hal yang menghambat diri gw untuk bisa terus ngejar dia: pergumulan di dalam otak dan hati gw, serta ikut Men’s Camp (camp yang ngajarin bbrp prinsip2 ttg pria sejati menurut standar Allah, dan gw merekomendasikan kalian u/ ikut guys =) yang sangat mengubah pola pikir gw untuk mulai serius memikirkan tentang kekudusan dan integritas sebagai seorang pria.. Dan ada suatu saat di mana gw sempat memutuskan untuk gak mau deketin doi lagi... 

Setelah gw maju mundur dalam rencana penembakan gw, akhirnya DENG-DENG-DENG, 
gw tembaakkk... Gw berharap jawabannya IIYYAAAAAA….. 
Gw udh prepare tempat buat dinner, nyiapin "peralatan" (peralatannya yang dimaksud: kertas karton yang dibakar ujung-ujungnya sampe berbentuk hati dan ditempel foto di tengahnya-red. hihihihi) yang mw digunakan untuk ngungkapin perasaan, eeennn muter2 nyari boneka yg menurut gw agak aneh (bercanda yg ini =p).. 
Dan kalian tau jawabannya???? 
Ternyataaaa DHUEERRRRRR, jawabannya TIDAK……

Gw sempet syok dan agak sedih, tapii yaaa gw ktawa2 aja.. kan emang natur gw gitu… wkwkwkwk… (tapi dalam hati emang gw menyadari sii, gw belom mateng dan siap dlm membina relationship, apalagi setelah ikut men’s camp… tapi kenapa gw tembak jugaaaaa??? Ceritanya panjang =p. wkwkwkwk)


Trus setelah ituu kita menjalin “persahabatan” sambil sharing2 ttg kita kedepannya gmn en tentang masalah2 denominasi gereja juga… 
Tapi yaaa dasar natur pria, gw tidak pernah jujur share sama diri gw sendiri. 
Gw berusaha menarik simpatinya “sahabat” gw ini, gw ga bisa bersahabat dengan murni... 
Dalam pikiran gw sii itu mah sah2 aja, gw buat excuse kayak gini:
"Wong gw udh nembak, lgan udh sama2 tau perasaan juga, ga ada yang musti ditutupin lagi...."
Dari pemikiran itu gw mulai lebay dalam berkomunikasi en ngungkapin hal-hal yang mencakup perasaan gw (kalian tau dhe maksudnya apa, =P)
Yaa hal2 seperti ini berjalan bbrp bulan tanpa kita sadari… 
Memang kita membuat banyak batasan2 emosi dkk, tp sebagai pria gw membohongi diri gw sendiri…

Selang bbrp bulan kemudian, dy meminjamkan buku "I kissed Dating Goodbye" karya Joshua Harris.. Membaca banyak statement-statement di situ gw berasa ditabok...
Di situ dy ceritain tentang motivasi2 dy yg gak bener dalam sebuah hubungan...
Dan guys, gue merasa itu gueee banget!! 
Ketika tulisannya dia menegur gw bahwa anyak motivasi2 gak murni yang tersembunyi dalam hati gw, gw langsung nangis.. 
Banyak motivasi yang gak bner yang gw lakuin dalam sebuah persahabatan: gw berusaha menarik simpati dy, gw pgn dy perhatian ama gw sehingga dy ngerasa "wow" gituuu, en gw pengen mendapat feedback dari seorang “calon pacar”.. 
Gw sadar gw salah!!


Setelah hari itu gw minta maaf sama dy karena motivasi gw banyak yang gak bner, dan gw menjalani hari2 gw dgn lebih damai dan sukacita. Gw udah gak terbeban lagi  u/ menarik simpatinya, en mencoba untuk ga cari-cari cara buat dapet perhatiannya...
Semua perasaan itu gw tulis dalam surat yang akan gw kasih klo someday Tuhan izinkan kita bareng. Klo emang kita ga diijinkan buat bareng ya gw kubur suratnya.. hwhwhw...
Itu dia yang gw lakukan ketika sadar gw salah: gw bawa dalam doa, permohonan dan ucapan syukur sama Tuhan serta gw tulis semua uneg-uneg gw dalam surat tersebut.. hwhwhwhw...

Sebenernya ya guys, deep down in my heart, gw pengen banget pacaran... 
Gw ngerasa cocok dan saling support sama dy.. 
Tp buku itu membuka banyak hal yg menyadarkan gw, salah satunya adalah: 
GW GA SIAP PACARAN.

Ada 2 statement dalam buku Joshua Harris itu yang mengena sekali : 
1. Pacaran bukan untuk menikmati indahnya masa2 kasmaran, dan
2. Pacaran bukan BELAJAR membina hubungan.. 
Artinya: gw tidak belajar membina hubungan ama pacar gw.. 
Gw ud harus punya hubungan yang baik sama keluarga, temen-temen yang lain… 
Tapi lebih teratas daripada itu adalah: hubungan gw ama Tuhan harus jadi nomor satu.. 
Temen2, klo hubungan kita ma Tuhan gak bner, gw pastikan hub kita ama org laen pasti ga bner...
Gw gak sok suci niii, tp gw bener-bener ngalamin ini: gw pernah ngalamain ini terutama ama doi, klo hubungan gw ama Tuhan masih ble’e ble’e, hahaha...

Gw berikan beberapa contoh :
1. Hubungan gw ama keluarga gak terlalu baik: gw pernah kabur dari rumah (jangan dicontoh yaaa X___X, wkwkwkw). Dan gw menyadari hal ini guys: ketika hub kita ama ortu kita gak baik, jangan pernah berharap hubungan kalian dgn doi kalian akan baik2 saja.. 
Gw kutip kata2 dibuku "When God Writes Your Love Story": klo pasangan kita itu “org asing” buat kita.. Nah, klo hubungan sama orang yang sedarah (alias keluarga kita!) aja ga akur, gimana mau akur sama "orang asing" di luar keluarga kitaa??
2. Klo hub ama Tuhan udah jelek: saat teduh males en gak jelas gitu, orientasi tujuan hidup kita sebagai para pria jd gak jelas. Tuhan menciptakan kita sebagai laki2 tu dgn sebuah tujuan ilahi. (baca buku “Kesempurnaan Seorang Pria” karya Edwin Louis Cole).

Keadaan gw yg masih labil ini juga menyadarkan gw, klo gw gak siap pacaran.. 
Gw suka banget sama statement Joshua Harris yang ini:
“saya tidak akan membina hubungan asmara sampai saya siap menikah”
Artinya: kita harus punya kesiapan untuk menikah sebelom bisa pacaran sama orang lain!
Dan gw menyadari gw masih ble’e  ble’e.. Dulu sih gw berfikir sudah sangat cukup tanggung jawab dgn bisa bayar kuliah sendiri.. Padahaaallll... Gw masihh jauh dari cukup!
Yaa dari situ gw bnyak belajar bgt dhe…

Truz komitmen gw ttg kekudusan juga makin manteb...
Gw berikan contoh komitmen yang gw pegang:
Gw ama pasangan gw nanti enggak akan melakukan sentuhan fisik (gandengan tangan, rangkulan, etc) Mungkin kalian akan mengernyitkan dahi dan berpikir: 
"Oh gosh! Lu freak abiiiss! Masak gandengan tangan aja ga boleehh??" wkwkwk..  
Gw pertimbangkan komitmen ini dengan beberapa alasan :
1. Menurut gw, rasa sayang gw itu gw wujudkan bukan hanya dalam sentuhan fisik. Banyak hal2 yang lain yg sering gw lakukan (bawain buah, ato nganterin pulang ato sharing2 ama orang yg gw taksir, ato memberikan sesuatu yang unyu2, haha) yang bisa nunjukkin perasaan itu tetapi tetap menghormati orang yang gw sayang itu…. =)
2. Karena gw tau cow tu gampang “turn on”, so gw menjaga kekudusan gw dengan membatasi sentuhan fisik dkk (salah satu caranya)… 
Gak cuma itu si guys... Pikiran kita juga harus dijaga, apalagi cow kan suka gitu… =p

Terus ada statement ini jugaa dr artikel Grace Suryani: A good men isn’t ENOUGH.  
Kita harus jadi a godly man (an imperfect man that worships the perfect God. And it’s the perfect God who will mold and shape him to be more like Jesus
Inii bner bgt guys… Ketika dalam masalah mereka gak butuh pria baik, pria romantis, atopun pria unyu2, tapi mereka butuh PRIA KUAT:
Pria yang sanggup stay strong menghadapi masalah, 
Pria yang tangguh menghadapi godaan,
Pria yang bisa membawa seluruh keluarganya makin deket sama Tuhan!

Saran terakhir dari gw: sebelum pacaran, banyak-banyaklah baca buku, JUJUR sama diri sendiri, dan punya hubungan yang luar biasa sama Tuhan (ini gak bs ditolrerir!!)

Untuk para pria gw menyarankan baca buku  "I kissed Dating Goodbye" karya Joshua Harris, sama "From Good Man to Valiant Man" karya Dr. Allan Meyer. Buku yang terakhir ini ttg integritas seksual, penting bgt buat para pria bagaimana menghormati dan memperlakukan wanita… Hwhwhw...


Sekian dari gw... See u! 
God bless :)

Wednesday, November 30, 2011

Bagaimana bisa tau kalo "He/She is THE ONE?"

Truuss... Gmana dong cara cari tahu kalau kita udah siap punya pacar ato enggak?

Sperti yang gw udah bilang di post sebelumnya (klik di sini buat baca lagi),
gw banyak baca buku-buku tentang Relationship and Dating.
Joshua Harris, dalam bukunya "I Kissed Dating Goodbye", mengatakan ada 4 lampu hijau yang harus dimiliki dulu sebelom kita bisa bergerak melampaui persahabatan:

Lampu Hijau 1: Firman Allah.
Ini berarti kesamaan iman. Kalau pasangan kita ga seiman (ga hanya Kristen doang loh ya! Tapi SEIMAN, dalam artian: doktrin yang kita pegang dengan doktrin pasangan kita itu ga ada yang beda! Dalam hal-hal seperti: Injil Keselamatan, Allah Tritunggal, dan lain-lain...), maka lupakan dia! Berhenti sampai di sini. Karena jelas yang alkitab katakan bahwa:
"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya." (2 Korintus 6:11-18)
Ada yang bertanyaa: Knapa siih doi kita harus seimaann? Tapi dia baek banget loohh...
Gw rasa Grace Suryani menjawabnya dengan sangat baik di sini ;)

Lampu Hijau 2: Anda SIAP untuk pernikahan
YES! Pikirkan, kira-kira kalian sudah siap untuk menikah belom? Ini berarti:
siap secara emosi, siap secara batin, siap secara FINANSIAL! Jawab dengan jujur setiap pertanyaan ini sebelum melanjutkan sebuah hubungan.

Lampu Hijau 3: Persetujuan dan Dukungan dari Orang Tua dan Teman-teman Kristen.
Ini berkaitan juga dengan lampu hijau kedua.
Kita hidup di dunia ga sendirian, butuh dukungan dan support dari orang lain: orang tua, kakak adik, dan teman-teman sepelayanan. Kalau mereka tidak men-support hubungan kalian, bakalan banyaakkk sekali kesulitan yang bakal kalian berdua hadapi di masa mendatang.

Lampu Hijau 4: Damai Sejahtera Allah.
Lampu Hijau ini biasanya akan menyala setelah smua lampu hijau di atas sudah kelihatan. Ketika kita sudah berjalan bersama Allah dan kehendak-Nya sama dengan kehendak kita, otomatis akan dirasa damai sejahtera dalam hati kita, ketika menjalani hubungan dengan dia ;)

Teruuussss... Grace Suryani dalam salah satu pertanyaan talkshow-nya mengenai tanda-tanda PH, dia bilang ada beberapa yang bisa dijadikan tanda:
1. Pray, pray, pray!
2. Choose someone that loves Jesus.
3. Harus kudu ada restu izin dari ortu
4. Buka mata lebar-lebar!
5. Take the time test
Baca selengkapnya di sini :))

Mungkin kalian mengernyitkan dahi pas baca ketentuan-ketentuan di atas dan berkata:
"Koq banyak banget siiiii syarat-nyaaa! Emang beneran Alkitab berkata harus seperti itu?"
Jawabannya: Alkitab TIDAK memberikan pesan spesifik tentang memilih pasangan hidup dan tanda-tanda PH yang tepat, atau kapan waktunya kita siap buat pacaran...
Peraturan-peraturan di atas merupakan aturan yang dibuat berdasarkan pengalaman pribadi sang penulis yang kira-kira bisa berguna buat jadi patokan kalian ketika mencari Pasangan Hidup tersebut!

Yang mau gw katakan di sini adalah:
Tuhan bisa memakai BANYAK HAL untuk menyatakan kehendak-Nya!

Kenapa bisa banyak banget rambu-rambu yang Joshua Harris dan Grace Suryani pasang buat menentukan calon PH?
Jawabannya satu: Karena DOSA. (Roma 3:23)
YES! Manusia suka bikin banyak excuse ketika emosinya sudah berkata benar...
"Yaaa... Dia baek sii, ngertiin gue, trus kayaknya nyambuuunnngg banget kalo ngobrol... Dia BEDA dengan orang-orang lain!"
Kebanyakan dari kita terjebak dalam fantasi film-film romantic comedy atau novel-novel romantisnya Meg Cabot dan Nicholas Sparks, sehingga BUTA terhadap realita dan janji yang Tuhan persiapkan kalau kita menjalani hidup (dan PACARAN!) sesuai kehendaknya...
Kita suka keras kepala en ga mau denger omongan Tuhan, sehingga banyaaakk sekali rambu-rambu yang dipasang supaya kita tetep bisa on track sama Tuhan.

Ortu bilang: "Ga cocok, duuhh... koq orangnya gitu yaaa...."
Ato temen-temen sepelayanan bilang: "Cuy, YANG BENER loo mo pacaran sama orang kayak gitu?"
Ato keliatan dari perbuatannya yang suka ngomong ga bener, kelakuannya yang kasar, ato semangatnya yang naik turun, males-malesan klo ngerjain tugas, suka TELAT klo ke kelas;
SUDAH jelas tanda-tandanya kalo orang itu ga deket sama Tuhan, en Tuhan sudah banyak ngomong lewat banyak orang buat negur kita...

Tapiii, apa respon kita?
"Ah enggak kok maamm, dia enggak gitu kookkk..."
"Ah papi ga ngerti apa yang aku mau!!"
"Hahahaha... Yaaa tapi ya sis, dia baekkk banget: mau nganterin buku catetan gue, mau nganterin gue kemana-mana, ngasih hadiah kereeenn banget pas gue ultah, trus klo ngomong di sms tuh unyu-unyu bangeeettt!"
"Ah, enggak, mungkin cuman kebetulan aja kali dia berlaku kayak gitu, di lain hal enggak kok..."

STOP mengisi kepala kita dengan excuse-excuse!
Gw sendiri juga pas lagi kasmaran, rasanyaaa Oh what a wonderful word banget dhe!
Kayaknya dia prince charming yang udah gw tunggu selama belasan tahun ini!

Trus kalian nanya: "Jadi men, klo elu... Gimana cara tau kalo lu belom siap pacaran?"

Pas hari-hari menjelang "penembakan" itu, sang gebetan gw udah memberi tanda-tanda klo dia sudah merencanakan sesuatu yang spesial di hari ultah gw, hahaha...
Mulai dari nanya hari-H-ny ngapaiinn, trus pernah makan di sini atao sini gaaa? (tempat-tempat yang emang unyu-unyu banget), hahaha...
Dan dari situ gw udah persiapan, kira-kira apa yang mau gw jawab pas dia nanya those magical words!
Secara perasaan, gw suka banget sama ni orang..
Iyalaahhh: pinter musik, pinter ngomong, asyik diajak bercanda, supel, ramah, dsb dsb...
Tappiiii, ada something dalam diri gw yang menahan gw supaya bilang "enggak"
Sama kayak lampu hijau Joshua Harris yang ke-4: DAMAI SEJAHTERA ALLAH.
Closer to saying "I do", the more feeling that I wanna say "I don't"

Ga tau kenapa, tapi hati gw bener-bener ga tentram, ketika gw mau mengatakan "iya".
Based by THAT, gw bilang enggak...




Kalian mungkin mengernyitkan dahi dan berkata: "HAAAHHH??? What the heck... cuman gara-gara itu doang?"


Yes! "cuman gara-gara ITU doang" gw menolak pacaran dengan dia :)
Gara-gara ITU doang, gw pelajari ini:


"Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
 (Roma 8:28)

Tekankan kata SEGALA SESUATU!
Dia bisa bekerja lewat teguran ortu, lewat teguran teman-teman sepelayanan, lewat pengalaman-pengalaman pribadi, lewat kotbah, lewat renungan, lewat HATI KITA!
Dia bisa menggunakan SEMUANYA itu supaya kita tetep berada di track yang benar :)

Mungkin bagi gw tandanya yaaa ituuu: perasaan ga damai sejahtera dalam hati...
Buat sahabat gw, dia ditegur lewat buku yang dia baca;
lewat sahabat gw yang lain, dia ditegur lewat kotbah dan jawaban atas doanya...
Luar biasa kan Tuhan bisa menyatakan kehendak-Nya kepada kita?
Tuhan kita adalah Tuhan yang KREATIF!
Dia itu bisa memakai banyak cara dengan keunikan tiap kita supaya kita bisa denger ketika Dia nyatain kehendak-Nya! :)

Ini dia kuncinya!
"Siapakah yang takut akan Tuhan? Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya" (Mazmur 25:12)

Yes! Simple as that! Takut akan TUHAN, jalin hubungan yang luar biasa baiknya sama Tuhan, dan DIA akan menunjukkan jalan (en pasangan hidup) mana yang kalian harus pilih lewat cara-cara-Nya Dia yang UNIK dan berbeda bagi tiap orang :)

Sooo... Let God Writes Your Love Story!
Coz He's the BEST AUTHOR in the whole-wide world! ;)

Tuhan, Gue (Belom) Pengen Punya Pacar :)

Hi guys! Senangnya bisa nulis lagiii~
Kali ini gw akan cerita tentang topik yang bikin orang-orang melek en tak berhenti-henti membicarakannya: CINTA! :) hihihihihi...

Kalian bisa baca di post gw sebelumnya di sini
tentang bagaimana gue dari awal kuliah tidak memiliki intention apapun buat nyari pacar,
en kemudian tidak disangka-sangka setelah bekerja dalam beberapa proyek bareng, kemudian yaaaa jadi makin kenal en ada sesuatu dari orang ini yang BEDA dari orang lain yang bikin gw tertarik :)

Setelah beberapa bulan PDKT, akhirnya sehari setelah tanggal gw ulang tahun itu,
dia ngajak gw makan di luar, ngasih kado, and said those magical words! Yang kepengen banget didenger sama cewek-cewek dari gebetannya, hihihihi...
Dan sama seperti kebanyakan cewek-cewek ituuuu, gue juga seneng banget dengernyaa! Pengen lompat-lompat en teriak rasanya, saking senengnya, haha...

Cuman tetep aja, mo jatuh cinta en seseneng apapun, gw tetep katakan sama diri sendiri:
"Come on Man, coba lu pikir-pikir dulu dhee... Kira-kira lw udah merasa siap jalanin hubungan ini belom? Masih banyak komitmen yang perlu lw tuntasin dulu loh: target mo dapet beasiswa dari kampus, komitmen pelayanan, dan masih banyak lagi..."
Selain ituuuuu... Alasan paling kuat yang bikin gw akhirnya mengatakan "Tidak" adalah karena perbedaan denominasi gereja kita...
Pacaran itu fokusnya buat apa? Menuju pernikahan kan?
Nah, gw tu merindukan punya keluarga yang bisa pergi ke satu gereja bareng-bareng... Jadii, karena kita memang (masih) beda alirannya, jadi gw postponed bisa pacaran dgn dia :(

Sudah hampir 5 bulan berlalu semenjak moment indah tersebut,
Gw baca banyak buku-buku tentang relationship (seperti: "When God Writes Your Love Story" karya Eric & Leslie Ludy, "Tuhan Masih menulis kisah Cinta" karya Grace Suryani dan Stephen Halim, "Boy Meets Girl" karya Joshua Harris --> These are recommended books for you, all the bachelors and bachelorettes out there ;), dan tentang mempersiapkan diri sebelum menjajaki masa-masa pacaran ("I Kissed Dating Goodbye" karya Joshua Harris, dan "Lady in Waiting" by Jackie Kendall and Debby Jones) dan gw mempelajari satu hal:

GUE BELOM SIAP UNTUK PACARAN!!

Yes, I wrote in huge letters to emphasize it, hahaha....
Gw melihat bahwa banyaaakkk sekali hal-hal yang secara pribadi belom matang untuk bisa menjalin sebuah hubungan dengan orang lain...
Gw mikir gini:
Jaga kesehatan sendiri aja belom bisaaa, gimana mo jagain orang lain?
Ngurus diri sendiri aja blom beneeeerr: masih suka lupa naroh barang, suka males makan, males belajar, lupa bawa barang, gimana ntar mo ngurusin orang laiinn??
Ga pacaran aja mood masih ababil, gimana kalo nanti udah menaruh hati di tangan orang lain??
Hahaha... Iyaa, mungkin lucu bacanya, tapi beneran guys,
coba dhe kalian perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering kalian lakukan sehingga menyusahkan diri sendiri dan bertanyalah hal ini:
"Apakah gue siap untuk pacaran? Not the 'romantic I-Love-You' part, 
tetapi bagaimana kita juga harus bisa bertanggung jawab terhadap pasangan kita!"

Buat kisah-kisah gimana caranya gw bisa akhirnya "khilaf" dan menyadari kalau belom saatnya seorang Delicia Mandy pacaran, mungkin nanti akan gw post di lain waktu,
tapi gw nangkep sesuatu dari gimana pedih rasanya menahan untuk tidak berkomitmen dulu dengan seseorang yang gw idam-idamkan ini:

Tuhan bisa memakai banyak hal agar kita bisa menjalani hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Gw saat ini baru bisa bersyukur kalau gw dan dia memiliki denominasi gereja yang berbeda.
Ada 90% kemungkinan gw udah berpacaran sama dia kalau kita ada di aliran gereja yang sama.
Oleh karena denominasi gereja kita berbeda, gw mem-postponed status kita tersebut, dan akhirnya sekarang gw bisa dengan penuh sukacita berkata bahwa: "Jomblo itu ANUGERAH!"

Karena masih single, gw bisa mem-fokuskan diri gw ke banyaaak sekali hal: 
prestasi di kampus, hubungan dengan sahabat-sahabat gw yang lain, hubungan dengan keluarga, hubungan dengan teman-teman sepelayanan.
Karena masih single, gw bisa men-support temen-temen gw yang lain yang masih single untuk bener-bener meraih "puncak keemasan" dari masa-masa jomblo mereka.
And MOST IMPORTANTLY!
Karena masih single, gw bisa memperbaiki hubungan gw dengan Tuhan.
Jujur saja gw belom sepenuhnya bergantung sama Tuhan dalam segala aspek hidup gw: terutama dalam hal berpacaran! Sooo... Sebelom bisa membangun komitmen sama orang lain,
gw sendiri musti memperbaiki fokus hidup gue sama Tuhan... :)


...To be continued here... 
My Love story isn't over yet ;)

Monday, November 28, 2011

Meeennnn, pinjem buku doooonggg!!

Hi guuyysss! Thanks God dikasih kesempatan buat nulis lagiiii~
Dari kemarin renungannya bagus2 banget, jadi pengen nulis terus rasanya, hahahaha...

Hari ini, di Renungan Harian, judul renungannya adalah "Mewariskan Kerinduan"
Kisahnyaaa, si Daud nii ga diperbolehkan oleh Tuhan untuk membangun bait suci karena banyaknya peperangan yang telah dia lakukan (1 Tawarikh 22:8), makanya ia mewariskan kerinduan tersebut kepada anaknya, Salomo. Meski tugas sudah diwariskan, Daud tidak tinggal diam. Ia ikut mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pembangunan. Meski Salomo yang mendapat pujian, Daud tak peduli.
Baginya, mendapat nama bukanlah tujuannya. Daud rela menjadi orang yang bekerja di belakang layar...


Mungkin kita sedang bekerja di "belakang layar", mungkin hanya sedikit orang yang tahu kiprah kita, mungkin pekerjaan kita terlihat kecil. Namun sangat mungkin, pekerjaan kita yang di balik layar justru mempersiapkan sebuah pekerjaan yang berdampak besar di kemudian hari.
Meski tak terlihat, sangat penting bekerja di balik layar melaksanakan bagiannya dengan sungguh-sungguh. Sebab itu, mari kita lakukan dengan sungguh-sungguh setiap kepercayaan yang kita emban, dengan hati mengasihi DIA.
Sumber: http://renunganharian.net/index.php/2011/11-november/89-mewariskan-kerinduan

Gue bingung pada awalnya mo refleksiin renungan ini kayak gimanaaa, soalnya sekarang sii di acara Natal (Puji Tuhan) gue kebagian jadi pelayan mimbar lagii, jadi bingung dhe, maksudnya kerja di belakang layar apaaa yaaa, Tuhaannn??


Terus pikiran gw melayang ke buku bacaan yang gw baca tadi siang:
"Perjalanan Cinta yang Teruji" karangan David W.F. Wong.
Dia adalah seorang pendeta di Singapura yang sudah melayani konseling pra nikah untuk 250 lebih pasangan. Dari situ ia menulis pengalaman-pengalamannya dalam buku ini untuk mengatasi pergumulan para pasangan agar memasuki (atau mencegah) sebuah pernikahan yang takkan disesali.
Ada pasangan yang bergumul melalui perbedaan umur yang sangat jauh (cowoknya 5 tahun lebih muda daripada ceweknya), calon suami yang terlalu bergantung pada sang ibu dalam memutuskan suatu keputusan, seks pra nikah, pasangan yang tidak seiman, dan karakter cewek yang terlalu dominan dibanding dengan cowoknya...
Di situ ia memaparkan bagaimana dia berhasil berbincang-bincang dengan tiap pasangan tersebut, bertemu secara rutin, berdoa bersama, dan mencari penyelesaian masalah tersebut...
Ada yang pada akhirnya membatalkan pernikahan mereka dan berpisah sebagai sahabat baik, tetapi ada juga yang tetap menjalani pernikahan tetapi dengan pola pikir dan komitmen yang baru dalam menjalani hubungannya....
Mungkin di resepsi pernikahannya dia tidak akan dipanggil ke depan untuk diberikan tanda terima kasih, atau namanya tertulis dalam ucapan terima kasih secara besar-besar, atau mendapatkan suatu penghargaan yang bisa di"pertontonkan" di depan orang banyak, tetapi yang jelas:
Usaha dan campur tangannya mengubah hidup dan perjalanan pernikahan tiap orang-orang dalam buku itu.

Terus gw inget lagi tadi sore seorang sahabat gw sharing percakapan dengan kakaknya...
Dia sering ngomong sama cicinya yang sudah berpacaran sekian lama buat menerapkan batasan-batasan fisik yang jelas, mulai dari pegangan tangan, pelukan, de el el...
Trus hari ini pas ngobrol bareng dia, cicinya bilang: "Iya nih, sekarang gue gandengan aja jarang... Bener-bener dibatesin dhe... Ternyata yaaa... Hmmm...  Hubungan kita jadi lebih stabil, lebih menghargai satu sama lain, dan berbeda dhe...."

Wuaaahhhh, seneng banget kan dengernyaaa, ternyata adaa orang yang merasakan "buah manis" dari pengendalian diri...
Sahabat gue nii akhir-akhir ini lagi on fire banget buat menjaga kekudusan dan menjaga komitmennya untuk bisa mempersiapkan diri sebelum pacaran, semenjak dia baca buku "I Kissed Dating Goodbye" karya Joshua Harris yang gw pinjemin...
Gw jadi nyadaarrr... Inikaahh yang disebut bekerja di "belakang layar"?? :)


Guys, bekerja di belakang layar ga selalu harus dalam artian bekerja di sebuah acara atau konser, terus kita jadi tim panitia perlengkapan, sarana prasana, publikasi, doa, dan transportasi yang tidak terlalu kelihatan sumbangsihnya; tetapi bisa juga dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari:
Ketika dalam menjadi sahabat yang mau mendengarkan curhat seorang sahabat yang orang tuanya terus bertengkar,
ketika menjadi sahabat yang mau meminjamkan buku yang menurutnya baik untuk mengubah persepsinya yang salah,
ketika menjadi sahabat yang mau meminjamkan bahunya untuk seorang sahabat yang baru saja kehilangan orang tuanya,
ketika menjadi sahabat yang mau berbagi berkat rohani yang didapat dari kotbah minggu/renungan/kesaksian dari orang lain,
hal-hal di atas bisa dibilang sebagai "bekerja di belakang layar".

Mungkin hal-hal di atas terlihat sepele: cuman sekedar dengerin doang, nemenin doang, cerita doang, minjemin buku/kaset rohani doang, tetapi bayangkan betapa hal itu dapat mengubah orang lain jika dilakukan dengan kesungguhan hati!
Telinga yang mendengar akan sangat berdampak bagi hati seseorang yang hancur hatinya,
Buku yang baik dapat mengubah mindset seseorang dan mengubah hidupnya,
Waktu yang diberikan dalam saat-saat kerapuhan seseorang adalah pemberian paling indah yang dapat diberikan...

"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran"
(Amsal 17:17)

Untuk menutup renungan kali ini, gw pengen berbagi kisah tentang Billy Graham...
Kalian tahu Billy Graham? Dia adalah seorang yang luar biasa dipakai Tuhan untuk berkotbah dan menginjili... Kalau di Indonesia, contohnya kayak Pdt. Stephen Tong dhe, hwhwhw...
Sudah lebih dari 2,3 juta orang bertobat dan berbalik kepada Kristus karena mendengar sermon-nya... Kalian tahu siapa yang orang yang berjasa di balik kisahnya?

  • Billy Graham was converted at a Mordecai Ham meeting.
  • Mordecai Ham was converted at Billy Sunday meeting;
  • Billy Sunday was converted at a Chapman meeting;
  • J. Wilbur Chapman was converted at a Dwight L. Moody evangelistic meeting;
  • Sunday School teacher Edward Kimball helped lead Dwight L. Moody to Christ.
YES! Orang di balik orang-orang hebat di atas "hanyalah" seorang guru sekolah Minggu..
Bayangkan betapa luar biasanya kan Tuhan kita memakai seseorang yang "hanya" guru sekolah Minggu dan ujung-ujungnya menghasilkan seseorang yang luar biasa seperti Billy Graham??

Kalian sekarang hanya menjabat sebagai profesi yang sering dianggap remeh orang-kah? Guru sekolah minggu? Guru les piano? Guru les Mandarin? Penjaga Perpustakaan? Penjaga Kolportase? Penghitung Persembahan?
Tuhan berkata: "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu dengan sekuat tenaga! (Pengkotbah 9:10)"

Kalian memiliki teman atau sahabat? Berbagilah hal-hal yang lebih dalam lagi dengan dirinya, tidak sebatas waktu nonton bioskop, toko butik terbaru, mainan iPad yang asyik, atau nyobain es krim rasa baru di Baskin Robbins; tetapi sharing-kan pengalaman hidupmu bersama Tuhan dengan dirinya, pengalamanmu diubahkan oleh seseorang, berbagilah ayat-ayat alkitab dan buku-buku bacaan yang menguatkan, hal-hal ini akan lebih berguna untuk menghadapi masalah-masalah dalam hidup atau ketika dalam persimpangan pilihan yang membingungkan dibandingkan dengan mengisi relationship quiz di majalah Cosmo Girl! Hihihihihi ;)

Sooooo... Siap "bekerja di belakang layar"??? :))